
"Kau yakin ingin ikut bersama Mami ke rumah Daniel besok hari?" Kevin menatap Queen yang kini duduk di sebelahnya dengan intens.
Queen menoleh hingga tatapan mereka beradu. Bibirnya pun melengkung sebelum menjawab pertanyaan Kevin.
"Kenapa tidak yakin?" Tanyanya.
"Jangan membuatmu tersiksa dengan keadaan yang kau paksakan." Ucap Kevin entah maksud apa.
Queen semakin tersenyum mendengarnya. "Aku tidak terpaksa. Aku dengan senang hati melakukannya. Lagi pula bukan hal yang salah mengunjungi rumahnya. Aku hanya ingin menemani Mami dan bertemu dengan Zeline. Gadis kecil yang sudah mulai menarik perhatianku sejak dia ikut ke apartemenmu." Terang Queen.
"Apartemen kita." Koreksi Kevin.
"Ya, terserah kau saja." Balas Queen tak ingin berdebat.
"Merelakan itu memang sulit. Namun aku harap kau bisa melewatinya dengan baik." Ucap Kevin.
__ADS_1
Senyuman di wajah Queen luntur seketika. Queen pun segera mengalihkan tatapannya ke arah jendela saat Kevin menatap lurus ke depan. Suasana di dalam mobil pun menjadi hening karena Queen tak langsung membalas ucapan Kevin.
"Aku tahu. Dan sekarang aku sedang melewatinya. Menurutku tidak memaksakan kehendak membuat hidupku jauh lebih tenang saat ini." Ucap Queen kemudian.
"Maaf jika menyinggung perasaanmu." Ucap Kevin tidak enak.
"Tak masalah. Aku tahu niat baikmu." Balas Queen.
Kevin memilih diam dan tak lagi bersuara hingga mobilnya sampai di perkarangan perusahaan orang tua Queen.
"Jangan pulang membawa mobil. Nanti aku akan menjemputmu." Ucap Kevin saat Queen hendak turun dari dalam mobilnya.
Kevin tak langsung menjalankan mobilnya. Pria itu lebih memilih memperhatikan Queen yang kini sedang berjalan masuk ke dalam perusahaan bersamaan dengan karyawan lainnya. Baru saja Kevin hendak melajukan mobilnya niat Kevin pun terhenti saat melihat sosok pria yang tak dikenalinya datang dan menghadang jalan Queen.
Dari dalam mobilnya Kevin dapat melihat dengan jelas bagaimana raut wajah terkejut sekaligus senang Queen bertemu dengan pria di depannya. Bahkan sangking senangnya Queen tak memperdulikan tatapan orang-orang saat ia langsung memeluk pria di hadapannya begitu erat.
__ADS_1
"Siapa dia?" Gumam Kevin. Wajah datar Kevin pun kini berubah dingin.
Kevin terus memperhatikan interaksi Queen dan pria di hadapannya yang berlangsung cukup lama. Kevin bahkan tak memperdulikan panggilan telefon dari asistennya yang pasti saat ini tengah menunggu kedatangannya di perusahaan.
Setelah cukup lama memperhatikan interaksi keduanya, perhatian Kevin pun terputus karena Queen dan pria itu masuk ke dalam perusahaan.
"Siapa dia?" Lagi-lagi pertanyaan itu keluar dari mulutnya. Bagaimana tidak, selama ini ia cukup tahu siapa saja pria yang berhubungan dengan Queen saat Daniel dan Queen masih menjalin hubungan. Dan pria yang baru saja dilihatnya tidak pernah ia lihat sebelumnya bahkan di acara pernikahan mereka pun Kevin sama sekali tidak melihat sosok pria itu di sana.
Tak ingin terlalu lama larut dalam pemikirannya, Kevin pun melajukan mobilnya keluar dari perkarangan perusahaan kelurga Queen. Selama dalam perjalanan menuju perusahaannya, Kevin dibuat kembali larut dalam pemikirannya memikirkan siapakah gerangan sosok yang tadi berbicara bersama istrinya.
Entah apa yang ada di dalam hatinya saat ini. Namun satu yang pasti kini ia merasakan rasa yang tidak biasa melihat istri yang tengah mengandung buah hatinya itu terlibat perbincangan dengan pria lain dan begitu akrab.
***
Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.
__ADS_1
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.