Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Bukan sekedar singgah


__ADS_3

"Kau terlihat tidak bahagia akhir-akhir ini." Suara lembut Mirza yang terdengar di telinganya membuat lamunan Queen terhenti. Queen menoleh, menatap Mirza yang kini sedang mendaratkan bokongnya di kursi kosong di sebelahnya.


"Kak Mirza, kapan Kakak datang?" Tanya Queen dengan wajah bingungnya.


"Sudah sejak lima belas menit yang lalu." Balas Mirza. Wajahnya tersenyum dan sebelah tangannya menepuk lembut pundak Queen. "Jangan terlalu banyak melamun." Ucapnya kemudian.


Queen tersenyum lalu menatap lurus ke depan. "Aku tidak melamun." Bohongnya.


"Lantas apa? Apa kau ingin mengatakan jika kau sedang menghayal?" Seloroh Mirza.


Queen tertawa kecil. "Tidak begitu." Balasnya.


Mirza menegakkan tubuhnya. Mengikuti arah pandangan Queen menatap lurus ke depan. "Apa dugaanku benar jika kau tidak bahagia akhir-akhir ini?" Tanya Mirza.

__ADS_1


Pandangan Queen tak beralih. Namun ia hanya tersenyum kecut membalas pertanyaan Mirza. Pria yang berada di sampingnya saat ini bukanlah pria yang bisa ia bodohi. Sejak kecil Mirza sudah terbiasa dengan sikapnya dan paham dengan setiap raut wajahnya yang tidak bersahabat seperti saat ini.


"Aku tahu Kakak sudah mengetahui tentang pernikahanku yang hanya bertahan sampai anakku lahir ke dunia." Ucap Queen.


Mirza menoleh. Menatap wajah sendu Queen yang kini sedang menatapnya. Beberapa hari yang lalu ia memang ketahuan sedang membicarakan pernikahan Queen dan Kevin dengan Riri di dalam ruangan kerja Riri. Saat itu Mirza dan Riri tidak menyangka jika Queen mendengar seluruh pembicaraan mereka karena saat itu Queen hanya berpura-pura tidur di ruangan Riri.


"Apa hal itu yang membuatmu bersedih akhir-akhir ini? Karena tiga bulan lagi anak kalian akan lahir dan kau akan kehilangan Kevin?" Tebak Mirza.


Queen menghembuskan nafasnya di udara lalu menegakkan tubuhnya. "Aku tidak bersedih karena itu." Balasnya masih berbohong.


"Kak Mirza..." Queen berucap lirih. Hatinya saat ini memang tidak baik-baik saja mengingat pernikahan yang sedang ia jalani. Terlebih sejak ia menjaga jarak dengan Kevin membuat hari-harinya terasa tidak lagi bewarna dan terasa hampa karena Kevin akhirnya pasrah mengikuti semua keinginannya.


"Bukankah kemarin kau sudah mengetahui jenis kelamin anak kalian?" Mirza mencoba mengalihkan pembicaraan mereka sejenak.

__ADS_1


Kesedihan di wajah Queen perlahan surut berganti senyuman. "Kakak benar. Aku sudah mengetahuinya. Anak kami berjenis kelamin laki-laki. Dia sangat lucu dan menggemaskan." Ucap Queen seraya membayangkan wajah anaknya saat USG kemarin.


"Benarkah begitu?" Mirza pun turut tersenyum walau hatinya sedikit tercubit mengingat anak yang ada dalam kandungan Queen adalah anak dari pria lain.


Queen mengangguk cepat. "Ya. Aku sudah tidak sabar menanti kehadirannya. Suatu saat nanti dia-lah yang akan menjadi pelipur lara di saat semua orang benar-benar hilang dari hidupku." Ucap Queen penuh arti.


"Jangan pernah lagi berbicara seperti itu. Kau tidak sendiri di dunia ini. Walau semua orang pergi dari hidupmu namun aku akan tetap menjadi orang yang menetap di hidupmu. Aku tidak hanya sekedar singgah." Ucap Mirza.


Queen menatap Mirza dengan kening sedikit mengkerut. "Apa maksud ucapan Kakak?" Tanyanya bingung.


***


Lanjut? Vote dulu yuk❤️

__ADS_1


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang berjudul Bukan Sekedar Menikahi🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2