Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Tidak mau ikut


__ADS_3

"Napa diam, Nty?" Tanya Zeline karena Amara tak lagi menyahut ucapannya.


"Tidak apa-apa. Oh ya, lebih baik sekarang kita bersiap karna Aunty ingin mengajakmu pergi ke toko Kakek." Ucap Amara lalu bangkit dari pembaringannya.


"Main toko, Nty? Napa nda bilang Mamah. Zel nda bawa jaket ini." Rungut Zeline.


"Kau tenang saja. Aunty sudah mempersiapkan jaket untukmu." Balas Amara lalu menurunkan tubuh Zeline dari atas ranjang.


"Jaket mana, Nty?" Tanya Zeline sambil mengikuti langkah Amara menuju lemari.


"Jaket Zel yang tertinggal kemarin." Balas Amara.


Zeline mengangguk paham dan berdiri tegak di samping Amara untuk menunggu dipakaikan jaket.


"Nah, ayo dipakai." Ucap Amara lalu melekatkan jaket di tubuh Zeline.


"Tantik gini, Nty?" wajah Zeline nampak malu-malu menatap kaca rias Amara yang menampakkan tubuh mungilnya yang terlihat lucu dengan jaket bermotif kelinci.


"Tantik. Bahkan tantikmu melebihi tantik Aunty." Balas Amara lalu mengusap kepala Zeline dengan gemas.


"Masa ya, Nty?" Zeline semakin tak kuasa menahan rasa malunya.


Amara mengangguk. "Sudahlah centil. Lebih baik sekarang kita pergi." Ajak Amara.


"Ya, Nty." Balas Zeline lalu memegang jari telunjuk Amara.

__ADS_1


*


"Blangkat!" Seru Zeline saat sudah naik ke atas motor Amara.


"Pegang pinggang Aunty dengan erat!" Perintah Amara dan Zeline langsung melakukannya.


"Nda bilang Mamah dulu Nty mau pelgi ke toko?" Tanya Zeline saat Amara mulai melajukan motornya.


"Sudah. Aunty sudah mengabari Mama Nai. Lagi pula kita tidak akan lama di toko Ayah karena siang ini Papah dan Mamah akan menjemputmu kembali untuk dibawa ke rumag Nenek Hasna." Ucap Amara dengan sedikit keras.


"Ya, Nty!" Zeline pun turut membalas ucapan Amara dengan keras.


Motor pun mulai melaju dengan kecepatan sedang saat sudah berada di jalan raya. Selama dalam perjalanan, Amara dan Zeline menghabiskan waktu dengan bercerita tentang kehidupan Zeline saat tinggal di rumah barunya.


Amara hanya mengangguk sebagai jawaban lalu memberhentikan motornya di belakang sebuah mobil. Saat sedang menunggu rambu lalu-lintas berubah warna, perhatian Amara teralihkan pada mobil yang berada tak jauh darinya.


" Bukankah itu mobil Kak Aga?" Gumam Amara.


*


Setelah menghabiskan waktu di toko Ayah dan Ibu dengan berceloteh tiada henti, akhirnya siang itu Naina dan Daniel pun datang menjemput Zeline kembali untuk dibawa ke rumah Mama Hasna.


"Zel inda mahu itut, Mah!" Tolak Zeline saat Naina menarik tangannya untuk dibawa masuk ke dalam mobil.


"Tidak ada bantahan, Sayang." Ucap Naina dengan tegas.

__ADS_1


Bibir mungil Zeline mengerucut. Dan mau tidak mau ia pun menuruti keinginan kedua orang tuanya yang ingin membawanya pergi ke rumah Mama Hasna.


"Ayo jalan." Ucap Naina pada Daniel yang menunggu mereka di dalam mobil.


Daniel mengangguk lalu mulai menjalankan mobilnya. Setelah tiga puluh menit berlalu, akhirnya mobil pun sampai di depan rumah kedua orang tua Daniel. Baru saja kaki Zeline menginjakkan kakinya di tanah, ia sudah dikejutkan dengan suara keras Farhan dan Fahri yang memanggil namanya.


"Princess Zel..." Sapa Farhan dan Fahri dengan tersenyum penuh arti.


"Mamah..." Zeline pun segera mendekat pada Naina dan memeluk erat sebelah kaki Naina.


"Nda boleh nackal. Ada Mamah Zel ini!" Ancam Zeline dengan tatapan tak bersahabat.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2