Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Menjaganya dengan baik


__ADS_3

"Apa dia begitu lelah hingga tertidur seperti ini?" Kevin mendekat pada Queen lalu berjongkok. "Queen..." ucapnya pelan sambil menepuk tangan Queen yang berada di atas paha. "Queen." Ucap Kevin lagi. Bukannya tak ingin membiarkan Queen tidur, namun mengingat saat ini adalah jam makan siang dan Queen pasti belum makan karena menunggunya membuatnya terpaksa membangunkannya.


Tak membutuhkan waktu lama kedua kelopak mata Queen pun perlahan terbuka. "Ke-kevin..." ucap Queen terbata saat melihat wajah Kevin begitu dekat dengannya.


"Kau tertidur?" Ucap Kevin.


"Agh..." Queen menegakkan tubuhnya. Mengucek kedua matanya lalu kembali menatap pada Kevin yang kini sudah berdiri. "Maaf. Aku ketiduran." Balasnya.


"Apa kau sudah makan?" Tanya Kevin walau sudah tahu jawabannya.


Queen menggeleng. "Aku menunggumu." Balasnya apa adanya.


Hembusan nafas Kevin terdengar melambat. Kevin pun duduk di kursi yang bersebelahan dengan Queen.


"Apa kau sudah selesai rapat? Aku membawakan makan siang untukmu." Ucap Queen.


"Sudah. Seharusnya kau tidak perlu repot begini. Biar aku saja yang datang ke perusahaanmu." Ucap Kevin.


"Bukan hal yang sulit dan aku senang melakukannya." Balas Queen.


Kevin menggeleng melihat sikap Queen yang sulit untuk diberi pengertian.

__ADS_1


"Sudahlah... tidak perlu mengkhawatirkan keadaanku berlebihan. Lebih baik kita segera makan karena perutku sudah sangat lapar." Ajak Queen.


Kevin mengangguk mengiyakan. Setelahnya Queen pun mulai mengambilkan makanan untuk Kevin dan meletakkannya di hadapan Kevin. "Silahkan makan." Ucapnya seraya tersenyum.


Kevin terdiam. Dan lagi jantungnya berdetak lebih cepat walau hanya sekedar melihat senyuman tulus yang terbit di wajah cantik Queen. Tak mendapat balasan dari Kevin tak membuat Queen menghentikan niatnya untuk makan. Wanita hamil yang sudah sangat lapar itu pun segera memasukkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya.


"Jangan terburu-buru. Tidak ada yang ingin mengambil makananmu." Tegur Kevin.


Queen tersenyum kaku lalu mengurangi kecepatan mengunyahnya. Jujur saja perutnya sudah sangat lapar karena menunggu Kevin dan saat ini ia sangat ingin semua makanan yang ada dalam piringnya cepat masuk ke dalam perutnya.


Setelah menghabiskan waktu selama dua puluh menit menikmati makanan dan cemilan yang Queen bawa, akhirnya makan siang mereka pun selesai. Queen dan Kevin terlihat bekerja sama membersihkan sisa makan siang mereka dan membuangnya ke tempat sampah.


"Jam berapa kita akan berangkat ke rumah orang tuamu?" Tanya Queen setelah memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Baiklah. Kalau begitu aku akan menunggumu di rumah nanti." Ucap Queen.


Kevin menggeleng. "Tidak perlu. Aku yang akan menjemputmu ke perusahaan Papa Adam."


"Tapi bagaimana dengan mobilku?" Tanya Queen bingung.


"Biarkan saja. Besok aku akan mengantarkanmu pergi bekerja."

__ADS_1


Queen menghela nafas lalu mengangguk mengiyakan. "Terserah kau saja. Kalau begitu aku pamit kembali ke perusahaan dulu." Ucap Queen lalu bangkit.


Kevin mengangguk mengiyakan lalu ikut bangkit.


"Kau ingin kemana?" Tanya Queen melihat Kevin mengikutinya dari belakang.


"Aku akan mengantarkanmu sampai di lobby." Balas Kevin.


Queen menggeleng. "Tidak perlu. Aku bisa sendiri."


"Tidak ada bantahan." Ucap Kevin sambil terus berjalan.


Queen menghela nafasnya dan membiarkan Kevin mengantarkannya sampai di lobby perusahaan.


"Ingat jangan terlalu lelah." Ucap Kevin sebelum Queen masuk ke dalam mobilnya.


"Tenanglah. Aku akan menjaganya dengan baik." Ucap Queen seraya tersenyum. Senyuman yang memiliki dua arti.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.

__ADS_1


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2