
Queen segera bangkit dari duduknya lalu melangkah ke arah pintu apartemen. Saat pintu sudah terbuka betapa terkejutnya Queen melihat sosok yang kini sedang berdiri di depannya.
"Nona Melody?" Ucap Queen.
"Hai Nona Queen." Balas Melody dengan tersenyum tipis.
Queen membalas senyuman tipis Melody dengan senyuman manis di wajahnya. Buru-buru Queen menormalkan ekspresi keterkejutan di wajahnya saat Melody tengah menatap wajahnya intens.
"Ayo silahkan masuk, Nona." Ucap Queen ramah.
"Terimakasih Nona Queen." Balas Melody lalu berjalan masuk ke dalam apartemen.
"Silahkan duduk dulu, Nona. Saya pamit sebentar untuk membuatkan minum." Ucap Queen.
Melody hanya tersenyum seraya mengangguk sebagai jawaban. Setelah mendapatkan jawaban dari Melody, Queen pun segera melangkah ke arah dapur.
"Ada apa Nona Melody datang kemari?" Gumam Queen setelah berada di dapur. Queen mengelus dadanya dan mengatur nafasnya yang terdengar naik turun. Kedatangan Melody pagi ini sungguh mengejutkannya dan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Terlebih bagaimana wanita itu bisa tahu jika hari ini ia tidak masuk bekerja sehingga datang ke apartemennya dan Kevin. Pikirnya.
Merasa tak enak meninggalkan Melody terlalu lama, Queen pun segera membuatkan minum untuk Melody.
"Tenanglah Queen..." Queen menghembuskan nafasnya beberapa kali di udara sebelum keluar dari dapur sambil membawakan minuman untuk Melody.
__ADS_1
"Tidak banyak perubahan di apartemen ini setelah aku cukup lama tidak datang ke sini." Ucap Melody sambil menatap ke sekitar apartemen yang dapat ia jangkau.
Mendengar ucapan Melody, Queen menghentikan langkahnya sejenak saat semakin mendekat dengan Melody. Matanya mengikuti arah pandangan Melody sebelum akhirnya meletakkan minuman di hadapan Melody.
"Silahkan diminum." Ucap Queen berusaha tetap ramah walau ucapan Melody baru saja cukup membuatnya tersentil.
"Agh, Nona terlalu repot-repot." Ucap Melody. Wajahnya masih tersenyum manis menatap Queen.
Queen membalas senyuman Melody tak kalah manis. "Hanya membuat minuman dan itu tidak merepotkan." Balasnya.
Pandangan Melody turun menatap perut Queen yang kini sudah terlihat membuncit. Kedua tangannya perlahan terkepal saat mengingat bayi yang ada di dalam kandungan Queen adalah bayi dari pria yang sangat ia cintai.
Melody berupaya menormalkan ekspresi wajahnya. Pun dengan kepalan tangannya yang perlahan melonggar.
"Apa anda tidak bekerja hari ini, Nona?" Tanya Queen sekedar basa-basi.
"Saya bekerja." Balas Melody dengan singkat.
Queen mengangguk saja tanpa berniat bertanya kembali. Keheningan pun mulai menyelimuti saat Melody dan Queen memilih diam satu sama lain.
"Sudah berapa bulan?" Tanya Melody setelah menyeruput teh hangat yang Queen buatkan.
__ADS_1
"Sudah jalan empat bulan." Balas Queen yang paham arti pertanyaan Melody.
Melody menatap sesaat perut Queen sebelum akhirnya menatap wajah Queen kembali.
"Masih cukup lama untuk aku menunggu Kevin kembali menjadi milikku." Ucap Melody dengan tersenyum. Senyuman yang terlihat penuh arti.
Queen tertegun. "Apa maksud ucapan anda, Nona?" Tanyanya pura-pura tidak mengerti.
Senyuman manis di wajah Melody berubah sinis. "Saya rasa saya tidak perlu menjelaskannya karena anda pasti sudah memahaminya, Nona." Balas Melody.
"Saya tidak bisa begitu saja menyimpulkan apa yang ada di pikiran saya, Nona." Ucap Queen berusaha tetap tenang.
"Apa yang sedang kau pikirkan adalah pernikahanku dan Kevin yang akan terjadi setelah anak kalian lahir? Dan aku tegaskan apa yang ada di dalam pikiranmu saat ini adalah benar." Ucap Melody dengan wajah berubah datar.
***
Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnyaš¤
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1