
Mami Eve pun segera memberikan salah satu boneka di tangannya pada Zeline.
"Senengnya Zel tuh. Banak gini hadiahnya." Ucap Zeline seraya memeluk boneka besar yang tidak sepenuhnya dapat ia peluk.
Queen pun mendekat pada Zeline lalu memberikan paper bag di tangannya di hadapan Zeline. "Dan ini hadiah dari aunty Queen." Ucap Queen seraya tersenyum.
"Apa tuh, Nty?" Tanya Zeline dengan mata berkedip-kedip.
"Bukan hadiah yang besar, Zel. Kalau Zel ingin tahu ayo bukalah." Balas Queen.
"Mamah ini..." Zeline berjalan mendekat pada Naina lalu memberikan boneka di tangannya pada Naina.
"Apa Zel bisa membukanya sendiri?" Tanya Naina.
Zeline mengangguk lalu duduk di atas karpet untuk membuka isi paper bag dari Queen.
"Eve... kau lihat itu, Queen terlihat tidak canggung berada di dekat Naina begitu pun dengan Naina." Ucap Mama Hasna dengan berbisik pada Mami Eve.
Mami Eve mengangguk membenarkan. "Aku juga tidak menyangka Queen akan berbesar hati menerima kenyataan hidupnya." Ucap Mami Eve seraya menatap penuh arti wajah Queen yang sedang tersenyum pada Zeline.
__ADS_1
"Aku tahu Queen adalah wanita yang baik dan tulus. Dan aku harap putramu bisa membalas kebaikannya." Ucap Mama Hasna penuh harap.
Mami Eve menghela nafasnya. "Sebagai orang tua aku hanya ingin yang terbaik untuk putraku. Namun aku tidak bisa begitu saja merubah keputusan yang sudah kami sepakati bersama." Ucap Mami Eve.
Mama Hasna mengangguk paham. Percakapan mereka pun terhenti saat Zeline memperlihatkan pada mereka sebuah gaun pemberian Queen padanya.
"Tantik gini. Suka Zel tuh." Ucapnya sambil membolak-balikkan gaun di tangannya.
"Ayo bilang apa sama Aunty Queen?" Ucap Mama Hasna.
"Macih Nty." Ucap Queen malu-malu lalu berhambur memeluk tubuh Queen yang sedang duduk di atas karpet di dekatnya.
Di sebelah Queen Naina terlihat melebarkan senyumannya melihat ketulusan yang dapat ia tangkap dari wajah dan sikap Queen kepada putrinya. Perasaan bersalah yang sempat Naina rasakan pada Queen perlahan memudar begitu saja melihat ketulusan Queen pada putrinya.
Kau wanita yang baik Queen. Aku harap Kevin tidak akan pernah melepaskanmu atau dia akan menyesal. Batin Naina.
Seharian itu Queen dan Mami Eve lewati bermain bersama dengan Zeline dan memasak bersama Naina dan Mama Hasna. Keceriaan dan canda tawa mengisi kebersamaan mereka hingga akhirnya harus terhenti saat Queen dan Mami Eve berpamitan untuk pulang. Terlebih Queen harus segera beranjak pergi sebelum Daniel kembali ke rumahnya dan membuat suasana di antara mereka menjadi canggung.
"Apa kau lelah, Sayang?" Tanya Mami Eve menatap Queen yang sedang memejamkan kedua matanya di sebelahnya.
__ADS_1
Queen membuka kedua kelopak matanya lalu menggeleng. "Queen hanya mengantuk, Mami." Balas Queen apa adanya.
"Kalau begitu tidurlah. Mami akan membangunkanmu saat kita sudah sampai di rumah nanti." Ucap Mami Eve.
"Apa tak masalah, Mam?" Tanya Queen merasa tidak enak.
"Tidak masalah, Sayang. Tidurlah." Balas Mami Eve lalu kembali fokus pada jalanan yang mulai padat di depannya.
Queen tersenyum lalu kembali memejamkan kedua kelopak matanya. Tak membutuhkan waktu lama Queen pun mulai terlelap dalam tidurnya.
"Apa di dunia ini masih ada wanita setulus dirimu, Queen?" Gumam Mami Eve mengingat sikap Queen selama berada di rumah Daniel tadi.
***
Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnyaš¤
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1