Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Melakukan kewajiban


__ADS_3

Dengan hati-hati Kevin pun naik ke atas ranjang yang masih kosong di sebelah Queen. Ditatapnya kembali wajah Queen yang masih begitu damai dalam tidurnya dan entah mengapa terlihat begitu menggemaskan di matanya.


"Apa efek kehamilan membuatnya bertambah cantik seperti ini?" Gumam Kevin. Kevin pun menggelengkan kepalnya mengusir pemikiran kotor yang mulai memenuhi otaknya. "Sebaiknya aku tidur." Ucapnya kemudian lalu mulai menutup kedua kelopak matanya.


Pukul lima pagi, Queen terlihat menggeliat dalam tidurnya. Kedua matanya pun mulai mengerjap hingga akhirnya terbuka sempurna. Tak lama wajah cantik Queen nampak begitu terkejut saat melihat keadaan di sekitarnya. "Dimana aku?" Ucapnya dengan kedua mata membola. Tak lama Queen pun mengela nafas lega saat menyadari dirinya kini berada di apartemen Kevin setelah menatap Kevin yang masih tertidur pulas di sampingnya.


Menghembuskan nafas kasar di udara. "Hampir saja aku melupakan jika aku sudah menikah." Gumamya menepuk keningnya. Queen pun menatap pada jam dinding. "Sudah saatnya menjalankan kewajiban seorang istri." Gumamnya lagi mengingat tanggung jawabanya.


Dengan gerakan pelan dan hati-hati, Queen pun turun dari ranjang dan melangkah ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Setelahnya ia pun keluar dari dalam kamar menuju dapur.


"Sepertinya bahan-bahan masakan di sini sangat lengkap." Ucap Queen setelah melihat bahan-bahan masakan yang ada di dalam kulkas. Sejenak berpikir, Queen pun memutuskan membuat sarapan dari bahan-bahan yang tersedia. "Semoga waktunya cukup." Gumam Queen lalu mulai membersihkan bahan-bahan masakan.


*


Di dalam kamar, Kevin terlihat kebingungan mencari keberadaan Queen yang tidak terlihat di dalam kamar. "Dimana dia?" Gumam Kevin. Tak ingin banyak berpikir, Kevin pun segera keluar dari dalam kamar untuk mencari keberadaan Queen.

__ADS_1


Saat hendak masuk ke dalam dapur mencari keberadaan Queen, Kevin menghentikan langkahnya melihat Queen yang lebih dulu keluar dari dalam dapur dengan pelipis yang nampak basah oleh keringat.


"Hai Kev. Kau sudah bangun?" Tanya Queen tersenyum manis.


Kevin terdiam mendapatkan senyuman manis dari Queen.


"Kev..." Queen melambaikan tangan di depan wajah Kevin karena tidak merespon ucapannya.


"Agh, ya. Aku baru saja bangun." Balas Kevin sedikit terbata.


Kevin menggelengkan kepalanya. "Aku ingin mencari keberadaanmu. Kenapa kau tidak ada di dalam kamar? Dan kenapa kau terlihat habis mengerjakan sesuatu?" Tanya Kevin.


"Aku baru saja selesai membuat sarapan untuk kita. Karena tadi kau terlihat sangat lelap tertidur, aku memutuskan untuk langsung ke dapur dan memasak menggunakan bahan-bahan yang tersedia di dalam kulkas." Terang Queen.


"Kau memasak?" Kevin sedikit terkejut mendengarnya.

__ADS_1


"Ya. Hanya sedikit untuk sarapan saja." Balas Queen.


Kevin menghela nafas sesaat. "Kenapa kau memasak? Lihatlah wajahmu berkeringat dan kelelahan akibat memasak." Ucap Kevin.


Queen tetap tersenyum. "Aku memasak karena aku masih sanggup melakukannya. Lagi pula aku tidak melakukan pekerjaan yang berat." Balas Queen.


Kevin mengusap rambutnya ke belakang. "Aku hanya takut kau kelelahan dan membahayakan kondisi anak kita." Tutur Kevin.


Tangan Queen terulur mengelus lengan Kevin. "Tenanglah... memasak bukan lah pekerjaan yang berat untuk dilakukan. Lagi pula aku hanya ingin melakukan tanggung jawab sebagai istri yang baik untukmu." Jawab Queen dengan lembut.


***


Lanjut?


Vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk🤗

__ADS_1


__ADS_2