Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Merasa tidak tenang


__ADS_3

"Baiklah. Terserah kau saja." Ucap Mirza tak ingin berdebat.


Queen tersenyum lalu segera keluar dari dalam ruangan kerjanya. Sepuluh menit berlalu Queen pun kembali ke dalam ruangan kerjanya dengan membawa nampak berisi teh dan cemilan.


"Silahkan diminum, Kak." Ucap Queen setelah meletakkan gelas di hadapan Mirza.


"Terimakasih, Queen." Balas Mirza.


Queen tersenyum lalu kembali duduk di posisi semula.


"Jadi kapan Kakak akan mulai bekerja?" Tanya Queen.


"Sepertinya satu minggu lagi karena masih ada hal yang harus aku urus sebelum bekerja di negara ini." Balas Mirza.


"Jadi selama Kakak berada di luar negeri siapa yang mengurus perusahaan keluarga Kakak di sini?" Tanya Queen lagi.


"Orang yang menjadi kepercayaan Papa. Dia sudah bekerja dengan keluarga kami lebih dari dua puluh tahun."

__ADS_1


Queen mengangguk paham. Percakapan di antara mereka pun terus berlanjut hingga akhirnya Mirza berpamitan lebih dulu untuk kembali ke hotel tempat ia menginap sebelum nanti siang kembali bertemu dengan Queen untuk makan siang bersama.


*


"Makan siang bersama?" Suara Kevin terdengar lirih setelah membaca pesan yang baru saja Queen kirimkan. "Apa dia ingin makan bersama dengan pria yang tadi pagi aku lihat?" Tanya Kevin. Jemarinya mengusap-usap layar ponselnya yang memperlihatkan pesan yang Queen kirimkan. Kevin kembali membaca pesan yang Queen kirimkan tanpa berniat untuk membalasnya.


Apa boleh? Sebuah pesan baru dari Queen kembali masuk karena tak mendapat balasan dari Kevin.


Kevin menghela nafasnya lalu mulai mengetik balasan untuk istrinya.


Ya, pergilah... balas Kevin singkat.


"Apa dia sangat senang pergi dengan teman prianya itu?" Gumam Kevin. Kevin pun beranjak dari kursi kebesarannya lalu berjalan ke arah jendela. "Tak masalah jika itu bisa membuatnya senang dan tak lagi memikirkan sikap Papa Adam yang masih saja dingin kepadanya." Gumam Kevin lagi.


Hingga jam makan siang pun tiba Kevin nampak tidak tenang duduk di ruangan kerjanya karena memikirkan istrinya saat ini. Berbagai pertanyaan mulai berkeliaran di benaknya memikirkan dengan siapa pastinya Queen sedang makan siang dan apakah pria yang Queen maksud adalah pria baik-baik.


Karena tidak tenang dengan pemikirannya sendiri Kevin pun memutuskan beranjak dari kursi kebesarannya lalu berjalan dengan langkah lebar keluar dari ruangan kerjanya. Saat ini ia hanya ingin memastikan Queen bersama orang yang tepat yang tidak mungkin menyakitinya dan calon buah hati mereka.

__ADS_1


"Kau ingin kemana?" Baru saja selangkah kakinya keluar dari ruangan kerjanya pandangan Kevin sudah disambut dengan wajah Marvel.


"Aku ada urusan di luar sebentar." Balas Kevin singkat.


"Apa kau lama? Padahal aku sudah tidak sabar membahas proyek kerja sama perusahaan kita." Seloroh Marvel.


"Aku tidak akan lama. Lebih baik sekarang kau menunggu di dalam ruangan kerjaku sampai aku kembali ke perusahaan." Titah Kevin.


"Tapi—" Marvel yang hendak protes pun menghentikan niatnya saat Kevin sudah berlalu begitu saja dari hadapannya.


"Sopan sekali dia." Gerutu Marvel merasa sebal. Tak ingin larut dala kekasalannya Marvel pun memilih pergi dari ruangan kerja Kevin.


"Dari pada menunggunya kembali ke perusahaan mending aku berkeliling mencari wanita cantik yang bisa dibawa kencan nanti malam." Gumam Marvel tersenyum menyeringai.


***


Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnya🤗

__ADS_1


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2