
"Aku pergi ke kamar dulu." Ucap Queen kemudian.
Kevin memilih diam dan membiarkan Queen beranjak dari hadapannya. Pandangannya tak lepas dari Queen yang mulai menjauh dari hadapannya. "Ada apa dengannya? Kenapa dia nampak berbeda?" Tanya Kevin.
Malam itu Kevin memilih untuk tidak masuk ke dalam kamarnya dan memilih kamar tamu sebagai tempat istirahatnya. Bukannya berniat membiarkan Queen seorang diri, hanya saja saat ini Kevin membutuhkan waktu untuk berpikir atas masalah yang terjadi di rumahnya tadi. Terlebih dengan sikap Queen saat ini yang tidak dapat ia tebak karena apa.
Sementara di kamarnya, Queen terlihat mengusap sudah matanya yang basah memikirkan hubungannya dan Kevin saat ini. "Aku harus kuat dan terbiasa dengan situasi seperti ini." Gumam Queen. Tangannya pun terulur mengelus perutnya yang membuncit. "Bertahanlah bersama Mommy. Kita akan pergi di saat waktunya sudah tiba." Ucap Queen pada anak yang ada dalam kandungannya.
Setelah memikirkan banyak hal yang menguras pikiran masing-masing, Queen dan Kevin pun tertidur di kamar yang berbeda dengan membawa beban pikiran yang tak kunjung hilang.
*
Pagi harinya Queen terbangun lebih dulu dan tidak mendapatkan keberadaan Kevin di sampingnya. "Dia tidak masuk ke kamar sejak kemarin?" Tanya Queen memperhatikan ranjang yang masih kosong di sampingnya masih nampak rapi.
Queen pun bangkit dari pembaringannya lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya sebelum ke dapur memasak sarapan untuk Kevin dan dirinya.
__ADS_1
Setelah keluar dari dalam kamarnya, Queen menatap pintu kamar tamu yang nampak tertutup rapat. "Apa dia tidur di sana tadi malam?" Tebak Queen.
Queen pun sudah dapat memastikan jawabannya karena tidak ada lagi tempat yang memungkinkan Kevin untuk tidur. Tak ingin terlalu banyak berpikir, Queen pun segera melangkah ke arah dapur untuk memasak sarapan.
*
Queen dan Kevin kini sudah nampak berkumpul di meja makan sambil menikmati sarapan pagi mereka dalam keheningan. Baik Kevin maupun Queen memilih diam hingga mereka selesai menghabiskan sarapan masing-masing.
"Biar aku yang mengantarkanmu bekerja hari ini." Ucap Kevin sebelum beranjak dari meja makan.
Queen terdiam sesaat lalu mengangguk sebagai jawaban. Melihat jawaban dari Queen membuat Kevin berpikir karena untuk pertama kalinya Queen mau menuruti keinginannya setelah kesepakatan yang mereka buat beberapa bulan lalu.
"Ayo berangkat." Ucap Queen setelah masuk ke dalam mobil.
Kevin menatap wajah Queen dengan intens. Ia mencoba membaca isi pemikiran Queen saat ini namun yang ia dapat hanyalah kesia-siaan karena Ia tak dapat membaca isi pemikiran Queen saat ini.
__ADS_1
Merasa diperhatikan oleh Kevin membuat Queen menolehkan wajahnya ke samping. Kevin pun kembali meluruskan pandangannya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan apartemen.
*
Dan seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya, sebelum pergi meninggalkan perusahaan kedua orang tua Queen, Kevin memilih berdiam diri sejenak memperhatikan Queen hingga masuk ke dalam perusahaan.
"Apa yang sedang ia pikirkan saat ini? Kenapa dia nampak semakin berubah?" Gumam Kevin.
Kevin terus memperhatikan tubuh Queen hingga lenyap dari pandangannya. Sedangkan Queen yang mengetahui jika Kevin memperhatikannya sejak tadi memilih terus melangkah dan menghela nafasnya yang semakin memberat.
"Mungkin ini untuk yang terakhir kalinya kira pergi bersama." Ucap Queen dalam hati dengan wajah yang berubah sendu."
***
Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnyaš¤
__ADS_1
Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiš¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.