Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Ada yang membutuhkannya


__ADS_3

Setelah selesai menaruh piring bekas makanan mereka dan mencucinya, Kevin pun kembali masuk ke dalam kamarnya. "Kenapa kau masih berada di sini?" Tanya Kevin pada Queen yang masih duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya.


"Aku menunggumu kembali untuk membahas ranjang." Jawab Queen.


Kening Kevin mengkerut dalam. "Membahas ranjang? Apa maksudmu?" Tanyanya bingung.


"Aku ingin bertanya dimana kau dan aku akan tidur." Jelas Queen.


Kevin mengangguk paham. "Kita akan tidur di ranjang yang sama. Bukankah saat ini kita sudah sah menjadi suami istri? Dan aku tidak ingin tidur terpisah darimu untuk memastikan kau dan anak kita baik-baik saja selama bersamaku." Jawab Kevin.


"Apa kau tidak keberatan?" Tanya Queen kembali.


"Jika aku keberatan aku tidak akan memutuskannya." Balas Kevin.


Queen sejenak menghela nafas. Kemudian ia pun bangkit dari sofa yang didudukinya. "Apa kau langsung ingin tidur?" Tanyanya yang sudah duduk di tepi ranjang.


"Tidurlah lebih dulu. Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini." Ucap Kevin.

__ADS_1


Queen mengangguk paham. Lagi pula ia sudah diberitahu tentang kerja Kevin yang terbengkalai karena mengurus pernikahan mendadak mereka. "Jangan tidur terlalu larut. Pikirkan kondisi kesehatanmu." Tutur Queen.


Kevin mengangguk. "Istirahatlah." Ucapnya.


Queen mengangguk lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Setelah melihat Queen berbaring, Kevin pun keluar dari dalam kamar menuju ruang kerjanya.


"Apa keputusanku saat ini sudah benar?" Gumamnya setelah duduk di kursi kerjanya. "Rasanya aku tidak sanggup menyakiti wanita sebaik dirinya." Helaan nafas Kevin semakin berat. Tak ingin larut dalam pemikirannya yang akan mengganggu konsentrasinya, Kevin pun memutuskan untuk membuka laptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaan yang sejak kemarin sudah menunggunya.


*


Malam sudah semakin larut. Namun Kevin masih terlihat sibuk berkutat dengan laptop dan beberapa dokumen di depannya. Walau mata dan tubuhnya sudah lelah dan mengantuk, namun Kevin tetap menguatkan tubuhnya mengerjakan tugasnya yang banyak terbengkalai agar hari esok bisa menyambut tugas baru yang sudah menantinya di perusahaannya.


Kevin menghela nafas panjang. Akibat terbiasa hidup sendiri di apartemen membuatnya lupa jika saat ini ada seorang wanita yang membutuhkan kehadirannya di dalam kamar. Buru-buru ia matikan layar laptopnya tanpa memperdulikan pekerjaannya yang hanya tinggal sedikit lagi. Setelahnya Kevin pun keluar dari ruang kerjanya dan masuk ke dalam kamarnya.


"Huft..." hembusan nafasnya terdengar lega saat melihat Queen begitu damai dalam tidurnya. Apa yang ditakutkannya tentang Queen yang mungkin membutuhkan bantuannya tidak terjadi.


Dengan langkah pelan dan hati-hati Kevin mendekat ke arah ranjang untuk sekedar melihat wajah cantik Queen yang begitu damai dalam tidurnya.

__ADS_1


"Tidurlah dengan nyaman. Aku akan menjagamu di sini." Gumam Kevin.


Setelah cukup memperhatikan wajah cantik Queen dan memastikan Queen baik-baik saja, Kevin pun melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.


Sepuluh menit berada di dalam kamar mandi, Kevin pun keluar dengan wajah yang semakin cerah. Senyuman tipis nampak terbit di wajah tampannya saat melihat Queen yang menggeliat dalam tidurnya sambil bergumam tidak jelas.


"Kenapa dia terlihat begitu menggemaskan?" Gumam Kevin.


***


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2