Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Terlalu memaksa


__ADS_3

"Masih lama ini sampainya, Om?" Tanya Zeline yang sudah tidak sabar untuk sampai di tempat kerja Queen.


Kevin mengarahkan pandangannya ke samping. "Sebentar lagi. Sabar ya Princess." Ucap Kevin lembut.


Zeline memperlihatkan deretan gigi kecilnya. "Ya Om." Balasnya malu-malu karena mendengar suara lembut Kevin.


Kevin melipat bibirnya lalu kembali fokus pada kemudi. Selama dalam perjalanan ke perusahaan orang tua Queen Kevin lewati dengan mendengar ocehan Zeline yang terus bercerita tentang kehidupan sehari-harinya setelah tinggal di rumah baru kedua orang tuanya yang sebenarnya sudah pernah Zeline ceritakan sebelumnya.


Tanpa terasa mobil pun telah memasuki gerbang perusahaan. Kevin memarkirkan mobilnya di parkiran lalu segera keluar dari dalam mobil karena kini kecemasannya kembali datang saat mengingat Queen yang sedang sakit.


"Sayang ayo keluar." Kevin segera mengangkat tubuh Zeline setelah melepas seatbelt di tubuhnya.


"Dah sampai tempat Anty ini Om?" Tanya Zeline sambil memperhatikan sekitarnya.


Kevin mengangguk lalu berjalan dengan langkah lebar memasuki perusahaan. Setelah menanyakan letak ruangan istrinya pada resepsionis, Kevin pun segera masuk ke dalam lift.


"Mana Anty ini Om?" Tanya Zeline setelah mereka keluar dari dalam lift.


"Aunty masih berada di dalam ruangannya." Balas Kevin sambil terus berjalan hingga sampai di depan ruangan Queen.


"Tuan Kevin?" Wajah Riri nampak terkejut melihat Kevin datang dengan menggendong anak kecil.


"Dimana Queen?" Tanya Kevin.

__ADS_1


"Nona Queen ada di dalam, Tuan. Tapi... siapa gadis kecil ini?" Tanya Riri yang tak dapat membendung rasa penasarannya.


"Anak Daniel." Balas Kevin lalu masuk ke dalam ruangan Queen.


"Oh astaga... anak dari mantan tunangan Nona Queen?" Ucap Riri sedikit keras sangking terkejutnya. Setelahnya Riri pun turut masuk ke dalam ruangan untuk memastikan pendengarannya tidak salah.


"Queen." Panggil Kevin pada Queen yang terlihat fokus pada komputer di depannya.


"Kevin?" Wajah Queen terlihat terkejut melihat kedatangan Kevin. Dan yang lebih membuatnya terkejut adalah sosok gadis kecil yang kini berada di gendongan Kevin. "Zeline..." lirih Queen.


Kevin semakin mendekat pada Queen. "Kenapa kau masih tetap bekerja?" Tanya Kevin memasang wajah cemasnya.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Queen kembali.


"Bukankah saat ini kondisimu sedang tidak baik-baik saja? Kenapa kau masih memaksakan untuk bekerja?" Tanya Kevin.


"Aku sudah tidak apa-apa." Balas Queen.


"Apa kau lupa dengan kesepakatan kita agar kau tetap bisa bekerja?" Tanya Kevin.


Queen mengangguk. "Tapi kondisiku kini sudah baik-baik saja." Balas Queen berbohong. Karena saat ini perutnya masih sedikit sakit dan ia tetap memaksa menyelesaikan pekerjaannya yang harus diserahkan esok hari.


"Kau tidak pandai berbohong, Queen." Tekan Kevin. Bukan tanpa alasan Kevin berbicara seperti itu terlebih melihat wajah Queen yang kini nampak pucat.

__ADS_1


"A-aku..." Queen tertunduk dan tidak bisa lagi untuk berbohong.


"Sekarang kita pulang! Lanjutkan pekerjaanmu esok hari." Ucap Kevin dengan tegas.


"Tapi pekerjaanku harus diserahkan besok, Kev." Queen mencoba menjelaskan duduk permasalahannya.


"Aku yang akan menyelesaikannya nanti malam." Balas Kevin dengan cepat.


Queen menghembuskan nafas kasar di udara lalu mengangguk. Lagi pula tidak ada lagi alasan untuk ia menolak perintah Kevin.


"Om napa malah-malah sih? Kasian Anty itu." Bisik Zeline di telinga Kevin sambil menatap pada Queen yang tengah bersiap untuk pulang.


***


Lanjut?


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen

__ADS_1


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2