
"Kau terlihat begitu ramah dengan mereka?" Ucap Kevin saat mobil semakin jauh meninggalkan perusahaan.
Senyuman di wajah Queen perlahan surut. "Ramah?" Tanyanya bingung.
"Ya." Kevin mengangguk. "Kepada security perusahaanmu." Lanjutnya kemudian.
Queen terdiam sesaat untuk mencerna maksud ucapan Kevin. "Aku memang senang berbicara dengan mereka. Mereka orang-orang yang asik dan baik." Balas Queen mengingat kedua securitynya.
"Selain mereka kau juga baik mau berbaur dengan karyawan di perusahaanmu." Balas Kevin.
"Perusahaan Papa." Koreksi Queen.
"Sama saja." Balas Kevin.
Queen membuang nafas bebas di udara. "Aku tidak sebaik itu. Aku hanya belajar menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia."
Kevin mengangguk tanda paham arti ucapan Queen. "Kau tidak ingin mereka terlihat begitu rendah di hadapanmu?" Tanya Kevin.
Queen mengangguk. "Seperti yang kau pikirkan. Memangnya kau tidak seperti itu?" Tanya Queen.
Kevin mengangkat kedua bahunya. Ia pun sulit mendeskripsikan sikapnya selama ini yang terkadang ramah, dingin, kaku dan kadang seperti batu.
__ADS_1
Queen tertawa kecil melihat wajah datar Kevin saat ini. Kevin pun tak memperdulikan tawa dari mulut Queen dan memilih fokus pada jalanan yang sedang padat di depannya.
"Siapa pria yang pergi makan siang denganmu tadi?" Tanya Kevin saat mobil sedang berhenti di lampu merah.
Queen menoleh menatap pada Kevin yang juga tengah menatapnya. "Seperti pesan yang aku kirimkan. Aku pergi bersama teman lamaku. Pria itu bernama Kak Mirza. Dia adalah pria yang pernah menjadi tetanggaku dulu." Jelas Queen.
"Rumah orang tuamu yang sekarang?" Tanya Kevin.
Queen menggangguk membenarkan. "Dari kecil aku sudah tinggal di rumahku yang sekarang dan rumah yang ada di sebelah kanan rumah orang tuaku adalah rumah orang tua Kak Mirza yang sekarang sudah menjadi rumah orang lain."
"Memangnya dia pindah kemana?" Kevin mencoba mengorek informasi.
"Kak Mirza dan keluarganya pindah ke luar negeri." Balas Queen.
Hingga dua puluh menit kemudian mobil pun telah sampai di depan rumah orang tua Kevin.
"Ayo turun." Ajak Kevin setelah melepas seat beltnya.
Queen mengangguk lalu turun dari dalam mobil.
"Apa kau tak masalah jika malam ini kita masih tidur di sini?" Tanya Kevin sebelum masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Queen menghentikan langkahnya. "Kenapa tidak yakin?" Tanyanya bingung.
"Aku hanya takut kau merasa tidak nyaman." Jelas Kevin mengingat kejadian kemarin malam.
Queen tersenyum mendengarnya. "Aku baik-baik saja. Lagi pula tidak ada hal yang membuatku tidak nyaman berada di sini." Jawab Queen apa adanya.
"Syukurlah kalau begitu." Balas Kevin lalu kembali melangkah masuk ke dalam rumah.
Queen tersenyum lalu ikut kembali melangkah.
"Queen... Kevin... kalian sudah pulang?" senyuman di wajah Mami Eve terkembang saat melihat kedatangan Queen dan Kevin.
"Mami habis dari mana?" Tanya Kevin melihat banyaknya barang belanjaan yang ada di atas sofa.
"Seperti yang kau pikirkan. Mami baru saja pulang dari mall."
"Pulang dari Mall? Lalu boneka-boneka itu untuk siapa?" Tanya Kevin menatap dua buah boneka besar yang berada di samping Mami Eve.
"Tentu saja untuk Zeline. Karena besok Mami akan datang ke rumah Daniel jadi Mami berinisiatif membawakan boneka sesuai dengan kesukaan cucu Mami." Balas Mami Eve dengan wajah senang.
***
__ADS_1
Lanjut?