Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Dia tetap cucu kami


__ADS_3

Mami Eve pun mengangguk sebagai jawaban.


Papi Niko menghela nafas barang sejenak. "Mami harus ingat jika saat ini kita sudah memiliki seorang menantu yaitu Queen. Mau seperti apa ujung dari pernikahan anak-anak kita nanti sebagai orang tua kita harus menjaga perasaan anak dan menantu kita dengan baik." Tutur Papi Niko.


Mami Eve terdiam cukup lama mencerna ucapan Papi Niko. "Apa Papi tidak menyukai Melody?" Tanya Mami Eve kemudian.


"Bukan tidak menyukainya. Namun Papi hanya ingin menjaga jarak agar Queen tidak merasa tersisihkan jika ada Melody di antara kita." Papi Niko menjeda ucapannya sejenak. Memberi ruang untuk Mami Eve untuk berpikir. "Papi rasa Mami cukup paham apa maksud ucapan Papi." Lanjut Papi Niko kemudian.


Mami Eve mengangguk dengan wajah bersalah. "Lain kali Mami akan bersikap lebih bijak jika ada Melody di antara kita." Janji Mami Eve.


"Bagus. Papi tahu Mami adalah wanita yang bijak sama seperti Hasna." Ucap Papi Niko.


"Semoga saja." Balas Mami Eve tak ingin mengiyakan.


Di balik dinding yang tak jauh dari ruang tamu, Queen mengusap kedua pipinya yang tiba-tiba basah setelah mendengarkan ucapan Papi Niko dan Mami Eve. "Terimakasih Mami dan Papi. Maaf jika tadi Queen sempat berpikiran buruk pada kalian." Ucap Queen dengan lirih. Setelah memastikan air mata yang membasahi kedua pipinya sudah hilang, Queen pun keluar dari tempat persembunyiaannya.

__ADS_1


Percakapan diantara Papi Niko dan Mami Eve terhenti saat melihat Queen berjalan ke arah mereka.


"Queen..." Mami Eve tersenyum canggung menatap pada Queen. Hatinya kini merasa bersalah memikirkan perasaan Queen yang sedang mengandung cucunya saat ini.


"Mami..." Queen memberikan senyuman manisnya seolah tadi ia tidak mendengarkan percakapan apa-apa dari Papi Niko dan Mami Eve.


"Kemarilah." Pinta Mami Eve.


Queen mengangguk lalu berjalan mendekat pada Mami Eve. Seolah paham maksud dan tujuan istrinya, Papi Niko pun beranjak dan pindah duduk di sofa single yang berhadapan dengan sofa Mami Eve.


Queen kembali menurut. Tak berbeda dengan Mami Eve, saat ini Queen pun merasa canggung berada dekat dengan Mami Eve dan Papi Niko.


"Bagaimana kondisi kandunganmu saat ini? Kemarin Mami sempat mendengar kau mengalami keram perut." Ucap Mami Eve lembut.


Queen tertegun mendengarnya. "Saat ini kandungan Queen baik-baik saja, Mami. Keram perut kemarin hanyalah efek dari Queen yang terlalu banyak pikiran." Jawab Queen kemudian.

__ADS_1


"Memangnya apa yang mengganggu pemikiranmu, Sayang?" Mami Eve menunjukkan kekhawatirannya.


"Bukan masalah besar. Semenjak hamil Queen memang mudah memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan." Jawab Queen.


Tangan Mami Eve terulur mengusap lembut perut Queen yang masih rata. "Tidak perlu memikirkan hal yang belum pasti kejadiannya. Saat ini kau yang harus kau pikirkan adalah kandunganmu dan menjaga kandunganmu agar tetap sehat sampai kau melahirkan nanti." Pesan Mami Eve.


Queen mengangguk mengiyakan. "Queen akan mengusahakannya, Mami." Ucap Queen.


"Dan ingat, anak yang ada di dalam kandunganmu itu adalah calon penerus keluarga kami. Tidak ada perbedaan apa pun untuknya walau kehadirannya terjadi akibat kesalahan dari dirimu dan Kevin. Dia tetap cucu Mami dan Papi. Dan kau harus yakin jika kami pasti akan menyayanginya seperti kami menyayangi Kevin sedari kecil." Tutur Papi Niko lembut.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2