
Kevin segera menjauhkan tubuhnya. "Apa aku mengganggu tidurmu?" Tanya Kevin tanpa memperdulikan keterkejutan Queen.
"E-eh tidak." Ucap Queen sedikit terbata. Queen pun bangkit dari pembaringannya dengan wajah yang sudah memerah.
"Kenapa kau bangkit? Istirahatlah kembali." Tutur Kevin.
"Kita sudah sampai di apartemenmu?" Queen menatap kesekelilingnya. "Kenapa kau tidak membangunkanku?" Tanyanya bingung.
"Karena aku tidak ingin mengganggu tidurmu." Balas Kevin. "Kau tidak ingin melanjutkan tidurmu?" Tanya Kevin kemudian karena Queen belum menjawab pertanyaannya yang sebelumnya.
"Ti-tidak. Aku ingin membersihkan tubuhku lebih dulu." Balas Queen dengan cepat.
"Baiklah. Tunggulah sebentar." Kevin memutar tubuhnya lalu berjalan ke arah lemari. Mengambil selembar handuk yang masih baru lalu membawanya ke arah ranjang. "Mandilah. Kopermu ada di sana jika kau ingin mengambil pakaian." Ucap Kevin sambil mengarahkan pandangan pada koper Queen yang tadi ia letak di samping lemari.
Queen menerima handuk dari Kevin lalu mengangguk. "Terimakasih." Ucapnya lalu dengan perlahan turun dari ranjang.
Kevin menggeser sedikit tubuhnya memberi ruang pada Queen untuk melewatinya. Tatapan matanya terus tertuju pada Queen yang tengah berjalan ke arah kopernya.
"Aku keluar dulu. Jika kau membutuhkan sesuatu panggil saja aku." Ucap Kevin.
"Baiklah. Terimakasih." Jawab Queen dan Kevin menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
__ADS_1
Queen mengelus dadanya setelah pintu kamar tertutup dari luar oleh Kevin. Queen mengatur nafasnya yang mulai naik turun dengan detak jantungnya yang bekerja lebih cepat. "Kenapa tadi dia bisa berada sedekat itu denganku?" Gumam Queen. "Lebih baik aku segera mandi sebelum dia kembali lagi." Ucapnya kemudian lalu bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi.
*
Tiga puluh menit kemudian, Kevin terlihat masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan yang berisi susu hamil dan sepiring nasi beserta lauk-pauk di dalamnya.
"Kau sudah selesai mandi?" Tanya Kevin tanpa menatap Queen yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Ya. Aku baru saja selesai." Balas Queen. Tatapannya pun tertuju pada isi nampan yang dibawa Kevin. "Apa itu untukku?" Tanya Queen sambil mendekat pada Kevin yang sedang meletakkan makanan dan susu di atas meja.
"Ya. Ini adalah makan malam dan susu hamil untukmu." Balas Kevin.
Queen terdiam sesaat. "Apa kau sudah makan?" Tanyanya kemudian.
Queen menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Ya. Sepertinya anak kita ingin kita makan bersama." Ucapnya sedikit malu.
Kevin terdiam. Pandangannya beralih pada perut Queen yang masih datar. "Tunggulah sebentar. Aku akan mengambil makanan untukku." Ucap Kevin.
"Baiklah." Balas Queen.
Kevin pun bangkit dengan membawa nampan di tangannya. Kemudian ia pun keluar dari dalam kamar untuk mengambil makanan untuknya.
__ADS_1
"Dia sungguh perhatian dengan kehamilanku." Queen tersenyum tipis menatap segelas susu hamil di depannya. "Walau pun dia tidak mencintaiku, namun dia mencintai anak kami." Gumam Queen semakin melebarkan senyumannya. Entah mengapa saat ini Queen merasa sangat bahagia mendapatkan perhatian dari seorang pria yang mencintai anaknya.
Tak lama menunggu, Kevin pun telah kembali dengan satu piring nasi beserta lauk-pauk dan minuman air putih di atas nampan.
"Kenapa kau belum makan?" Tanya Kevin menatap makanan Queen yang belum tersentuh.
"Aku menunggumu untuk makan bersama. Bukankah kau ingin menemaniku makan malam ini?" Ucap Queen dengan tersenyum manis yang membuat jantung Kevin berdetak lebih cepat.
***
Lanjut?
Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗
Like
Vote
Komen
Hadiah
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.