Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Terlalu berpikiran buruk


__ADS_3

"Malam ini Mami meminta kita untuk tidur menginap di rumah." Ucap Kevin setelah mereka selesai menyantap sarapan.


Queen mengangkat kepalanya yang tertunduk. "Menginap di rumahmu?" Tanya Queen.


Kevin mengangguk sebagai jawaban.


Queen menghela nafas sesaat. "Tapi aku takut bertemu dalam waktu lama dengan kedua orang tuamu." Ucap Queen jujur.


"Tidak perlu cemas begitu. Mami pasti akan menerimamu dengan baik." Ucap Kevin menenangkan. Sedikit banyaknya Kevin cukup paham apa yang ada di dalam pemikiran Queen saat ini.


Kesepuluh jemari Queen bertaut. Walau saat acara pernikahan kedua orang tua Kevin menunjukkan sikap baiknya namun tetap saja hatinya merasa awas sebab kehadirannya adalah sebuah kesalahan untuk rencana pernikahan Kevin dan Melody.


"Aku takut." Lirih Queen.


"Sudah aku katakan jangan cemas apa lagi takut. Percayalah jika Mami dan Papiku akan menerimamu dengan baik. Jika tidak untuk apa mereka memintamu menginap di rumah." Tutur Kevin.


Queen kembali menghela nafasnya yang kian memberat. "Baiklah. Tapi aku mohon jangan meninggalkanku terlalu lama. Aku takut dengan pemikiranku sendiri." Pinta Queen.


"Memangnya kau memikirkan apa lagi? Apa kau memikirkan jika respon kedua orang tuaku tidak akan baik bahkan sampai bersikap buruk padamu dengan perlakuan fisik?" Tebak Kevin.


Queen mengangguk jujur sebagai jawaban.


Kevin menggelengkan kepalanya. "Lain kali jangan terlalu sering menonton drama yang akan membuatmu hanyut dalam ceritanya." Ucap Kevin.

__ADS_1


Queen hanya diam dan tak lagi menjawab.


"Jadi bagaimana?" Tanya Kevin kemudian.


"Baiklah. Aku akan ikut." Putus Queen.


Kevin mengangguk. Mendorong kursinya ke belakang lalu bangkit. "Apa kau yakin mau mengendarai mobil sendiri?" Tanya Kevin.


"Ya. Aku lebih senang membawa kendaraan sendiri ke perusahaan." Balas Queen.


"Baiklah. Ayo berangkat." Ajak Kevin.


Queen mengangguk lalu turut bangkit dari duduknya.


*


"Nona Queen." Suara Riri yang terdengar cukup keras membuat lamunan Queen buyar seketika.


"Riri, kau mengagetkanku!" Ucap Queen seraya mengelus dadanya.


"Maafkan saya, Nona. Tapi sejak tadi Nona hanya diam saat saya ajak berbicara." Ucap Riri.


Queen menghela nafasnya sesaat. "Maaf, saya sedang tidak fokus." Balas Queen.

__ADS_1


"Apa Nona sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Riri.


Queen mengangguk membenarkan lalu tanpa diminta menjelaskan apa yang membuatnya kepikiran sejak tadi. "Jadi menurutmu bagaimana?" Tanya Queen.


"Menurut saya kedua orang tua Tuan Kevin adalah orang yang bijak. Dan saya yakin mereka tidak akan melakukan hal di luar batas. Lagi pula saat pernikahan Nona dan Tuan kemarin mereka sama sekali tidak menunjukkan rasa tidak sukanya pada Nona." Ucap Riri.


Queen terdiam lalu mencerna apa yang Riri katakan. "Sepertinya saya terlalu berpikiran buruk." Keluh Queen.


"Hilangkanlah semua pemikiran buruk Nona yang akan membuat Nona tidak tenang dan berakibat buruk pada kandungan Nona." Ucap Riri.


"Baiklah. Kalau begitu saya pamit dulu." Ucap Queen tiba-tiba.


"Nona ingin kemana?" Tanya Riri merasa bingung.


"Saya ingin ke perusahaan Kevin." Balas Queen seraya tersenyum penuh arti.


"Jangan bilang jika Nona ingin gantian membawa makan siang untuk Tuan Kevin?" Tebak Riri yang turut tersenyum penuh arti.


***


Lanjut? Vote yang banyak dulu yukšŸ–¤


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar MenikahišŸ–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2