Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Untuk apa aku di sini?


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Kevin terlihat berjalan tergesa-gesa memasuki apartemennya setelah mendapatkan pesan dari salah satu pengawalnya yang ia perintahkan untuk menjaga Queen mengatakan jika Queen keluar dari gedung apartemennya dengan membawa dua buah koper besar bersama seorang pria yang sudah ia pastikan adalah Mirza.


"Queen..." panggilnya dengan nada sedikit keras. Tak mendapatkan sahutan dari manapun membuat Kevin berjalan ke arah kamarnya dan membuka pintu kamarnya sedikit kasar. "Queen..."panggilnya lagi semakin keras. Kevin masih ingin meyakinkan jika apa yang dikatakan pengawalnya tidaklah benar dan Queen masih berada di dalam apartemennya. Namun apa yang ia harapkannya tidak sesuai harapan karena di saat ia membuka lemari pakaian Queen lemari sudah nampak kosong dari pakaian Queen.


"Dia benar pergi?" Gumam Kevin dengan tangan yang sudah terkepal erat. Kevin pun keluar dari dalam kamarnya untuk menghampiri asistennya yang masih menunggunya di luar apartemen.


Tubuh tinggi dan kekar pengawalnya seketika berguncang saat Kevin dengan tiba-tiba menarik kerah bajunya. "Kenapa kau begitu ceroboh membiarkan istriku pergi?" Bentak Kevin. Wajahnya terlihat merah menahan amarahnya saat ini.


"Maafkan kelalaian saya, Tuan. Di saat saya ingin mengejar mobil Nona Queen tiba-tiba saja ada seseorang yang menghalangi jalan saya." Jelasnya.


"Bodoh!" umpat Kevin lalu mendorong kasar tubuh pengawalnya hingga mundur beberapa langkah. Kevin pun meninggalkan pengawalnya begitu saja dan berlari ke arah lift. "Kenapa kau pergi?" ucap Kevin setelah masuk ke dalam lift. Kevin pun segera menelefon pengawalnya yang lain untuk mencari keberadaan Queen saat ini.

__ADS_1


Sementara di lain tempat, Queen terlihat mengatur nafasnya yang naik turun setelah berhasil lari dari kejaran anak buah Kevin yang sudah bergerak mencari keberadaannya.


"Apa kau yakin ingin pergi?" Tanya Mirza untuk yang ke sekian kalinya. Karena ia tidak ingin Queen menyesal dengan keputusannya saat ini.


Queen mengangguk dengan pasti. "Aku yakin. Lagi pula apa lagi yang aku harapkan di kota ini? Tidak ada satu pun cinta untukku bahkan dari kedua orang tuaku." Queen tersenyum miris di akhir ucapannya. Apa lagi jika teringat kejadian beberapa minggu yang lalu saat ia ingin meyakinkan keputusanya untuk pergi. Di depan matanya sendiri Queen melihat kedua orang tuanya dapat tertawa dengan lepas bersama kolega bisnis Papa Adam sedangkan dirinya harus menahan tangis sebab menahan rindu yang terlalu dalam pada mereka. Queen dapat melihat dengan jelas tidak adanya kerinduan di mata kedua orang tuanya saat melihatnya. Sugguh miris ia rasakan di saat dirinya sedang membutuhkan mereka untuk menguatkannya. Terlebih sebentar lagi ia akan melewati proses persalinan.


Pun dengan Daniel, cinta pertama yang sudah empat tahun ia perjuangkan kini nampak begitu bahagia dengan kehidupan barunya bersama Naina. Dan suaminya Kevin, dalam hitungan bulan lagi akan meninggalkanya. Bahkan Queen sudah mendapat kabar jika pernikahan Kevin dan Melody akan diselenggarakan dengan mewah. Dapat Queen pastikan jika pernikahan Kevin besok adalah pernikahan yang dinantikan kedua keluarga besar Kevin dan Melody. Berbeda dengan pernikahannya yang terjadi karena sebuah kesalahan.


"Kau harus tahu jika cintaku akan terus bersamamu."Ucap Mirza sungguh-sungguh.


"Berjanjilah jika kau akan bahagia di tempat yang baru." Ucap Mirza kemudian karena tidak mendapatkan jawaban dari Queen.


"Aku berjanji untuk itu. Tidak akan aku biarkan hati dan pemikiranku bernasib sama seperti saat aku berada di sini." Ucap Queen dengan yakin.

__ADS_1


Mirza tersenyum mendengarnya. Saat ini ia sudah semakin yakin membawa Queen pergi bersamanya ke tempat yang baru dan berharap kebahagiaannya dan Queen akan hadir di sana.


"Jam berapa kita akan pergi?" tanya Queen.


"Tunggulah sebentar. Asistenku masih menyiapkan mobil untuk kita pergi." Ucap Mirza.


"Baiklah." Balas Queen dengan tersenyum.


Mirza pun berpamitan sebentar untuk melakukan panggilan dengan asistennya. Sementara Queen terdiam di posisinya dengan pikiran yang kembali melayang pada sosok baru yang sudah menghancurkan cinta yang ia punya.


"Hari ini atau pun besok, kami akan tetap berpisah. Lalu untuk apa aku masih tetap bertahan jika ujungnya akan berakhir sama?" Gumam Queen dengan mata yang sudah mengembun.


***

__ADS_1


Jangan kaget, perjalanan cinta Queen dan Kevin akan berlanjut ke buku yang baru. Jadi ditunggu saja, ya, teman-teman. Jika ada yang bertanya kenapa dilanjutkan ke buku yang baru, karena ada beberapa hal yang tidak bisa shy jelaskan di sini. Terimakasih🤗


__ADS_2