Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Roti untuk Mami


__ADS_3

Sesuai perkataan Kevin tadi siang, sore harinya Kevin pun datang ke perusahaan Papa Adam untuk menjemput Queen pulang bekerja. Setelah menunggu sepuluh menit di depan gerbang, akhirnya Queen pun masuk ke dalam mobilnya.


"Kenapa tidak memperbolehkanku masuk ke perusahaan?" Tanya Kevin mengungkapkan kebingungannya sejak tadi.


"Aku tidak ingin kau menjadi incaran wanita di perusahaan Papa saat kau masuk ke perusahaan." Balas Queen.


"Maksudnya?" Kening Kevin semakin mengkerut.


Queen menghela nafas sesaat. "Kau paham betul bagaimana wanita di perusahaan Papa dan perusahaanmu dan teman-temannu jika bertemu kalian bukan?" Tanya Queen yang malas mengungkapkan maksud hatinya.


Kevin terdiam beberapa saat lalu mengangguk paham sebagai jawaban. Setelahnya ia pun mulai menjalankan mobilnya meninggalkan perusahaan milik Papa Adam menuju kediaman kedua orang tuanya.


"Tunggu sebentar." Di pertengahan jalan Queen meminta Kevin untuk memberhentikan mobilnya saat melihat toko kue ternama langganannya.


"Ada apa?" Tanya Kevin.


"Aku ingin membeli roti yang ada di sana sebentar untuk dibawa ke rumah Mami." Ucap Queen.


Kevin mengikuti arah pandangan Queen. "Tidak perlu repot begitu. Mami akan tetap menyambut kedatangan kita walau kita tidak membawa apa-apa." Ucap Kevin.


"Walau pun begitu aku tetap ingin membawanya." Ucap Queen.

__ADS_1


Kevin menghela nafasnya. Percuma saja jika ia menolak kembali ucapan istrinya itu. "Baiklah. Ayo turun." Ajak Kevin.


"Kau ingin kemana?" Tanya Queen.


"Aku akan menemanimu membeli roti." Jelas Kevin.


"Tapi itu tidak—" ucapan Queen terpotong.


"Iya atau tidak sama sekali." Ucap Kevin dengan tegas.


"Agh, baiklah." Balas Queen tak ingin berdebat. Walau dalam hatinya saat ini merasa tidak perlu dengan tawaran Kevin yang menurutnya berlebihan.


Setelah lima belas menit berada di dalam toko roti, Queen dan Kevin pun keluar dengan menenteng plastika berisikan macam-macam roti di tangan masing-masing.


Queen menggeleng sebagai jawaban. "Aku rasa ini cukup. Balasnya.


Kevin mengangguk lalu kembali menjalankan mobilnya. Melewati perjalanan cukup lama dibandingkan biasanya karena macet cukup parah akibat perbaikan jalan menuju rumah orang tua Kevin membuat mereka sampai di saat hari sudah mulai gelap.


"Ayo masuk." Ajak Kevin pada Queen yang nampak terdiam di depan mobilnya.


Queen mengangguk lalu mengikuti langkah Kevin walau hatinya kini tengah meragu.

__ADS_1


"Kevin..." Mami yang baru keluar dari dalam dapur berjalan tergesa-gesa ke arah ruang tamu saat melihat kedatangan Kevin dan Queen.


Tubuh Queen menegang dengan jantung berdetak lebih cepat saat langkah Mami semakin dekat dengan mereka.


"Kevin anak Mami..." ucap Mami lalu memeluk Kevin barang sejenak.


Queen tertunduk dengan wajah sendu melihat Mami tidak menyapanya sama sekali. Namun sesaat kemudian kesenduan di wajahnya itu berubah tegang saat Mami memeluk tubuhnya begitu saja.


"Hai Queen menantu Mami." Ucap Mami seraya tersenyum.


Queen menatap penuh wajah Mami untuk melihat adakah ketulusan di sana. Namun yang ia lihat hanyalah ketulusan tanpa adanya kepura-puraan.


"Kami membawakan roti untuk Mami." Udap Kevin sambil menyerahkan plastik roti kepada Mami.


Mami menerimanya lalu tersenyum. "Kalian terlalu repot-repot. Tapi... bagaimana bisa kalian tahu roti kesukaan Mami?" Tanya Mami merasa senang.


"Agh benarkah? Apa Mami dan Queen memiliki toko roti langganan yang sama?" Tanya Queen yang turut tersenyum senang.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yukđź–¤

__ADS_1


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2