Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Suami idaman


__ADS_3

Kevin... ucap Queen dalam hati.


Kevin terus memberikan usapan lembut di perut Queen hingga rasa keram yang tadi Queen rasakan hilang begitu saja.


"Apa masih keram?" Tanya Kevin lembut.


Queen menggeleng sebagai jawaban karena rasa keram pada perutnya memang sudah hilang begitu saja sejak tangan Kevin mengusapnya.


Kevin pun menjauhkan tangannya. Dan di luar dugaan, Queen kembali meringis merasakan keram pada perutnya.


"Apa perutmu kembali keram?" Tanya Kevin.


"Shht... ya..." balasnya pelan.


Kevin menghela nafas lalu kembali mengusap perut Queen. "Sepertinya dia ingin tidur dengan usapan tangan Daddynya." Ucap Kevin.


Queen tertegun menyadari ucapan Kevin ada benarnya.


"Tidurlah. Aku akan terus mengusap perutmu hingga kau tertidur pulas." Janji Kevin.


"Ta-tapi..." Queen meragu.

__ADS_1


"Aku akan tidur kembali setelah kau tidur." Ucap Kevin yang seolah paham isi pemikiran Queen.


Queen akhirnya menurut dan perlahan memejamkan kedua kelopak matanya. Perasaan nyaman mulai memenuhi relung hatinta saat merasakan lembutnya tangan Kevin yang masih mengelus perutnya.


Apa benar anak Mommy ingin tidur dengan usapan tangan Daddy? tanya Queen dalam hati.


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Queen pun tertidur pulas. Kevin menghela nafas lega mendengar dengkuran halus dari hembusan nafas Queen yang menandakan Queen sudah lelap dalam tidurnya.


"Tidurlah dengan lelap." Gumam Kevin lalu menaikkan selimut hingga menutupi dada Queen. Setelahnya Kevin pun kembali berbaring dan mulai memejamkan kedua kelopak matanya karena sejak tadi sudah merasakan kantuk yang teramat pada matanya.


*


"Dimana Kevin?" Saat membuka mata, Queen merasa terkejut karena tak melihat keberadaan Kevin di samping tubuhnya. "Apa dia di dalam kamar mandi?" Tebaknya menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat. "Tapi kenapa tidak ada suara?" Lanjutnya lagi. Tak ingin banyak berpikir, Queen pun memilih turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Tidak ada orang." Gumamnya setelah membuka pintu kamar mandi. "Mungkin dia sedang berada di luar kamar." Tebaknya lagi. Melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi, Queen pun memilih membasuh wajahnya lebih dulu sebelum ke dapur membuatkan sarapan untuk Kevin.


"Kevin?" Queen dibuat terkejut saat memasuki dapur dan melihat Kevin tengah menyajikan sarapan di atas meja makan.


"Kau sudah bangun?" Tanya Kevin tanpa menghentikan aktivitasnya.


"Kau memasak?" Tanya Queen tanpa membalas ucap Kevin.

__ADS_1


"Seperti yang kau lihat." Balas Kevin apa adanya.


Queen menghela nafas lalu berjalan mendekat pada Kevin. "Kenapa kau melakukannya? Harusnya aku yang memasak sarapan untukmu." Ucap Queen merasa bersalah.


"Tidak perlu banyak berpikir. Aku melakukannya karena aku ingin. Lagi pula kau harus banyak istirahat. Selagi bisa aku akan membantu pekerjaanmu." Balas Kevin.


"Tapi..." ucapan Queen terhenti karena Kevin dengan cepat memotongnya.


"Lebih baik sekarang kau mandi dan bersiap untuk pergi bekerja." Titah Kevin.


"Biarkan aku membantumu lebih dulu." Ucap Queen dengan cepat.


"Menurutlah." Ucap Kevin tak ingin dibantah.


Queen menghela nafas lalu mengangguk mengiyakan. Setelahnya ia pun berjalan keluar dari dalam dapur dengan perasaan campur aduk.


"Kenapa kau bersikap layaknya suami idaman pada umumnya? Kau terlalu baik hingga aku takut salah paham mengartikan sikap baikmu kepadaku." Gumam Queen sambil berjalan ke kamarnya.


***


Lanjut? Vote yang banyak dulu yukšŸ–¤

__ADS_1


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar MenikahišŸ–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2