Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
8. Part 8


__ADS_3

Seminggu kemudian...


Di hotel berbintang lima...


Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Ya, hari pernikahan Afandi dan Nesia.


Disinilah peraduan terakhir Nesia, setelah semua ini akan banyak yang akan berubah. Mulai menempuh hidup baru dengan berbagai macam rintangan, dan ditambah lagi pernikahan tanpa dasar cinta.


Tampaklah kedua mempelai bergandengan menuju altar pelaminan untuk menyambut para tamu. Saat ini Afandi dan Nesia sudah dah menjadi pasangan suami istri.


Nesia yang tampak seperti putri dengan memakai gaun mewah dan elegan.



Afandi dengan setelan jas yang membuat nya tampak sangat tampan.



Membuat para tamu kagum dengan pengantin yang satu ini.


Suara riuh tepuk tangan mengiringi langkah kaki mereka. Tak lupa dengan fotografer yang sibuk mengabadikan momen berharga ini.


Akhirnya mereka pun sampai di altar pelaminan. "Tersenyumlah sedikit, jangan merusak suasana. " bisik Nesia malas.


Para keluarga mulai datang ke depan untuk mengucapkan selamat. Yang pertama mengucapkan selamat adalah Farhan.


"Selamat menempuh hidup baru cucu kakek, semoga kalian tetap bersama seumur hidup. Fandi, tolong belajar mencintai Nesia, kakek yakin kau bisa menjaga dan menyayangi Nesia, jaga dia untuk kakek." ucap Farhan sendu menatap Afandi.


"Kakek... " ucap Nesia memeluk Farhan.


"Kakek makasih buat semuanya, kakek selalu ada buat Nesia, makasih. Nesia janji bakal selalu jagain dan bahagiain kakek. " ucap Nesia dengan bulir air mata membasahi pipi mulusnya.

__ADS_1


Mereka pun melepas pelukannya. "Jaga dia. " ucap Farhan menepuk bahu Afandi.


"Fandi janji kek." ucap Afandi.


Saat nya giliran Dena dan Rico. "Wah, menantu mama sangat cantik, jangan nangis dong. " ucap Dena memeluk Nesia.


"Fandi, jaga menantu papa." ucap Rico menatap Fandi.


Dena pun melepas pelukannya, "Ini kado dari mama, kamu pakai nanti ya, awas nggak dipakai, nanti mama marah." ucap Dena tersenyum.


Akhirnya semua keluarga sudah menyampaikan ucapan selamat mereka. Afandi dan Nesia segera duduk sejenak, melepas lelah mereka.


Nesia melihat sekeliling, mencari keberadaan seseorang, yang katanya hari ini akan datang ke pernikahan nya.


Para tamu undangan seketika ricuh, melihat seorang pria yang membawa koper menuju altar pelaminan.


Tak lupa awak media yang datang segera mengambil foto pria itu.


Pria itu pun segera berlari, meninggalkan kopernya menuju Nesia.


Dia adalah Nathan Ferdi Wijaya, seseorang yang dipertemukan di New York saat Nesia menimba ilmu disana. Menemani dan selalu menjaga Nesia 7 tahun lamanya, membuat ia sangat menyayangi Nesia, seperti adik kandungnya.


Walaupun mereka bukan saudara kandung, tapi hubungan mereka sangat dekat, sama halnya dengan kakak dan adik, tanpa ada rasa di antara mereka. Sejak pertemuan mereka, mereka sudah berjanji menyepakati perjanjian yang mereka buat.


Farhan tersenyum dengan kedatangan Nathan, membuat Rico dan Dena bingung. "Pa, siapa laki-laki itu?" tanya Dena penasaran.


Farhan tersenyum, "Dia adalah Nathan, kakak angkat Nesia. Aku juga sudah mengangkat nya sebagai cucu ku, agar ada yang membantu Nesia. Aku juga menyayangi nya, karena dia sangat baik dan cerdas." ucap Farhan.


"Dia sangat tampan dan gagah." sambung Rico melihat Nathan.


Saat sampai dihadapan Nesia, Nathan segera memeluk Nesia,membuat Afandi bingung.

__ADS_1


"Adik kesayangan kakak, kamu sangat cantik. Selamat menempuh kehidupan baru, cantik. Kamu harus selalu tersenyum, jangan buat kakak sedih ya. " ucap Nathan melepas pelukannya.


Jujur dalam hati Nathan, ia sangat takut Fandi tidak pernah mencintai Nesia. Apalagi membangun rumah tangga tanpa adanya cinta. Mungkin Nesia tidak akan bahagia, itu membuat Nathan gagal menjadi kakak yang selalu ingin melihat Nesia tersenyum. Hanya doa yang selalu ia panjatkan, agar Nesia bertemu dengan kebahagiaan nya.


"Fandi, kenalin ini kakak angkat aku." ucap Nesia menatap Afandi.


"Wah, apa ini adik ipar kakak, dia sangat tampan dan gagah. Aku hanya berpesan satu hal padamu, kalau kau belum bisa mencintai adikku, setidaknya jangan pernah membuat nya sakit hati, dengan kecemburuan. Adikku sangat tidak suka dengan kecemburuan apalagi perselingkuhan, tolong ingat itu." ucap Nathan menatap Afandi.


Mendengar itu, membuat Afandi teringat dengan ulahnya minggu lalu. Pantas saja, Nesia tidak pernah tampak setelah hari itu.


"Iya kak, aku janji tidak akan menyakiti nya." ucap Afandi.


"Ingat saya paling tidak bisa melihat adik kesayangan ku menangis. " ucap Nathan.


"Kakak... " ucap Nesia terharu.


.


.


.


.


____Bersambung____


jangan lupa like and vote ya kak....


ikutin terus ya...


see you....

__ADS_1


__ADS_2