Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Aku tidak menyesalinya


__ADS_3

"A-aku... aku tidak menyangka jika keadaan itu bisa membuatku hamil. Aku tidak bisa berpikir jernih saat itu. Aku sadar ini semua memang salahku." Sesal Queen


Kevin menghembuskan nafas kasar di udara. "Kau tahu apa yang aku takutkan waktu itu saat kau menahanku untuk mengeluarkannya?" Tanya Kevin.


Queen menggeleng.


"Saat inilah yang aku takutkan. Dia hadir namun aku tidak bisa bertanggung jawab atas dirinya. Aku tidak bisa memberikan bentuk tanggung jawab apa pun atas dirimu dan dirinya saat ini." Ucap Kevin.


Queen mengangkat kepalanya yang tertunduk. Lagi, Kevin mengatakan jika ia tidak bertanggung jawab atas kehamilannya.


"Tapi kenapa?" Queen berusaha mempertanyakannya kembali walau ia sudah sempat mendengarkan alasan Kevin.


Raut wajah Kevin berubah tidak bersahabat. "Alasan yang pertama, kau adalah mantan kekasih sahabatku dan yang kedua aku akan menikah dalam waktu dua bulan lagi. Untuk kedua kalinya aku katakan alasan aku tidak mungkin bertanggung jawab atas dirimu." Tekan Kevin.

__ADS_1


"Apa saat ini kau menyesal telah menyentuhku karena anak ini akhirnya ada?" Tanya Queen. Kedua bola matanya mulai tergenang hingga pandangannya terasa buram.


"Aku sangat menghargaimu sebagai mantan kekasih sahabatku, Queen. Kejadian kemarin benar-benar di luar akal sehatku. Jika kau katakan aku menyesal, ya, aku sungguh menyesal karena tidak menggunakan akal sehatku waktu itu. Namun aku tidak menyesali anak itu akhirnya hadir di dalam rahimmu. Dia adalah anakku. Dan aku pasti akan menyayanginya." Terang Kevin.


Queen dibuat terdiam. Ada rasa hangat yang mengisi relung hatinya saat mendengar Kevin tidak menyesal karena hadirnya janin yang ada di dalam rahimnya bahkan Kevin juga berkata menyayanginya.


"Namun maafkan aku karena aku tidak bisa memberikan bentuk tanggung jawab apa pun atas dirimu selain tanggung jawab untuk anak kita nantinya." Lanjut Kevin kemudian.


"Kau jangan bercanda, Queen!" Sentak Kevin.


"Aku mohon... Papaku sudah mengetahui jika saat ini aku sedang hamil. Dan dia ingin kau datang ke hadapannya dan bertanggung jawab atas diriku." Ucap Queen.


"Aku tidak bisa melakukannya." Balas Kevin dengan cepat.

__ADS_1


"Kev..." Queen bangkit dari duduknya lalu berjongkok di hadapan Kevin sambil mengatupkan kedua tangannya di dada.


"Apa yang kau lakukan Queen!" Kevin berupaya menegakkan kembali tubuh Queen namun sekuat tenaga Queen menahannya.


"Aku mohon Kev... aku sadar ini semua adalah salahku. Salahku yang tidak mau mendengarkan perkataanmu waktu itu dan lebih memilih mengutamakan hawa naf-suku. Namun saat ini aku benar-benar membutuhkan tanggung jawabmu, Kev. Aku sangat membutuhkannya." Queen mulai menangis tersedu-sedu.


"Mamaku... Mamaku saat ini sedang sakit dan aku tidak bisa melihat keadaanya karena Papa melarangku untuk datang ke rumah sampai aku membawa ayah dari anakku ke hadapannya. Aku sangat mengkhawatirkan keadaan Mama, Kev... aku sangat menyayanginya... aku takut Mama kenapa-napa karena ulahku... aku sangat ingin menemui Mamaku, Kev... ku mohon tolong aku." Ucap Queen dengan menghiba-hiba di hadapan Kevin. "Ku mohon tolong aku, Kev... aku mohon..." Lanjut Queen kemudian dengan semakin merendahkan tubuhnya.


***


Jangan lupa berikan vote, like dan komennya sebelum lanjut ke bab berikutnya☺️


Jangan lupa follow IG SHy ya : @shy1210_ untuk mengetahui informasi update☺️

__ADS_1


__ADS_2