Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Memang wanita baik


__ADS_3

Suasana di ruang tamu pun berubah canggung karena tatapan Daniel dan Queen yang saling beradu. Queen dan Daniel pun buru-buru memutus tatapan mereka dan menatap ke arah lain.


"Daniel benar. Nona Queen memang adalah wanita yang baik." Timpal Naina tiba-tiba seraya tersenyum.


Daniel mengarahkan pandangan pada istrinya yang kini tengah tersenyum tulus. "Sama seperti dirimu yang juga baik dan tulus, Sayang." Balas Daniel.


Naina semakin melebarkan senyumannya mendengar ucapan Daniel.


Di posisinya Queen terlihat menghembuskan nafas lega karena Naina tidak salah paham atas ucapan Daniel padanya.


"Zeline sayang, ayo duduk dulu." Ajak Queen pada Zeline yang masih berdiri sambil memegang cup es krimnya.


"Ya, Nty." Balas Zeline lalu duduk di atas sofa.


Naina, Daniel dan Kevin pun turut duduk di atas sofa.


"Setelah es krimnya habis kita langsung pulang ya Sayang." Ucap Daniel pada Zeline.


Zeline menghentikan suapan es krimnya. "Masih mau main sini ini, Pah." Protes Zeline.


"Zel bisa bermain lagi di sini lain waktu. Saat ini sudah waktunya Zel untuk pulang." Tutur Daniel.

__ADS_1


Bibir Zeline mengerucut menunjukkan kekesalannya saat ini. "Ya deh, Pah." Balasnya menurut.


Naina dan Queen tersenyum di tempat duduk masing-masing melihat Zeline yang terlihat enggan dibawa pulang.


Setelah menghabiskan satu cup es krimnya, Daniel pun benar-benar membawa Zeline pulang ke rumah mereka. Suasana canggung di antara Queen dan Daniel pun hilang setelah kepergian Zeline, Naina dan Daniel dari apartemen Kevin.


"Kau masih mencintainya?" Tanya Kevin saat masuk ke dalam kamar.


Queen yang sedang fokus memainkan ponselnya pun menghentikan aktivitasnya. Tatapannya pun beralih pada Kevin yang sedang menunggu jawaban darinya.


"Dia siapa yang kau maksud?" Tanya Queen walau sudah tahu jawabannya.


"Sepertinya tidak perlu aku sebutkan siapa dia." Balas Kevin semakin mendekat pada Queen.


Kevin mengangguk paham lalu duduk di sebelah Queen.


"Empat tahun bukanlah waktu yang singkat. Tidak semudah itu aku melupakan Daniel dalam waktu dekat. Namun percayalah jika aku sudah belajar mengikhlaskannya." Ucap Queen.


Kevin memiringkan kepalanya hingga kini ia dapat melihat wajah sendu Queen dengan jelas. "Jangan bersedih. Kau dan dia memiliki jalan takdir yang berbeda. Namun percayalah suatu saat kau pasti akan bahagia." Tutur Kevin.


Queen mengangguk mengiyakan. "Untuk saat ini biarlah semuanya hilang seiring berjalannya waktu. Aku sudah ikhlas melepaskannya terlebih dia lepas ke pelukan wanita yang benar." Ucap Queen mencoba tersenyum.

__ADS_1


"Jangan terlalu memaksa perasaannu." Ucap Kevin seolah paham maksud ucapan Queen.


"Aku tidak memaksa. Lebih tepatnya sadar diri untuk melupakan apa yang tidak ditakdirkan menjadi milikku." Jelas Queen.


Kevin terdiam dan tak lagi bersuara karena saat ini ia tengah memikirkan maksud ucapan Queen saat ini yang entah mengapa seperti menyiratkan sesuatu kepadanya.


"Apa kau ingin mandi?" Tanya Queen setelah Kevin terdiam beberapa saat.


Kevin mengangkat wajahnya lalu menatap Queen. "Ya. Badanku sangat gerah dan membutuhkan air untuk meredakannya." Balas Kevin.


"Baiklah. Kalau begitu tunggulah sebentar." Ucap Queen lalu bangkit dari duduknya.


"Kau ingin apa?" Tanya Kevin menahan pergerakan Queen.


"Menyiapkan air untuk kau mandi." Balas Queen apa adanya.


***


Lanjut? Vote yang banyak dulu ayukšŸ–¤


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar MenikahišŸ–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2