Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Kau lah bentuk terindah


__ADS_3

Selama dalam perjalanan menuju perusahaan, Kevin tak henti memikirkan ucapan Queen saat di apartemen sebelum ia berangkat bekerja.


Aku selalu mengingatnya. Dia-lah yang menjadi prioritasku saat ini. Karena hanya dia yang akan menjadi pelipur laraku di saat semua orang meninggalkanku nantinya termasuk dirimu.


Kevin mendesah-kan nafas kasar di udara saat ucapan itu kembali terngiang di telinganya. "Maafkan aku Queen." Ucap Kevin mengerti arti ucapan Queen dan mengingat akhir dari pernikahan mereka nantinya. "Maaf jika akhirnya kau akan terluka dengan akhir kisah kita." Lanjutnya kemudian dengan lirih.


Mobil pun terus melaju hingga akhirnya sampai di depan perusahaan. Kevin menghembuskan nafasnya di udara dan memasang wajah datarnya sebelum turun dari dalam mobil.


Puk


Tepukan cukup kuat di bahunya membuat Kevin sontak membalikkan tubuhnya dan menatap tajam pelaku yang telah memukulnya.

__ADS_1


"Kau..." geram Kevin menatap sosok yang tidak ia harapkan kehadirannya di situasi hatinya yang sedang tidak baik saat ini.


*


Tak berbeda jauh dengan Kevin yang terus memikirkan ucapan Queen tentang akhir pernikahan mereka, Queen pun turut memikirkan ucapannya tadi yang kini membuat suasana hatinya memburuk.


"Aku tidak boleh bersedih." Ucap Queen seraya mengusap air mata yang mulai jatuh membasahi kedua pipinya. "Harusnya sejak awal aku sudah membatasi hatiku agar tidak berharap dalam bentuk apa pun dengan pernikahan ini. Harusnya aku sadar siapa aku dan apa artinya pernikahan ini untuknya." Queen menghela nafasnya yang semakin memberat.


Bukannya berhenti, air mata Queen justru semakin mengalir deras mengingat buah hatinya yang harus kehilangan sosok ayahnya setelah ia lahir ke dunia nantinya. Walau Kevin sudah berjanji akan bertanggung jawab penuh pada buah hati mereka namun Queen sadar itu semua tidak akan mungkin terjadi apa bila Kevin sudah menikah dengan Melody nantinya. Queen yang sangat paham bagaimana sikap Kevin menyadari jika Kevin pasti akan menjaga penuh hati istrinya dan mungkin akan sulit untuk membagi waktunya untuk buah hati mereka.


"Queen... kau tidak boleh seperti ini." Queen mengusap kasar air mata yang membasahi kedua pipinya. "Kau harus belajar menjadi sosok yang kuat mulai saat ini untuk anakmu nantinya. Peranmu sebagai ibu akan bertambah menjadi ayah dan kau harus bisa membantengi dirimu dari kerasnya kehidupan ini." Gumam Queen menguatkan hati dan pemikirannya.

__ADS_1


"Hiks..." agh, betapa kuatnya Queen menguatkan hatinya agar tidak bersedih dengan jalan hidupnya yang begitu menyedihkan, namun Queen tetaplah wanita pada umumnya yang bisa lemah jika mengingat buah hatinya. "Anak Mommy... buah hati Mommy... kau adalah bentuk terindah dari baiknya yang Tuhan berikan untuk Mommy. Ayo berjuang bersama Mommy melewati terang dan gelapnya hidup ini. Mommy sangat beruntung bisa dipercayai Tuhan untuk memilikimu." Gumam Queen seraya mengelus perutnya.


Ting Tong


Suara bel apartemen yang berbunyi membuat tangisan Queen terhenti. Queen menatap ke arah pintu yang masih tertutup rapat itu dengan perasaan bingung. "Siapa itu? Siapa yang datang bertamu pagi-pagi begini?" Tanya Queen merasa bingung.


***


Berikan vote dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnyašŸ¤—


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar MenikahišŸ–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2