Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Biar aku saja


__ADS_3

"Aku menunggumu untuk makan bersama. Bukankah kau ingin menemaniku makan malam ini?" Ucap Queen dengan tersenyum manis yang membuat jantung Kevin berdetak lebih cepat.


"Emh, ya, aku akan menemani makan." Ucap Kevin sedikit terbata.


"Kalau begitu ayo duduk." Queen menggeser sedikit tubuhnya untuk memberi ruang pada Kevin duduk di sampingnya.


Kevin mengangguk lalu duduk di samping Queen.


"Selamat makan." Ucap Queen dengan lembut.


"Ya, selamat makan." Balas Kevin sedikit kaku.


Queen tersenyum lalu mulai menyuapkan nasi beserta sedikit lauk ke dalam mulutnya. Sedangkan di sebelahnya Kevin nampak diam-diam memperhatikan gerak-gerik Queen yang begitu anggun saat makan.


"Apa kau tidak merasa mual?" Tanya Kevin melihat Queen yang begitu lahap menyantap makanannya tanpa henti. Padahal dari yang ia dengar dari asisten Queen jika sedang makan seperti ini Queen acap kali berhenti untuk menghilangkan rasa mualnya.


Queen terdiam lalu menggeleng. "Aku tidak merasakan apa pun." Balasnya apa adanya lalu kembali menyantap makanannya.


"Syukurlah bila seperti itu." Balas Kevin lalu fokus memakan makanannya sendiri.

__ADS_1


Aku juga bingung kenapa bayiku tidak rewel saat makan seperti saat ini? Biasanya dia selalu rewel dan mengajakku berjalan-jalan ke kamar mandi. Batin Queen bertanya-tanya.


Setelah lima belas menit menikmati makanan dan cemilan yang Kevin bawakan, akhirnya Queen pun selesai menghabiskan makanannya. Sedangkan Kevin sudah lebih dulu siap bahkan kini ia tengah memainkan ponselnya sambil menunggu Queen selesai makan.


"Sudah selesai?" Tanya Kevin menatap pada Queen.


Queen mengangguk. "Aku sudah kenyang." Balasnya.


Kevin mengangguk paham. "Minumlah susu hamilmu." Titah Kevin sambil mengarahkan pandangan pada gelas susu untuk Queen.


Queen menghela nafas panjang lalu mengangguk mengiyakan. Walau jujur saja saat ini perutnya sudah terasa penuh dan tidak sanggup menerima susu hamilnya.


Kepala Queen seketika menggeleng cepat. "Tidak perlu." Queen mengambil piringnya lalu memegangnya kuat. "Biar aku saja yang membersihkan piringmu dan piringku." Balasnya.


"Untuk kali ini tidak ada bantahan. Saat ini lebih baik kau segera istirahat kembali karena tubuhmu pasti sangat lelah dan membutuhkan istirahat." Ucap Kevin dengan tegas. Kevin pun segera mengambil alih piring bekas Queen dan menutupinya dengan piring bekasnya.


"Kev..." Queen memegang tangan Kevin. "Biar aku saja." Ucapnya masih mencoba memaksa.


"Lain kali kau bisa melakukannya." Balas Kevin lalu menurunkan tangan Queen yang tengah memegang tangannya.

__ADS_1


Queen menghela nafas panjang lalu mengangguk. "Kenapa dia tidak membiarkanku melakukan kewajibanku sebagai seorang istri? Lirih Queen bertanya-tanya saat Kevin sudah hilang dari balik pintu. Walau Queen paham degan sikap Kevin yang sangat baik dan perhatian sejak dulu, namun tetap saja menerima kebaikan Kevin saat menjadi seorang istri seperti saat ini cukup membuatnya tidak enak hati dan jantungnya berdetak begitu cepat.


"Ingat Queen. Jaga hati dan pemikiranmu. Jangan sampai kau mengharapkan suatu yang lebih darinya. Cukuplah dia hanya menjadi ayah dari anakmu saja. Dan sebentar lagi akan ada wanita yang siap menggantikan posisimu setelah anak kalian lahir." Gumam Queen.


***


Lanjut?


Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗


Like


Vote


Komen


Hadiah


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2