
Keesokan harinya...
09.00
Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Nesia segera bersiap ingin ke suatu tempat. Namun, sebelum berangkat ia akan menyempatkan diri untuk sarapan bersama Farhan.
"Pagi, kakek." ucap Nesia sambil menarik kursi dan duduk dihadapan Farhan.
"Pagi, sayang. Mau kemana kok rapi sekali?" tanya Farhan melihat penampilan Nesia.
Nesia pun tersenyum, "Mau ke kantor kek, tapi sebelum itu mau kerumah mama dulu." ucap Nesia memasukkan sesuap nasi ke mulutnya.
"Wah, itu bagus. Kamu harus sering kesana biar lebih dekat. " ucap Farhan tersenyum.
"Ooh iya kek, menurut kakek apa pernikahan Nesia akan bertahan lama?" tanya Nesia menatap Farhan.
Mendengar itu membuat Farhan terdiam, bingung ingin mengatakan apa. Namun, ia segera menarik senyumannya agar tidak mengecewakan Nesia.
"Kata kamu ingin menikah sekali seumur hidup, bukan?" tanya Farhan.
"Iya kek. " jawab Nesia cepat.
"Maka dari itu, kamu harus berusaha mempertahankan nya. Belajar cintai Fandi, walau itu sulit. Kakek yakin cucu kakek pasti bisa." ucap Farhan tersenyum.
"Iya kek, Nesia akan usaha semampu Nesia. Suatu saat, Nesia akan tunjukkin sama kakek, kalau Nesia bisa. Dan semoga kami memang berjodoh." ucap Nesia tersenyum tipis.
***
Setelah menyelesaikan sarapannya, Nesia segera melajukan mobilnya menuju kediaman Rico untuk bertemu Dena.
Beberapa saat kemudian, ia pun sampai ditempat tujuannya. Nesia segera turun dan melangkah kan kakinya masuk.
Menurut Nesia, jika pagi begini ibu rumah tangga pasti tengah sibuk di dapur. Segera Nesia melangkahkan kakinya menuju dapur, setelah bertanya pada pelayan yang sempat ia jumpai tadi.
Dan benar saja, Dena tengah sibuk mencuci piring. Nesia bingung, mengapa dia mencuci piring, padahal ada pelayan yang pastinya di bayar untuk kebutuhan rumahnya.
"Mama... " ucap Nesia pelan menghampiri Dena.
Seketika, Dena pun menoleh. "Wah, ada menantu mama." ucap Dena mencuci tangannya lalu menghampiri Nesia.
"Duduk sayang." ucap Dena menarik kursi untuk Nesia.
"Nesia bisa sendiri ma." ucap Nesia tidak enak.
"Nggak papa, sayang. Ooh iya, apa kamu datang sendiri?" tanya Dena duduk dihadapan Nesia.
"Iya ma, emang kenapa?" tanya Nesia bingung.
__ADS_1
"Mama takut, nanti tiba-tiba ada wartawan ngejar kamu kayak waktu itu. Apalagi karena berita semalam." ucap Dena.
"Nggak papa kok ma, soalnya kan semalam kakek udah beresin semuanya." ucap Nesia.
"Ooh iya sayang, kamu bisa masak?" tanya Dena menatap Nesia.
Mendengar itu membuat Nesia bingung. Dibilang bisa, memang iya. Tapi, jika dia ingin memasak harus ada niat dulu.
"Bisa kok ma, walau kadang kurang rasa." ucap Nesia tersenyum Kikuk.
"Kalau gitu bantuin mama masak yok. Sekalian nanti bawain Fandi makan siang." ucap Dena semangat.
"Iya ma." ucap Nesia tersenyum.
***
Gyara Company...
Sesampainya di depan perusahaan Afandi, Nesia pun menghentikan mobilnya. Segera ia turun tak lupa dengan bekal makanan yang dititipkan Dena.
Nesia segera menyusuri jalan yang ada didepannya, setiap karyawan yang berpapasan dengannya menundukkan kepalanya memberi hormat. Itu mungkin, sejak berita yang diumumkan orang suruhan Farhan, tentang rencana pernikahan mereka satu minggu ke depan.
Saat sampai di meja resepsionis, karyawan yang ada disitu segera memberikan hormat pada Nesia. "Siang buk. " ucap resepsionis itu menundukkan kepalanya.
"Apa kamu bisa, mengantarkan saya ke ruang kerja pak Afandi?" tanya Nesia.
***
"Ini buk, ruang kerjanya." ucap resepsionis itu tersenyum.
"Baik, terimakasih ya." ucap Nesia juga tersenyum.
Nesia pun segera membuka pintu nya dan melangkahkan kakinya masuk. Ia pun mendapati Afandi duduk di meja kerjanya, tetapi menghadap ke belakang.
" Kalau ini bukan untuk tentang kehidupan ku, aku tidak ingin bertemu pria menyebalkan ini." batin Nesia pasrah.
Melihat keadaan seperti ini, membuat ia menemukan sebuah ide.
"Selamat siang Pak, ini ada makan siang buat bapak." ucap Nesia cepat.
Seketika Afandi berbalik, mendapati Nesia tersenyum puas bisa mengejutkan dirinya.
"Wanita memalukan ini." ucap Afandi kesal.
Mendengar itu membuat Nesia, seketika kesal. "Dasar pria menyebalkan ini, " ucap Nesia tidak mau kalah.
"Kau mau apa?" tanya Afandi dingin.
__ADS_1
Nesia segera mendekat ke meja Afandi, "Aku hanya ingin mengantar makan siang ini. " ucap Nesia malas.
"Letakkan saja disitu, kau boleh pergi." ucap Afandi tanpa menatap Nesia.
"Aku juga ogah lama-lama disini, apalagi dengan pria menyebalkan sepertimu." ucap Nesia sinis meletakkan bekalnya dan segera melangkahkan kakinya.
Sampai diluar, Nesia menghela napasnya. "Dasar pria tidak tau terimakasih." ucap Nesia kesal.
Segera Nesia melangkahkan kakinya, menuju luar gedung perusahaan. Namun, ada yang membuatnya menghentikan langkah kakinya.
Itu sebuah ruangan di samping ruang kerja Afandi, yang mungkin ruang kerja sekretaris nya. Nesia tak sengaja mendengar pembicaraan tiga orang wanita, yang sepertinya membicarakan Afandi.
Dan untung saja, pintunya sedikit terbuka, membuat Nesia bisa mengintip percakapan mereka.
"Bagaimana mungkin, pak Fandi akan segera menikah dengan wanita itu. Selama ini saja, tidak ada seorang wanita yang dekat dengannya. " ucap sekretaris itu kesal.
"Sudahlah, bilang saja kau tidak bisa menghiklaskan nya karena kau sangat mencintai pak Fandi. " ucap seorang wanita di samping nya.
"Betul tuh, sudahlah jangan bermimpi. Apa kau tau calon istrinya itu seorang Ceo perusahaan terkenal dan kau hanya seorang sekretaris. Ditambah lagi calon istrinya itu sangat ramah dan baik hati." ucap salah seorang wanita di depannya.
"Aah, itu memang benar. Tapi sepertinya mereka dijodohkan, aku yakin. Dan pak Fandi mungkin tidak mencintai nya, aku akan mencari cara agar pak Fandi jatuh ke dalam pelukanku. " ucap sekretaris itu tersenyum licik.
Mendengar itu membuat Nesia, ingin menghampiri sekretaris itu dan memakinya. Namun, itu bukan caranya.
Nesia segera berbalik, lalu berjalan cepat kembali ke ruang kerja Afandi. "Dasar wanita bodoh, kau kira kau bisa." ucap Nesia tersenyum puas.
Tanpa dia sadari, Afandi tadi memperhatikan nya. Saat ingin mengejar Nesia, mengatakan terimakasih.
.
.
.
.
.
.
___Bersambung____
Next? ikutin terus ya....
jangan lupa like and vote ya kak🥰
love, love...
__ADS_1
See you...... 👋