Takdir Setelah Perpisahan

Takdir Setelah Perpisahan
Tidak seperti yang dibayangkan


__ADS_3

"Sebenarnya aku cukup penasaran dengan apa yang Melody bicarakan. Namun sepertinya sangat tidak pantas jika aku terlalu ingin tahu tentang urusan dan percakapan di antara mereka. Mungkin saja mereka ingin membahas masalah pernikahan mereka beberapa bulan lagi bukan?" Gumam Queen.


Sepuluh menit berlalu Kevin keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Pandangannya langsung tertuju pada Queen yang kini sudah duduk di atas ranjang dan menatap kosong ke depan.


Dia melamun? Tanya Kevin dalam hati. Kevin pun berjalan ke arah ranjang dengan langkah lebar.


"Kenapa kau belum juga tidur?" Tanya Kevin.


Lamunan Queen buyar seketika. "Kevin? Kau mengagetkanku." Ucap Queen seraya mengelus dadanya.


"Apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa belum juga tidur?" Tanya Kevin tanpa menjawab ucapan Queen.


"Aku tidak memikirkan apa-apa." Balas Queen.


"Lantas kenapa kau belum juga tidur?" Tanya Kevin.


"Aku sedang menunggumu." Balas Queen.


"Apa kau ingin aku mengusap perutmu lagi?" Tebak Kevin.


Queen menggeleng cepat. "Bukan begitu. Hanya saja aku belum terbiasa berada di kamar ini." Balasnya.


Walau tahu Queen sedang berbobong padanya, Kevin memilih mengangguk percaya saja. Kevin pun berjalan memutari ranjang lalu naik ke atas ranjang. "Tidurlah. Aku sudah berada di sini." Ucapnya lembut.


Queen mengangguk lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Lebih baik ia mengikuti ucapan Kevin dengan mencoba untuk tidur walau saat ini matanya belum mengantuk sama sekali.

__ADS_1


Deg


Beberapa menit berlalu Queen dikejutkan dengan tangan Kevin yang tiba-tiba sudah berada di atas perutnya.


"Biarkan aku mengusap perutmu. Sepertinya kau kesulitan untuk tidur." Ucap Kevin lalu mengusap perut Queen.


Kevin... ucap Queen dalam hati lalu mempererat pejaman matanya.


*


"Queen? Kau sudah bangun?" Mami Eve menatap tersenyum pada Queen yang baru saja memasuki dapur.


"Sudah Mami." Balas Queen seraya berjalan mendekat pada Mami Eve. "Ada yang bisa Queen bantu, Mami?" Tanya Queen.


Mami Eve dengan cepat menggeleng. "Tidak perlu membantu Mami itu akan membuatmu lelah." Ucap Mama Eve.


"Tidak perlu repot begitu, Sayang. Lagi pula banyak pelayan yang bisa membantu Mami. Lebih baik sekarang kau duduk saja. Mami tidak ingin kau lelah." Ucap Mami Eve lagi.


Queen menatap Mami Eve dengan wajah penuh harap. Pagi ini adalah pagi pertama ia berada di rumah mertuanya dan sangat tidak enak jika dia tidak melakukan apa-apa di rumah mertuanya.


Mami Eve menghela nafasnya. "Baiklah. Kalau begitu kau bisa membantu Mami memotong sayur saja." Ucap Mami Eve tak ingin menantunya merasa tak enak hati.


"Baiklah, Mami. Queen akan melakukannya." Balas Queen dengan tersenyum.


Mami Eve turut tersenyum lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


*


"Kau dari mana saja?" Tanya Kevin saat Queen masuk ke dalam kamar mereka.


"Aku baru saja dari dapur." Balas Queen.


"Dari dapur? Sedang apa kau di sana?" Tanya Kevin. Ini sudah hampir setengah jam ia menunggu Queen kembali ke dalam kamar setelah ia bangun dari tidurnya dan tidak mendapatkan sosok Queen di sampingnya.


"Aku membantu Mami membuat sarapan. Apa kau sudah mandi?" Tanya Queen kembali.


Kevin mengangguk. "Apa Mami membiarkanmu membantunya?" Selidik Kevin.


"Awalnya tidak karena Mami tidak ingin aku kelelahan. Namun akhirnya Mami memperbolehkanku." Balas Queen apa adanya.


Kevin menghembuskan nafas bebas di udara. "Mandilah. Aku akan menunggumu di sini." Titah Kevin.


Queen mengangguk lalu melangkah ke arah kamar mandi.


"Ternyata pemikiranku salah. Sepertinya Mami menerima Queen dengan baik." Ucap Kevin seraya menatap Queen yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.


***


Lanjut? Berikan vote, komen, like dan hadiahnya dulu yuk.


Sambil menunggu TSP update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Bukan Sekedar Menikahiđź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2