
"Om tidak marah. Om hanya menasehati Aunty agar tidak bandel sayang." Balas Kevin sambil mengusap rambut Zeline dengan tangannya.
"Nda malah tapi Nty sedih itu." Rungut Zeline.
Kevin tersenyum tipis lalu mengecup singkat kening Zeline. "Ayo kita pulang." Ucap Kevin karena Queen telah selesai bersiap.
"Ayo." Ajak Queen yang sudah berada di dekat Kevin.
Kevin mengangguk lalu berjalan keluar dari dalam ruangan Queen sambil menggendong tubuh Zeline.
"Anty Queen tantik sekali ini." Puji Zeline sambil menatap Queen yang berjalan di belakang tubuh Kevin.
Queen tersenyum mendengarnya. Rasa canggungnya saat melihat Zeline yang berstatus sebagai anak dari mantan tunangannya sirna begitu saja saat melihat senyuman tulus dan polos dari wajah Zeline.
"Kau juga sangat cantik sayang." Balas Queen dan tanpa sadar mengusap rambut Zeline dengan tangannya.
"Zel memang tantik gini Anty." Balas Zeline dengan pedenya.
Queen tertawa kecil. "Kenapa kau lucu sekali." Ucapnya merasa gemas. Queen menghentikan langkahnya saat melihat Riri keluar dari dalam ruangan kerjanya. "Riri, saya pamit pulang dulu. Jika ada sesuatu yang penting dan darurat segera kabari saya." Ucap Queen pada Riri.
"Baik, Nona. Untuk masalah pekerjaan Nona tidak perlu mengkhawatirkannya. Saat ini Nona hanya perlu mementingkan kesehatan Nona." Balas Riri.
__ADS_1
Queen tersenyum. "Terimakasih, Riri. Saya selalu saja merepotkanmu." Ucap Queen merasa tidak enak.
"Tidak merepotkan, Nona. Itu memang sudah tugas saya." Balas Riri ikut tersenyum.
"Ayo pulang." Ucap Kevin yang sudah menunggu Queen kembali melangkah.
Queen mengangguk lalu berpamitan pada Riri untuk pulang.
"Hati-hati di jalan, Nona." Ucap Riri melepas kepergian Queen.
Queen mengangguk seraya tersenyum lalu melangkah meninggalkan Riri di depan ruangan kerjanya.
*
"Tidak." Balas Kevin berbohong.
Queen diam. Pandangannya pun beralih pada Zeline yang sedang duduk tenang di kursi belakang sambil menggoyangkan kedua kaki mungilnya. "Apa Zel akan ikut ke apartemen kita?" Tanya Queen pada Kevin sambil tersenyum pada Zeline.
"Itut Nty." Balas Zeline dengan cepat.
Senyuman di wajah Queen semakin terkembang mendengar jawaban dari Zeline walau pertanyaan itu bukan tertuju untuknya.
__ADS_1
"Ya. Zel akan ikut dengan kita. Hari ini aku, Dio dan Marvel memiliki tugas menjaga Zel. Dan sialnya kedua sahabatku meninggalkan Zel karena urusan pekerjaan mereka." Terang Kevin.
Queen mengangguk paham. Ia tatap wajah cantik Zeline yang kini tengah menatapnya dengan polos. "Kau sungguh cantik seperti Mamamu." Puji Queen dengan tulus.
"Anty..." Zeline tersenyum malu-malu mendengarnya. "Tantik Zel dali Mamah ini, Nty." Balasnya sedikit protes.
Queen dan Kevin saling pandang lalu tertawa kecil bersamaan.
"Dia memang seperti itu. Lucu dan menggemaskan." Ucap Kevin.
Queen mengangguk membenarkan. "Sangat lucu dan begitu menggemaskan." Ucapnya lalu kembali menatap pada Zeline.
Mobil pun terus melaju hingga akhirnya sampai di apartemen. Kevin terlihat keluar lebih dulu lalu membuka pintu belakang untuk Zeline. "Ayo keluar, Princess." Ucap Kevin.
Zeline mengangguk lalu merentangkan kedua tangannya pada Kevin. Sedangkan Queen berinisiatif keluar dengan sendirinya dari dalam mobil.
Kevin menghentikan langkahnya saat hendak melangkah masuk ke dalam apartemen. "Tunggu sebentar." Ucap Kevin melihat ponselnya yang sejak tadi terus bergetar.
***
Lanjut? Vote yang banyak dulu ayuk🖤
__ADS_1