
Perkataan Queen pun sontak membuat Kevin terdiam seribu bahasa. Ada perasaan hangat yang kini menyelimuti dadanya saat mendengar ucapan Queen yang terdengar begitu tulus di telinganya.
"Apa kau belum ingin mandi?" Tanya Queen.
Kevin pun tersadar dari lamunannya. "Ya. Aku akan mandi di kamar tamu. Kau mandilah di kamar kita." Balas Kevin.
Queen tersenyum. Ternyata Kevin termasuk pria yang cukup peka dalam memahami kondisinya. "Terimakasih. Kalau begitu aku masuk ke kamar dulu. Setelah mandi kita akan sarapan bersama." Tutur Queen.
"Baiklah. Pergilah." Balas Kevin.
Queen mengangguk lalu berlalu dari hadapan Kevin. Setelah melihat Queen hilang dari balik pintu kamar, Kevin mengelus dadanya yang berdetak lebih cepat. "Aku tidak menyangka jika kau lebih dari apa yang aku perkirakan." Gumam Kevin lalu berjalan ke arah kamar tamu untuk membersihkan tubuhnya.
*
"Apa tak masalah jika kau tinggal seorang diri di apartemen?" Tanya Kevin setelah mereka menghabiskan sarapan masing-masing.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Queen kembali.
"Aku hanya takut kau tidak nyaman ditinggal sendiri di sini." Jelas Kevin.
"Tak masalah... lagi pula aku bisa mengerjakan pekerjaan kantor di sini. Dan beberapa hari lagi aku juga akan kembali bekerja di perusahaan kedua orang tuaku." Balas Queen.
Kevin mengangguk paham. "Kabari aku jika kau membutuhkan sesuatu." Ucap Kevin.
__ADS_1
Queen mengangguk. Ia pun bangkit dari kursi lalu mengantarkan Kevin ke depan apartemen untuk bekerja.
"Queen..." ucap Kevin sambil menatap Queen dengan intens.
"Ya?" Balas Queen menahan kegugupannya karena ditatap Kevin.
Kevin tak lagi bersuara dan lebih memilih mendekatkan wajahnya di perut Queen. "Daddy berangkat bekerja dulu. Jangan nakal dan jaga Mommy dengan baik." Bisik Kevin di perut Queen.
Deg
Detak jantung Queen berdetak lebih cepat mendengar ucapan Kevin yang terdengar begitu tulus dan lembut di telinganya. Kegugupan Queen pun semakin bertambah hingga ia tak kuasa membalas perkataan Kevin.
"Aku berangkat dulu." Ucap Kevin setelah menjauhkan wajahnya dari perut Queen.
Kevin mengangguk lalu keluar dari pintu apartemen. "Jaga dirimu baik-baik." Pesan Kevin sebelum menutup pintu apartemen.
Queen mengangguk dan menyematkan senyuman manisnya pada Kevin.
*
"Jadi wanita itu adalah Queen mantan tunangan Daniel?" Suara Melody terdengar cukup nyaring setelah melihat sebuah foto yang baru saja dikirimkan asistennya menampilkan wajah Kevin dan Queen saat pernikahan mereka kemarin pagi.
"Benar, Nona. Wanita yang menjadi istri Tuan Kevin adalah Nona Queen mantan tunangan Tuan Daniel." balas Asisten Melody.
__ADS_1
"Apa?!" Melody memijit kepalanya yang tiba-tiba sakit. "Tapi bagaimana bisa? Bukankah wanita itu terlalu mencintai Daniel hingga sampai saat ini tidak pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun?" Tanya Melody.
"Saya juga tidak tahu, Nona." Balas Asisten Melody apa adanya.
"Apa wanita itu menggoda Kevin sebagai pelampiasan atas rasa sakitnya karena penolakan Daniel?" Tanya Melody lagi walau asistennya jelas tidak mengetahuinya. "Agh sudahlah. Lebih baik sekarang aku datang ke perusahaan Kevin dan meminta penjelasan atas apa yang terjadi." Putus Melody.
"Apa anda yakin Tuan Kevin akan menjawab pertanyaan anda, Nona?" Asisten Melody meragu.
"Entahlah... jika dia tidak menjawab pun tak apa. Aku hanya ingin melepas rindu padanya walau hanya sekedar melihat wajahnya saja." Ucap Melody dengan wajah berubah sendu.
***
Lanjut?
Berikan dukungannya dulu yuk untuk mendukung semangat shy dalam menulis🤗
Like
Vote
Komen
Hadiah
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.