Terbelenggu Cinta Pria Misterius

Terbelenggu Cinta Pria Misterius
Bab 16


__ADS_3

"Dimana kamu, aku sudah mengambil ahli kekuasaan dari tangan Leo." Pram berkata sambil memandang layar komputer. Ditipu seperti ini sungguh membuat pria berusia 40 tahun itu murka.


"Kondisiku masih belum stabil Paman, tolong handle perusahaan." Devlan berkata dengan santainya. Keberadaan Pram di Indonesia dan mau membantu menghandle perusahaan, sungguh membuat Devlan merasa lega. Begitu sangat sulit membujuk pamannya untuk mau kembali perusahaan. Ternyata kali ini pamannya menyerah dan mau membantunya.


"Kirimkan alamatmu, aku akan datang ke sana." Mendengar perkataan keponakannya, membuat pria itu kesal.


"Tidak perlu paman, paman selesaikan saja masalah di kantor, paman tidak perlu mencemaskan aku." Devlan tersenyum tipis. Berada di dekat Aira, membuat suasana hatinya selalu senang. Pria itu bahkan tidak ingin terganggu oleh masalah apapun.


Pram mengerutkan keningnya, apa alasan Devlan tidak ingin memberi tahu keberadaannya. Pria itu tersenyum dengan memiringkan bibirnya. "Tanpa kau beri tahu, aku akan tetap tahu. Dasar anak nakal, kau ingin bermain-main dengan ku ternyata. Apa kau lupa siapa paman mu ini," batinnya.


"Bagaimana dengan Leo paman?"


"Seperti dugaan kita, dia banyak menggelapkan uang perusahaan. Karena itu pak Herman dipindahkan ke jabatan yang lebih rendah.


Devlan mengepalkan tangannya untuk menekan rasa emosi di dirinya. "Aku tidak ingin dia lepas paman."


"Kau kira aku bodoh, mau melepaskan orang itu." Pram balik tanya. "Aku ingin dia masuk penjara namun rasanya sangat enak sekali bila hanya penjara saja." Kilatan mengerikan terlihat jelas di wajahnya. Jika saja Devlan melakukan panggilan video call, sudah pasti pria itu bisa melihat wajah sang paman yang begitu menyeramkan.


Bagi Pram, penjara, hukuman teringat untuk pria penipu, penghianat, dan bahkan orang yang akan merebut nyawa keponakan kesayangannya.


"Bekukan semua rekening bank milik Leo beserta rekening bank istrinya. Kemudian sita rumahnya?" Perintah Devlan.


"Uang di rekening istrinya tidak mencapai 100 juta. Sedangkan di rekening Leo, sekitar 200 juta. Dari hasil penyelidikan aku, uang yang diperolehnya dari hasil kecurangan, di beli mobil mewah 2 senilai 1 milyar dan 2 milyar, kemudian membangun rumah untuk keluarga istrinya. Apa yang di lakukan Leo, untuk memenuhi gaya hidup glamor istrinya. Bisa dikatakan mereka berfoya-foya dengan gaya hidup mewah." Pram menjelaskan.


"Aku tidak ingin dia kabur paman."


"Tentu, Dia sedang berusaha untuk bisa kabur. Orang kita sudah aku perintahkan untuk mengawasi rumahnya."


"Paman, aku belum bisa menyelesaikan masalah ini, jadi untuk kasus ini aku minta tolong bantuanmu ya paman.


Pram berdecak kesal ketika mendengar ucapan keponakannya.

__ADS_1


Devlan yang memahami situasi dengan cepat memutuskan sambungan telepon.


***


Keringat bercucuran di pelipis keningnya. Pria itu masih saja terus memikirkan apa yang harus dilakukannya saat ini. Leo mencari kontak telepon di ponselnya. Dia memang tidak pernah ragu untuk menghubungi siapapun lewat nomor pribadi yang saat ini dipakainya. Pria itu yakin nomor ponselnya memiliki pengaman yang tinggi, hingga tidak bisa diretas oleh siapapun.


"Halo," jawab seseorang di seberang sana.


"Aku ingin kau menyelamatkanku," cecar Leo. Pria itu tidak mampu menyembunyikan rasa paniknya.


"Menyelamatkanmu?" Pria itu tertawa lepas.


"Aku sudah menjalankan perintahmu dan sekarang kau harus menolongku." Leo menahan emosinya.


"Misi yang aku berikan kepadamu sangat menguntungkan untukmu. Kau bisa menggantikan jabatan Devlan jika Devlan mati. Aku juga sudah memintamu untuk menghabisi pamannya, namun ternyata pekerjaanmu sangat lamban. Dan kau tidak berguna."


"Tidak semudah itu untuk menghabisi nyawa mereka," geram Leo.


Leo diam, uang yang diberikan oleh pria itu sudah habis. Dan kini ia harus membayar uang untuk preman yang sudah dipakainya. "Kau tidak bisa lepas begitu saja. Jika aku tertangkap kau akan kubawa."


"Hahaha, kau bukan hanya sekedar mencoba untuk membunuh devlan, tapi kau juga korupsi uang perusahaan dan sekarang kok malah mengancamku. Apa kau tahu apa yang akan aku lakukan?"


Leo diam


"Aku akan pastikan istrimu akan mati secara perlahan-lahan dan anak yang dikandungnya tidak akan pernah lahir di dunia ini." Pria itu berkata dengan


Leo merasakan jantungnya yang berhenti berdetak ketika mendengar ancaman yang diberikan oleh pria itu. Dia tahu apa yang dikatakan oleh pria itu bukan hanya sekedar ancaman belaka.


"Kau selesaikan urusanmu, sendiri dan jangan pernah menyebut namaku."


Tak ada jawaban yang diberikan oleh Leo hingga telepon terputus. Ancaman yang dikatakan pria itu, mampu membuat jantungnya berhenti berdetak. Cukup lama ia terdiam sambil memegang handphone nya.

__ADS_1


Jika tidak karena serakah dengan uang dan jabatan, semua ini tidak akan terjadi. Menyesal sudah terlambat. "Aku harus menghubungi Ayu," ucapnya kemudian. Pria itu berharap semuanya belum terlambat.


"Halo sambungan telepon dengan cepat diangkat oleh istrinya.


"Ayu kamu di mana?" Tanya Leo.


"Di rumah, aku baru aja mau ke restoran. Ini teman-teman pada sibuk chat suruh kumpul," jawab Ayu.


"Jangan pergi ke restoran. Kemas barang-barang. Bawa barang-barang penting dan berharga saja. Kamu langsung pergi tinggalkan rumah, cepat!" Perintah Leo.


"Kamu tidak bercanda kan sayang?" Ayu masih tidak mengerti dengan apa yang di katakan suaminya.


"Aku tidak sedang bercanda ayu, jangan banyak bertanya, lakukan apa yang aku perintahkan." Leo berkata dengan nada suara yang tinggi.


"Aku tidak ingin melakukannya jika aku tidak tahu alasannya." Ayu masih terus menolak.


"Apa kau mau mereka membunuh kita?"


Ayu terdiam wanita itu belum mengerti ada apa dan apa yang sedang terjadi


"Cepat."


"Tapi aku harus pergi ke mana?"


"Kamu bersembunyi saja di hotel. Jangan menghubungi aku dan memberi tahu keberadaan mu. Aku akan menghubungi nanti." Leo berkata dengan terburu-buru.


Wanita itu kemudian menjawab iya dan


sambungan telepon terputus.


"Permisi pak bapak diminta pak Pram untuk datang ke ruangannya."

__ADS_1


***


__ADS_2