
Ponsel Letticia berbunyi, ia mengambil hp dan melihat pesan.
"Saya mau survey lapangan bersama team, kita bertemu di rumah jam 9 malam ya" reflek Letticia melihat jam. Wah masih jam 12.30. Letticia menoleh ke arah Marlo, melihat seorang pria yang berani menyentuhnya sedang menatap penuh goda.
"Makan yuk, kamu tidak bekerja?? Mau ajari aku beberapa laporan yang bu Meyla berikan? Banyak yang tidak ku mengerti" Letticia memasang wajah melas berharap Marlo berbaik hati padanya.
"Kenapa kau tidak bekerja di rumah sakit saja? Atau menjadi dokter di sebuah klinik kecantikan? Apa benar kau sudah lulus S2?"
Marlo mulai berpikir memandangi Letticia yang sedang kelaparan. Letticia melihat keatas menatapi lampu kristal yang menggantung.
"Hmmmm, aku lulus SMA umur 15 thn lebih, bisa dibilang hampir 16 thn. Terus iseng aja pengen tau bagaimana sih dunia ekonomi dan bisnis, coba-coba daftar eh keterima seru juga ternyata kuliah dua jurusan. Tapi aku kewalahan akhirnya aku fokus di kedokteran dulu. Tadinya mau lanjut s2 kedokteran tapi pasti capek banget, pengen santai aja akutu"
Letticia bercerita sambil mengenang masa kuliahnya dulu, Marlo masih mendengarkan sambil mengangguk.
"Kamu pernah punya pacar ga Marlo?" Letticia random banget nanya nya yaa hahahaha, Marlo mengerutkan dahinya sedikit kaget dengan pertanyaan Letticia.
"Banyak lahh!!" Marlo terkekeh sambil mengacak rambut Letticia.
"Iyaa juga ya, bodoh banget yang nanya hahahaaa" polos Letticia membuat Marlo semakin ingin menghabisinya.
Dengan sekuat tenaga ia menahan nafsunya melihat Letticia berbaring disampingnya yang hanya memakai tanktop v neck, jelas sekali terlihat gundukan gunung nan indah disana.
"Kalau di luar panggil saya tuan ya" Marlo bangun menindih Letticia menciumnya kembali seolah tak rela melepaskan Letticia hari ini.
__ADS_1
Letticia sudah bisa mengimbangi Marlo, ia belajar dengan cepat. Serangan kali ini menjalar ke bagian leher kebawah, Letticia semakin menggeliat seperti cacing kepanasan. Ia memeluk Marlo, tubuhnya reflek bergerak bagaikan magnet. Aroma mereka menyatu, Marlo semakin Gila bergelut dengan dua gunung disana, sementara Letticia mengeluarkan suara-suara yang tak disangka membuat Marlo semakin bersemangat. Suaranya begitu menggoda!! Shitt!! Marlo melepas apa yang menghalanginya, Letticia hanya pasrah. Marlo menciumi perut Letticia kemudia bergerak ke bawah! Letticia berteriak nikmaat dan reflek membuka kakinya. Beruntung celana kainnya masih disana, Letticia bangun menjatuhkan Marlo dibawahnya. Sekarang gantian Letticia bermain diatas Marlo. Mencium Marlo tanpa ampun tangannya menjalar ke bawah melihat Marlo memberikan izin ia melanjutkan aksinya, Marlo membiarkan Letticia menyentuhnya bermain dengan miliknya sementara Letticia tetap mendapatkan kenikmatan, tangan Marlo tak mau kalah berkutat di gundukan indah Letticia, lidahnya bermain disana seolah tak ada ampun !! Letticia menyesuaikan tangannya mempercepat tempo, Marlo mengambil tangan Letticia. Membiarkan lava putih keluar di perut Letticia.
Permainan selesai Marlo tersenyum puas sekaligus gemas melihat Letticia yang kelelahan "Marloooo aku lapar sekaliii" rengek Letticia.
"Kau mau mandi sendiri atauuuuu" Letticia langsung beegegas ke kamar mandi.
Di tempat tidur Marlo berpikir, baru kali ini ia membiarkan santapan lezat di depannya. Ia tidak menyentuh Letticia padahal ia sangat penasaran senikmat apa bersatu dan berpadu dengan Letticia. Keduanya telah siap, Marlo dan Letticia keluar berjalan bersama. Letticia sadar diri, ia menjaga jarak dibelakang Marlo.
"Ambilkan kunci mobilku Arumi, kau pulang saja aku mau memberi pelajaran untuk anak baru ini" sindir Marlo. Arumi menyiapkan mobil dan mengantar mereka pergi, setelah itu ia pun pulang.
" sialan, berani sekali dia mendekati bosku Semoga ular itu cepat pergi !! Awas saja kau berani merebut bosku" Arumi kesal melihat Letticia. Secara kedudukan jabatan Letticia lebih tinggi dibandingkan dirinya, mungkin itu yang membuatnya iri. Bisa-bisa nya orang yang tidak jelas asal usulnya masuk di perusahaan Sasongko. Dari dulu Arumi selalu mendambakan Marlo, namun Marlo tak sedikitpun menyentuhnya padahal wajah Arumi jauh lebih cantik daripada wanita-wanita yang datang memuaskan nafsu Marlo.
" kita mau makan dimanaa? Yeayyy wuhuuuu"
Marlo tiba di ruangan privat, sepertinya ini fasilitas baru di hotel ini. Dulu belum ada nih padahal cuma 2,5 thn Letticia pergi meninggalkan jakarta. " kamu mau pesan apa? " Letticia pura-pura bingung. Ia membolak balikkan menu dan berujung memilih makanan favourite dan kopi kesukaannya. Marlo sedikit curiga, Letticia dengan detail menjelaskan tambahan-tambahan disetiap pesanannya. Marlo menaruh menu dan menyuruh pelayan itu pergi.
" Letticia, boleh aku bertanya sesuatu?"
"Boleeeeehh" Letticia mulai takut.
" sepertinya kamu bukan dari keluarga yang biasa, kenapa kamu jauh-jauh pergi ke perusahaan kami?? Dengan gaya dan penampilanmu serta pembawaanmu kurasa keluargamu mampu memberikanmu pekerjaan" Marlo mulai serius.
"Tolong jangan bertanya lagi tentang latar belakang keluargaku, aku hanya ingin bekerja dengan usaha dan jerih payahku sendiri. Belajar dari bawah pun aku tidak apa. Suatu saat nanti aku pasti bisa punya perusahaan sendiri"
__ADS_1
"Tabunganmu lebih dari cukup untuk memulai usaha baru" Marlo masih menyelidiki Letticia.
"Hahahhaa kau bisa saja, banyak tau temen-temen aku punya usaha baru eh ga sampe 6 bulan udah ga ada kabarnya. Memulai usaha tidak hanya butuh modal besar bukan?? Makanya nanti ajarin aku ya" Letticia girang dan merayu Marlo.
"Hmmm"
Marlo memperhatikan Letticia, semoga niatnya memang benar-benar belajar tidak mengkhianati perusahaannya. Banyak yang melakukan hal ini, dulu pernah ada pengkhianat di perusahaan. Dia mencuri ide dan menjualnya ke perusahaan lawan. Sasongko terpuruk tapi akhirnya bisa bangkit lagi, semenjak itu keluarga Sasongko sangat hati-hati dengan orang baru.
"Haii sayang, aku diberi tau kau disini. Apa kau membutuhkanku??"
Seorang wanita tiba-tiba datang menggoda dan menyentuh tangan Marlo. Marlo hanga menggelengkan kepala pada wanita itu. Letticia kaget dan terpaku, ia memandang jijik.
"Ooh, maaf Tuan aku tidak melihat si manis ini rupanya kau sudah punya teman bermain hari ini, besok hubungi aku ya. Bertiga sepertinya seruuuu" wanita itu berlalu begitu saja.
"Ternyata setiap hari kau sudah punya wanita ya, berganti-ganti pula. Kau tidak takut kena penyakit?" Ledek Letticia.
Marlo sadar, ia tidak mau kalah "Wanita-wanita yang bersamaku harus test kesehatan dulu dan tidak boleh berhubungan dengan laki-laki lain kalau ketahuan mereka akan dihukum" jelas Marlo membuat Letticia semakin geram.
"Mereka kamu kontrak gitu?"
"Enggaa ada tenggat waktu, mereka kubayar mahal perharinya sampai aku bosan "
"Oooh jadi karena uang ya mereka tidak bisa meninggalkanmu" polos Letticia. Marlo hanya terdiam, tak mau meladeni Letticia.
__ADS_1
Semua wanita yang pernah merasakan nikmatnya milik Marlo rela tidak dibayar dan menjadi budak nafsu Marlo. Ini terkenal di dunia malam. Namun Marlo sangat pemilih, tidak sembarang orang yang bisa menyentuhnya. Kalau tidak pernah menandatangani perjanjian jangan coba-coba meggoda Marlo. Ia terkenal kasar dan arogan pada wanita-wanita tak tau malu.