
Jalan bebatuan dan turunan sedikit meringankan beban Pak Alex "Saya ringan kan Pak hehee"
"Hmmm"Jawab Pak Alex singkat masih konsentrasi dengan jalan yang licin.
"Pak masih jauh ga ya, saya ga pakai heels juga gapapa kok turun disini aja" tawar Letticia.
"Jangan berisik, biasanya malam-malam suka ada binatang buas" Pak Alex berbohong agar Letticia diam.
"Ishh Bapak halu" Letticia mencubit lengan kekar Pak Alex.
"Aww!! Awas kau ya" ancam Pak Alex sambil tersenyum.
Akhirnya sampai juga, mereka naik mobil menuju Apartement Letticia. Baju Pak Alex dan Letticia masih basah terkena gerimis hujan, entah sudah berapa kali Pak Alex ganti baju malam ini. Letticia memberikan alamat apartement kantornya, ia tidak mau Pak Alex curiga namun disisi lain ia takut tiba-tiba Marlo pergi ke apartementnya malam ini.
"Pak, saya ke alamat sini aja deh. Kita putar balik ya ga jauh kok dari jalan ini" Letticia galau.
"Ini ke rumah siapa?" Pak Alex mengerutkan dahinya.
"Ada deh, hehee rahasia"
"Kamu sudah punya pacar kan? Sekarang kamu takut ketahuan pacar kamu"
"Hahahhaaa engga Pak, ini salah satu tempat favourite saya. Gantian dong tadi Bapak sudah ajak saya jadi biar adil gitu" Letticia ngeles kaya bajaj.
"Hmm" ucapnya singkat.
Tak lama mereka sampai di apartement Letticia. Apartement miliknya yang berada di gedung yang sangat mewah di kawasan elite. Mereka naik ke lantai paling atas, setelah itu naik lift pribadi lagi. Hanya ada 3 lantai di Lift itu, semua milik keluarga Orchard. Letticia memilih lantai paling atas, sisanya sering dipakai Mama dan Papanya. Kakak-kakaknya memilih tempat tinggal yang berbeda dengan tujuan bebas dari pengawasan Mamanya. Dulu mereka sering sekali ke Singapore, berlibur dan berbelanja serta menghabiskan waktu di mansion ini tidak pernah membuat Letticia dan Mamanya bosan.
"Yeaayyy taraaaaa kita sudah sampai" Letticia menyambut Pak Alex di mansionnya.
Ruangan yang sangat luas dengan interior yang sangat mewah, lantai dan dinding penuh dengan Marmer, lampu kristal yang sangat besar terpasang di beberapa sudut ruangan, semua yang ada di ruangan ini sudah jelas memiliki kualitas terbaik. Klasik dan mewah adalah kesan pertama ketika memasuki mansion Letticia. Ruangan yang penuh dengan kaca memperlihatkan sungai dan pemandangan yang tak kalah indah dari tempat Pak Alex. Tempat yang sangat sempurna, pagi dan malam selalu tampak indah dan memukau.
"Silahkan duduk dulu Pak, saya ambilkan handuk"
__ADS_1
ucap Letticia sambil berlari ke suatu ruangan.
Pak Alex kagum melihat ruangan dan pemandangan yang ada, sempat terbesit di benaknya Letticia adalah wanita simpanan. Mempunyai mansion sebesar dan semewah ini tidak mungkin didapatkan dalam waktu yang singkat apalagi seumur Letticia yang masih belum punya pengalaman kerja apapun.
"Letticia, kau dimana?" Pak Alex mencari Letticia ke berbagai ruangan sambil melihat seluk beluk mansion mewah itu.
Betapa kagetnya Pak Alex melihat Letticia yang sedang berganti baju dan berjalan tanpa busana apapun di kamarnya. Letticia sedang mengeringkan badannya dan mencari baju yang akan ia kenakan. Sepertinya kebiasaan Letticia tidak menutup pintu tidak berubah ya. Tiba-tiba saja bagian bawah dibawah sana mengencang dengan cepat, membuat pemiliknya tidak nyaman. Segera Pak Alex pergi dari sana, ia takut lepas kontrol seperti sebelumnya. Letticia masih sibuk dengan baju yang akan ia kenakan, ia bingung akan memakai baju apa karena ternyata baju tidurnya agak sexy semua. Letticia memilih celana panjang dan kimono sutera warna abu tua dengan motif bunga-bunga.
"Ini Pak handuknya, maaf lama saya sekalian ganti baju. Yuk ikut sini yuk Pak saya keringkan bajunya"
Letticia mengajak Pak Alex ke ruang cuci kering.
Sambil mengeringkan rambutnya Pak Alex berjalan mengikuti Letticia dari belakang "Saya cuci kering dulu Pak bajunya, cepet kok paling 45 menjt aja"
"Maksutnya, saya buka baju disini?"
"Ya ampun Pak Alex ga usah malu, kan nanti bisa ditutupin handuk aman itu aman" goda Letticia.
Pak Alex menolak "Saya langsung pulang aja deh, besok kita ketemu di kantor ya"
"Kau hadap sana dulu, saya mau lepas jaket" perintah Pak Alex.
"Oke Pak" Letticia membalikkan badan.
Pak aalex bergegas melepas bajunya dan membalut badannya dengan handuk "Sambil menunggu kita kesana yuk Pak"
Letticia mengajak Pak Alex menikmati pemandangan, Pak Alex sedikit tidak nyaman karena tidak memakai baju dan hanya ditutupi handuk.
"Bagus ya Pak, ini adalah tempat Favourite saya. Tapi setelah lihat tenda Pak Alex kayanya saya jatuh hati sama pemandangan disana hehe"
"Ini rumah kamu Letticia?"
"Engga Pak, ini saya dipinjami sahabat saya yang sangat baik. Dia lagi pergi ke luar kota jadi saya boleh disini sampai dia kembali"
__ADS_1
"Oooo gitu, syukurlah" singkat Pak Alex kembali misterius.
"Saya buatkan kopi ya Pak eh atau teh bapak mau minum apa"
"Air putih saja, saya bosan kopi dan teh"
"Oke Pak, tunggu sebentar ya hehe"
Letticia memgambilkan minum dan memberikannya kepada Pak Alex "Silahkan Pak"
Pak Alex minum dengn perlahan sambil melihat keindahan lampu taman dan sungai yang warna warni.
"Tunggu ya Pak, saya punya minyak yang ampuh kalau abis hujan-hujan begini. Nanti tinggal oles- oles saja kok" saking semangatnya Letticia tersandunh karpet dan hampir terjatuh.
Pak Alex dengan sigap menahan Letticia, kini mereka sangat dekat. Letticia reflek memegang lengan Pak Alex yang berotot, baju Letticia tersingkap memperlihatkan dua buah gunung yang tidak ada penyanggahnya.
"Kamu cantik Letticia" ucap Pak Alex.
"Bapak gombalnya bisa aja deh hahahaha" Letticia ingin melepas tangan Pak Alex yang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Pak Alex menarik Letticia dan menciumnya pelan, sepertinya iman Pak Alex tak sekuat itu. Letticia kaget ia sempat terdiam tak membalas ciuman Pak Alex.
"Pak Alex, mau pacaran?"
"Kamu mau?" Pak Alex menatap lekat Letticia.
"Boleh, detik ini berarti resmi ya"
Letticia tersenyum, ia hanya berpikir tidak mau melakukan sesuatu tanpa hubungan yang jelas. Meskipun sebelumnya ketika Marlo mengajaknya serius ia menolak, tapi Marlo jelas tidak bisa menjaga hati dan nafsunya.
Letticia siap jika suatu saat Pak Alex menyakitinya, apa salahnya mencoba suatu hubungan? Lebih baik dicintai daripada mencintai bukan? Ternyata begini kehidupan Letticia tanpa nama besar keluarganya. Tidak ada yang berusaha mendekatinya karena ingin mendapatkan proyek besar di perusahaannya, tidak ada orang-orang yang memanfaatkannya, tidak ada orang yang penuh dusta dan tukang gosip. Letticia malah bertemu orang yang dengan seenaknya menyakiti dan mengkhianatinya bahkan ia bertemu dengan rekan kerja yang tanpaia duga tiba-tiba jatuh hati padanya.
Pak Alex mencium kening Letticia dan mengusap kepala Letticia dengan pelan sambil tersenyum. Manis banget, Pak Alex sepertinya tipe cowok romantis ya.
__ADS_1
"Panggil Alex aja ya" mencium bibir Letticia lagi.