
Rara merebahkan badannya di sofa depan tv, sepertinya itu ruang berkumpul keluarga. Kepalanya pusing dan terasa berat.
"Kalian gapapa pulang sendiri? Bahaya loh, dianter supir gue aja ya" suara Tommy yang mengagetkan Rara yang sedang memejamkan matanya, spontan Rara langsung bangun karena sungkan.
"Hehee santuy gapapa kok, nanti kita bisa pesen grab aja terus titip mobil dulu ya" Rara sadar kondisinya dan Olivia tidak memungkinkan untuk menyetir.
"Aduuhh gue ngantuk banget, Olivia mana yaa. Apa jangan-jangan ketiduran di wc?" Rara yang hendak bangun tapi terlihat sempoyongan ditahan oleh Tomi.
"Gue aja yang ngecek, lo sini aja" Tomi membenarkan posisi Rara yang setengah ngantuk.
"Tom, gue aja yang ngeliat Olivia" saut Candra yang ternyata mendengar ucapan mereka.
Candra mengetuk kamar mandi Olivia, namun tak ada jawaban. Ia menunggu agak lama dan mengetuk lagi, tetap tidak ada jawaban. Karena khawatir Candra membuka pintu, eh ternyata ga dikunci. Candra langsung masuk dan melihat Olivia sedang tertidur di bath tub. Candra menggelengkan kepalanya melihat Olivia.
"Liv, banguuunnn" Candra menggoyangkan tubuh Olivia, namun tidak ada respon sama sekali. Candra menepuk pipi Olivia agak keras namun tetap tidak ada respond. Ia kehabisan akal, mau di gendong pasti berat banget, pikir Candra. Ia menunggu Olivia, duduk di closet sambil berpikir keras. Apa dibiarin disitu aja, apa di gendong atau disiram aja. Posisi Olivia meringkuk seperti orang yang kedinginan. Ada rasa kasihan melihat Olivia yang sudah pasti kedinginan, ditambah baju dressnya yang terbuka begitu.
Olivia termasuk kategori cewek cantik loh, tingginya 163 cm, rambutnya sepunggung, hidung nya tidak terlalu mancung namun apik terlihat di wajah mungilnya, makeup tipis nya membuat Olivia terlihat lebih menarik. Candra masih terdiam, sambil menatap Olivia. Tiba-tiba Olivia terbangun, tapi matanya tertutup. Olivia berjalan menuju tempat shower dan menyalakan keran. Candra yang tadinya mau menolong jadi mundur dan bingung. Olivia masih memejamkan matanya, namun ia membasahi tubuhnya. Candra langsung mematikan kerannya dan menyadarkan Olivia.
"Liv, banguuuun woy banguuunn" Candra memegangi tubuh Letticia sambil berteriak menggoyangkan tubuhnya. Olivia membuka matanya, namun bukannya sadar malah berontak dan kembali menyalakan air. Otomatis mereka berdua basah. Olivia menikmati air yang membasahi tubuhnya, ia mengusap rambutnya seperti orang keramas sedangkan Candra kesal merasa dikerjai Olivia. Ia berniat keluar dan memberitahu Rara siapa tahu Rara tau cara menyadarkan temannya.
Candra keluar menghampiri Rara dan Tomi namun tak ada satu orangpun di sana. Candra semakin kesal harus menghadapi perempuan Gila yang baru ia kenal. Ia kembali lagi, niatnya akan membawa keluar Olivia ke sofa biar ga di kamar mandi. Olivia masih asyik mandi dibawah shower, candra langsung memaksa Olivia pergi, namun Olivia menahan diri.
"Ayooo dong Liv, jangan nyusahin gini"
Candra meninggikan suaranya berharap Olivia membuka matanya namun ternyata tidak. Olivia malah memeluk Candra. Daritadi Candra hanya fokus membawa keluar Olivia ia tidak sadar dengan baju Olivia menerawang dan mengecap indah tubuhnya. Belahan dadaa dan isinya terlihat lebih jelas karena air. Candra menatap wajah Olivia dengan jelas, namun siapa sangka Olivia menciumnya duluan. Ciuman yang sangat mendadak membuat Candra terpaku namun Olivia terus ********** dengan lembut, memeluknya semakin erat. Runtuh pertahanan Candra ia membalas Olivia.
"Eungghhh" lenguhan Olivia keluar begitu saja setelah menahannya mati-matian saat games tadi. Candra memanas, tangannya meremas pancac montok Olivia. Semakin lama mereka semakin memanas, Olivia membuka baju Candra, ia menikmati setiap sentuhan dan kecupannya.
__ADS_1
Candra mematikan shower dan mendorong Olivia ke tembok, Olivia membuka dalaman bawahnya kini ia membuka matanya dan menatap Candra dengan penuh gairah. Ia sengaja tidak membuka dressnya. Dengan cepat candra membuka celananyaa, menyingkapkan dress Olivia ke samping dan mengangkat satu kaki Olivia.
"Hmmmmpp!!" Sukses dengan sekali hentakanOlivia merasakan sesuatu memasuki dirinya, Candra menggoyangkan tubuhnya menikmati penyatuannya sedangkan Olivia memeluknya dan mengecup leher Candra. Mereka semakin menggila, tak lama Candra mebalikkan tubuh Olivia menyuruhnya untuk menungging sedikit dan
"Euuunggghhh" Olivia semakin menggila ia merasakan kenikmatan yang lebiiihh dengan posisi ini.
"Lebih keras sayang" Candra semakin bergairah ia menambahkan kecepatan dan hentakannya. Mereka bagaikan orang gila saut-sautan di kamar mandi.
Rara dan Tomi yang bosan menunggu Olivia.
"Raa, mau istirahat di kamar?? Nanti gue tidur sama Marlo aja" Tomi menawarkan namun Rara terlihat ragu.
"Tenang, gue ga akan macem-macem kok"
Tomi menegaskan. Rara mengangguk menuruti perkataan Tomi. Sesampainya di kamar Rara langsung tidur karena rasa ngantuk yang luar biasa. Tomi meninggalkan Rara dan pergi mengecek Marlo.
Keesokan harinya Olivia bangun dari tempat tidur tanpa memakai baju sehelai pun, lalu ia melihat ada Candra yang tidur di sebelahnya.
"Aduhhh bablas kan gue, ****!" kesalnya. Olivia lalu turun dan mencari bajunya, betapa kagetnya ia ketika memegang bajunya yang masih basah kuyup.
"Gue ngapain ajaaaa sih semalem!! Aduhhh bodooh banget gue ya ampuuuun!!" Olivia terus mengutuk dirinya. Ia kembali ke tempat tidur melihat Candra yang tertidur pulas.
"Ganteng juga ya nih cowok, tapi gue ga inget enaknya dia semalem gimana. Sayang bgt yaa"
Olivia mengoceh sendiri sambil menatap Candra dan mengingat kejadian tadi malam tapi tetep ga ingat. Akhirnya ia memutuskan untuk membuka lemari dan mencari baju disana. Setelah mendapatkan baju dan ingin memakainya, ia merasakan ada tangan yang masuk dan meraba payyudaranyaa dari belakang. Candra meremaznya dan menciumi leher Olivia.
"Candra" lenguhan Olivia dengan memanggil namanya membuat Candra bangun dengan cepat.
__ADS_1
"Mau satu kali lagiii? Biar inget rasanya Hmmm" Goda Candra meraba perut Olivia membuat Olivia seperti cacing kepanasan. Olivia malu ternyata Candra mendengarnya tadi. Olivia membalikkan badannya mengambil alih, mendorong Candra ke tempat tidur dan naik di atasnya. Memanjakan Candra dan memuaskannya, setelah yakin Candra tergila-gila olehnya ia memasukkan dirinya dan kembali menguasai Candra diatas. Olivia terus bergoyang.
"Tahaann duluuu yaaa jangan cepet-cepet" perintah Olivia. Sedangkan Candra melenguh nikmat dibawahnya, Olivia puas mendapatkan Candra yang membuat lembah miliknya terasa penuh dan sangat nikmat.
"Kauuu sangattt Euuungghhh!!!" Olivia menggila diatas sana. Candra dan Olivia bersama mendapatkan pelepasannya. Mereka tersenyum bersama.
Marlo bangun dan kaget melihat Tomi tidur disampingnya. Ia pun keluar kamar menuju ke kolam renang dan tiduran di kursi malas disana. Ia mengecek hapenya teringat belum membalas Letticia.
"Jaga diri disana" singkatnya. Marlo sangat kesal namun ia tidak bisa berbuat apapun, ingin rasanya menyusul Letticia. Ada telepon masuk "Yumi" Marlo hanya melihat hp dan tidak mengangkatnya. Semenjak bersama Letticia, Marlo jadi tidak selera dengan wanita lain. Ia hanya menginginkan Letticia.
"Mar, lo udah bangun?" Sapa Tomi yang masih muka bantal.
"Gimana party semalam? Sorry ya gue ga enak badan"
"Santai aja, semalam ada Rara yang meriksa dan ngasih lo obat. Terus gue ajak party sama temennya! Seru banget Broo"
"Teruuss lo dapetin ga tuh cewek" goda Marlo
"Lahh kan gue tidur sama lo" Tomi mengingatkan
"Yahhh lo gimana sihh, kurang sat set sat set hahahaha"
"Ga tega gue, kayanya bukan cewek nakal dia. Tapi Candra kayanya dapet tuhh"
"Hahhh!!! Masaa? Serius lo? Kok bisaaa ada yang mau sama si kutu buku itu" ledek Marlo mengingat kelakuan temannya yang selalu patuh peraturan dan paling ga mau sama yang namanya cinta satu malam. Pilih-pilih banget sama cewek.
"Gue juga kaget tadi lewat kamar kok berisik banget pagi-pagi udah on air ajaa" mereka berdua tertawa.
__ADS_1