
Tak butuh waktu lama untuk sampai, mereka langsung mengambil tempat dan memesan beberapa makanan.
"Wah pak Alex ternyata hobby makan ya, udah pernah nyobain semua cafe nih kayanya"
"Ah kamu bisa aja, jadi malu nih saya ketauan kalau banyak makan hahaha"
"Gapapa pak, kalau perut kenyang dengan makanan yang kita suka biasanya ngaruh banget ke otak. Jadi banyak inspirasi, jadi ga mudah marah"
"Sok tau kamu Letticia hahaha"
Mereka berbincang soal pekerjaan dan proyek Letticia. Pak Alex sabar banget membimbing Letticia, sesekali mereka tertawa dan saling meledek. Tiba-tiba ada yang memanggil Alex mengalihkan perhatian mereka.
"Alex,senang sekali bertemu denganmu disini"
ucap seorang lelaki dengan pakaian kantor dan name tag tergantung.
"Eh Bro, apa kabar lu. Gimana nih gimana Manajer perusahaan Orchard. Udah sukses lah ya lu sekarang" Goda Alex pada temannya.
Letticia seketika terpaku melihat teman Alex. Ia berdoa semoga pria itu tidak menyadari siapa Letticia.
"Kenalin ini Asisten Pribadi Nyonya Sasongko yang lagi mau launching produk baru"
"Hai, Letticia"
"Surya, Sepertinya aku pernah bertemu denganmu, tapi dimana ya"
"Wajahku pasaran sepertinya ya hehehe" Letticia ngeles.
"Duduk sini, gimana sekarang ceritain dong. Bagi resep dan kiat-kiat lah kalau udah sukses tu" Pak Alex menarik kursi di sebelahnya.
"Gue lagi apes nih, ketemu sama cewek yang tidak tepat. Singkat cerita gue punya anak sama dia. Terus cewek ini kabur dan ga mau ngerawat anak ini" ucap Surya yang ternyata membuat Pak Alex langsung berubah ekspresi.
"Wah, gila tuh cewek. Jaman sekarang masih ada ya cewek kaya gitu. Lu ketemu dimana sih dulu"
"Dikenalin sama temen, awalnya dia baik banget. Perhatian dan penurut. Ternyata dia begitu karena butuh penopang hidup aja. Dia lagi lari juga dari pacarnya yang dulu. Denger-denger sih bawa kabur harta gitu deh"
"Cantik banget ya emang orangnya" ucap Pak Alex dengan singkat tanpa ekspresi.
"Nih gue tunjukin fotonya" Surya menunjukkan salah satu foto Rebecca.
"Wah ini sih yahut, pantesan lu tergila-gila apalagi dia jago acting gitu kan"
__ADS_1
"Awal kenal tuh dia kaya ga punya apa-apa. Lugu polos banget bro, lama-lama kok dia punya barang mewah. Semakin lama semakin banyak, ternyata dia pura-pura miskin aja"
"Bukan lugu tapi lu aja yang bego, gabisa bedain"
"Hahahaha lu bisa aja Lex"
Letticia hanya sebagai pendengar dan pura-pura mengangguk jika diperlukan.
"Terus anaknya gimana sekarang"
"Gue pake baby sitter gitu, kasian banget anak gue. Malam-malam suka nangis mungkin cari ibunya, tapi ah percuma juga gue cari, ga mungkin juga mau balik demi anaknya"
"Sabar Bro, siapa tau gue ketemu sama tuh cewek. Gue bawain dia ke depan mata lu. Serah deh lu mau apain tu cewek"
"Hahahaa percuma, gue udah cari ke semua tempat tapi ga ada. Kemarin ketemu di salah satu mall tapi dia sama cowok, terus dibawa sama cowok itu"
"Hahh!! Dapet mangsa baru dia, hebat juga tuh cewek"
"Gue balik dulu ya, Boss gue lagi rewel banget nih"
ucap Surya sambil menggaruk kepalanya yang jelas tidak gatal sama sekali.
"Boss gue lagi sensitif, denger-denger adeknya kabur dan ga mau ngelanjutin perusahaan keluarga. Sampai sekarang masih di cari tapi ga tau deh kemana"
"Lah apa hubungannya? Cewek apa cowok adeknya" ucap Pak Surya.
Letticia mulai tidak nyaman, ternyata walaupun pergi ke negara lain. Grup Orchard selalu berada di dekatnya.
"Cewek kayanya. Ya namanya seorang kakak tau adeknya kabur entah kemana, khawatir lah Bro katanya adeknya cantik banget namanya Zhaqia, terakhir sekolah S2 di London"
"Wah ga ada bocoran fotonya apa Sur?"
"Ada ada" Surya mengutak atik hapenya mencari beberapa foto.
"Niihh Bro, yang paling pinggir" Surya membesarkan foto di layar hapenya.
Letticia ikut kepo dan melihat, penasaran foto mana yang ditunjukkan Surya.
"Wah iyaa cantik banget yaaaa" kata Pak Alex.
Letticia tersenyum lebar ketika mengetahui foto yang ditunjuk bukan dirinya. Itu adalah Zhalia, sahabatnya di London. Letticia berdiri di sebelah Zhalia, namun ketutupan teman satunya jadi Lettivia tidak terlalu kelihatan jelas, ia seperti terhimpit disana. Mereka percaya wanita yang foto dengan percaya diri itu adalah ciri wanita pewaris Grup Orchard.
__ADS_1
Setelah menunjukkan foto, Surya buru-buru kembali ke kantor. Sedangkan Letticia dan Pak Alex masih disana. Mereka melanjutkan pekerjaan yang belum selesai karena besok harus naik produksi.
"Letticia, kalau kau jadi pewaris Grup Orchard apa yang akan kau lakukan"
Pertanyaan yang membuat Letticia tersedak ketika sedang asyik menikmati dessert kesukaannya. Ia bingung menjawab pertanyaan Pak Alex. Letticia mengambil tissue dan pura-pura batuk agak lama.
Pak Alex menepuk punggung Letticia, berusaha menenangkan Letticia.
"Pak Alex bisa aja nanya sama saya, yahh saya hanya butiran debu pak. Tidak sampai pikiran saya ke arah sana"
"Betul kan? Pasti sangat banyak yang ingin masuk ke keluarga tersebut. Tapi kenapa gadis itu malah pergi"
"Sepertinya gadis itu hanya mencari jatidiri saja Pak, tidak mungkin pergi dan kabur begitu saja melupakan keluarga yang membesarkannya. Pasti dia juga tersiksa jauh dari keluarga. Tidak ada yang tau pasti alasan gadis itu, semoga saja dia berhasil dan bisa kembali kumpul dengan keluarganya" ucap Letticia sambil melihat ke arah kaca.
Pak Alex memperhatikan mata Letticia "Kau rindu keluargamu?"
Letticia kaget mendengar tanggapan Pak Alex. Ia bisa membaca kata-kata Letticia yang tersirat. Memang betul Letticia sangat merindukan keluarganya. Riiindduuu sekali.
"Hehee iya nih Pak" Singkatnya.
"Ayo kita pergi ke suatu tempat, yuk beres-beres yuk"
Mereka membereskan barang-barang dan berkas yang lumayan berantakan. Sepertinya Pak Alex mau ngajak Letticia jalan-jalan nih.
"Peka banget yah ni cowok" gumam Letticia.
Sekarang ia hanya mengikuti perjalanan yang semakin hari semakin tidak terduga. Ada saja hal yang terjadi. Entah bertemu orang baru, masalah baru, kepikiran ini itu yang sudah pasti bukan urusan dia. Semuanya serba ga enak. Padahal dulu semua hal yang terjadi dalam hidupnya adalah kebahagiaan. Sekarang bukannya tidak bahagia, ia hanya tidak menyangka bertemu dengan hal-hal yang sama sekali belum pernah ia alami.
Letticia hanya mengikuti Pak Alex yang membawanya ke suatu tempat.
"Naiklah, perjalanan kita masih panjang" mereka menaiki tangga dan beberapa jalan yang berbatu.
"Kita mau kemana Pak?"
"Udah ikut aja, kamu pasti suka"
Mendengar hal itu, Letticia lumayan panik. Pikirannya sudah mulai jelek lantaran pernah bertemu dengan Pria seperti Marlo. Ia ingin balik kanan atau mencari alasan untuk segera pergi. Letticia memperlambat langkah kakinya.
"Kamu jangan suudzon, saya tidak akan macam-macam hahahhaa" Pak Alex menyadari Letticia yang mulai takut.
"Hehee" Letticia hanya tersenyum paksa. Mencoba berusaha tenang dan santai.
__ADS_1