Terjebak Di Rumah CEO

Terjebak Di Rumah CEO
Mati Rasa


__ADS_3

Letticia berlari keluar pintu kamar pura-pura menunggu di luar. Marlo keluar dan terkejut melihat Letticia.


"Sedang apa kau disini"


"Bu Meyla tadi mencari tuan, katanya segera telpon beliau" ucap Letticia agak ragu.


"Ayo kita pulang, hari ini sudah cukup. Besok jangan lupa buat proposal dan ide baru"


"Baik tuan" ucap Letticia mengikutinya di belakang.


Mereka berdua menuju mobil. Semenjak bertemu Rebecca wajah Marlo sedikit berbeda, matanya sering memandang kosong. Bahkan tidak ada obrolan sama sekalin di dalam mobil. Letticia mulai meragukan kembali hubungan tanpa status ini. Meskipun ini adalah ke egoisannya menolak Marlo demi menunggu dirinya.


Marlo mengantar Letticia dan menurunkannya begitu saja. Entah itu untuk menghukum Letticia atau hubungan mereka sampai sini saja. Letticia hanya menunduk sopan ketika mobil Marlo pergi. Ia takut memulai pembicaraan, takut salah dan takut tambah parah. Ada perasaan sakit yang tak bisa ia utarakan? Berkali-kali Letticia menghela nafas berat.


"Huuuuuhhhh" sesak di dadanya mendorong airmatanya kembali.


"Gimana ya kalo mereka balikan lagii?" Pikiran Letticia mulai tak karuan.


"Sebaiknya aku segera menyelesaikan proyek ini"


ucap Letticia menyemagati dirinya sendiri. Sampai di kamar Letticia segera mandi dan membuat proposal serta ide barunya. Ada telepon dari Olivia.


"Zhaaaaaa sibuk gaa" Olivia langsung menyambar


"Lumayan, kenapaa oii"


"Gue lagi di singapore, lo dimana?? Party yuuk"


"Hmmmm" Letticia datar sambil berpikir, kalo ketahuan Marlo lagi gimana.


"Ayolaaahhh, jam 11 yaa gue tunggu di club biasa"


"Okeeyy" singkatnya.


Masih jam 8 malam, Letticia ngebut menyelesaikan proposalnya. Malam ini ia akan pergi ke klub yang sering ia datangi dengan teman-temannya. Beda dari yang kemarin. Pub ini lebih bagus dan eksklusif, ruangan VIP nya paling bagus, luas dan memuaskan tentunya. Rara menelepon.


"Ya Raa"


"Dateng kan nantiii!! Kangen bangetttt Zhaaaa huhuu" Rara memastikan Letticia hadir di pesta.


"Iyaaa dateng, gue masih kerja nihhh bentar lagi selesaiiii"


"Okee dehhh, see youuu bebbb" Rara menutup telepon.

__ADS_1


Akhirnya sudah mau Jam 11 malam, Rara sudah siap-siap. Malam ini ia memakai gaun blink-blink warna hitam. Dress panjang dengan belahan yang tinggi serta belahan dada yang yang tidak terlalu dalam seperti bias namun cukup menerawang. Rambutnya ia curly berantakan agar terlihat lebih natural, malam ini Letticia memilih makeup yang agak Bold, terinspirasi dari Rebecca. Kecantikan Letticia yang alami dengan postur tubuhnya yang seperti biola, selalu berhasil mencuri perhatian para pria disana. Letticia berjalan mencari teman-temannya namun tak ia temukan.


"Ruang VIP 1" ada wa masuk dari Olivia. Letticia mencari ruangan VIP tersebut. Sekilas ia melihat Rebecca namun tak ia hiraukan.


"Haaaaiiii haiii girls" sapa Letticia ketika membuka room.


"Uuuuuuuu Zhaaaa, OMG i miss you so much!!"


Teriak Rara yang langsung memeluk Letticia, disusul oleg Olivia. Mereka berpelukan seperti teletubbies.


"Cheers dulu yuk, nih gue pesenin wine kesukaan lo" mereka bertiga pun cheers kemudian berpelukan lagi.


"Ehh kenaliiin iniii temen-temen baru gue" Rara memperkenalkan cowok-cowok di belakang mereka


"Ini Tomi,Brian, Candra dan Damar oh ada 1 lagi tapi telat katanyaaa" ucap Rara. Letticia langsung melirik Olivia, ia ingat nama laki-laki yang Olivia ceritakan. Letticia hanya mengangguk dan tersenyum.


"Yuuuk yukk cheers lagi dong bareng-bareng" ucap Damar mengambil botol dan menuangkannya ke semua gelas.


"Cheeerrrsss" teriak mereka.


Ketiga wanita ini tertawa, berjoget bahkan melakukan hal-hal gila terutama Olivia. Pada akhirnya ke empat lelaki yang tadinya jaim, ikut bergabung dengan mereka. Semakin malam semakin HOT !! Brian dan Damar selalu berada di sekitar Letticia, mengagumi kecantikan dan keindahan tubuhnya yang melenggang indah. " Ckrek " satu orang laki-laki bertubuh tinggi dan kekar sama seperti teman-temannya ikut bergabung. Bedanya dia paling ganteng dan paling UKGHH!! Pesona nya memang tidak ada yang menandingi.


"Marloooo" teriak Tomi.


"Mar, sini dong gabung" ajak Damar menghampirinya.


"Ada cewek cantik banget tuh, daritadi kita sengaja nungguin lo. Gasss ga niihh" tantang Damar.


Marlo pun melihat dan memperhatikan dengan seksama. Marlo berdiri menghampiri Letticia yang setengah mabuk. Letticia terkenal dengan Ratu dansa!! Teman-temannya mengakui pesona nya ketika sedang berjoget dan menikmati setiap dentuman music yang bikin pusing ini!. Marlo sangat mengenali setiap inci tubuh Letticia, ia langsung tau bahwa itu Letticia. Marlo bangun dan memegang tangan Letticia namun ditepisnya.


"Letticia" bentak Marlo memegang tangannya dengan erat.


"Aaawww!!!" pekiknya sambil menoleh dan betapa kagetnya melihat Marlo lagi. Letticia terpaku begitupula dengan teman-temannya dan ke empat temannya


"Ikut aku!!" Marlo mengajak Letticia ke kamar yang ada di room tersebut.


"Kau sedang apa disini!!"


"Aku hanya bertemu dengan teman-temanku" ucapnya sambil sempoyongan.


"Ayo kita pulang" Marlo semakin emosi.


"Apa yang salah Marlo?!! Aku tidak melakukan apapun, aku hanya bersenang-senang dengan temanku"

__ADS_1


Letticia berontak namun Marlo tetap menggeretnya keluar. Teman-teman Letticia yang ingin menolong ditahan oleh Tomi. Olivia mengerti dan langsung memberi tahu Rara agar ia tidak keceplosan apapun.


"Marlo hentikan!!! Katakan apa salahku malam ini?"


Tiba-tiba ada suara ribut yang mengalihkan perhatian kami. Ada seorang perempuan yang sedang bertengkar dan terjatuh, sepertinya mereka bertengkar hebat. Perempuan itu kesakitan. Letticia menghampirinya.


"Kau tidak apa-apa? Apa ada yang sakit?" Betapa kagetnya Letticia melihat Rebecca yang tersungkur dibawah sana. Wajahnya lebam, ia memegangi perutnya sepertinya perutnya dipukul atau kena benturan. Marlo langsung menolong Rebecca, mengangkatnya ke kursi. Pria yang mengamuk itu beda dengan pria tadi siang, security sigap datang mengamankan laki-laki yang mengamuk tadi.


"Marlo, syukurlah kau datang menolongku lagi" tangisnya pecah sambil memegangi perutnya.


"Ayo kita ke tempatmu" ucap Marlo. Letticia terpaku melihat mereka berlalu


"Ayo Letticia temani aku" teriak Marlo menyadarkan lamunan Letticia.


Setelah sampai hotel, Letticia memeriksa perut dan wajah Rebecca. "Syukurlah sepertinya ini tidak apa-apa tapi kau perlu periksa ke dokter besok untuk memastikan lebih lanjut" terangnya.


Marlo tampak khawatir dan ingin bertanya namun ia tahan karena ada Letticia.


"Aku pulang duluan, besok harus bekerja. Semoga cepat sembuh ya"


Letticia paham dan sangat mengerti. Letticia meninggalkan mereka. Ada rasa was-was ketika pergi, ia takut Marlo diambil. Letticia sengaja tidak menutup pintu rapat agar mereka tidak berani macam-macam malu kedengaran kamar sebelah.


Setelah di Lobby sambil menunggu taxi, Letticia ingin menelpon teman-temannya namun seperrtinya hp nya tertinggal.


"Yah ketinggalan, syukurlah aku bisa memancing Marlo pulang dan tidak berlama-lama disana" Letticia mulai menunggu Lift. Ia teringat baju yang dikenakan Rebecca yang sangat minim dan pendek, ditambah atasannya yang sangat menggoda. Tak lama ia sampai di depan kamar dan segera masuk pelan-pelan.


" Eungghhh Marloooo Eungghhh akuuu merindukanmu" lenguhan Rebecca yang kini berada di atas Marlo disusul dengan aksi Marlo yang melahap daddaa Rebecca yang begitu sintal. Rebecca terus memompa dirinya diatas Marlo.


"Faster Rebecca" ucap Marlo membuat Rebecca menggila merasakan milik Marlo yang sangat ia rindukan.


"Ooh Marlooo" Rebecca merubah posisinya seakan memberi tanda kepada Marlo.


"Aaaarkkggh" Teriakan Rebecca dan lenguhan mereka berdua membuat Letticia terpaku seolah habis hati dan perasaannya. Tidak ada air mata. Ia hanya terpaku melihat dua insan yang sedang menggila disana.


Marlo membenamkan dirinya menikmati setiap inci tubuh Rebecca, hentakan demi hentakan dan bunyi kulit yang sedang beradu terdengar sangat jelas. Marlo sungguh menggila diatas sana, Letticia bisa merasakannya. Ia sangat merindukan tubuh dibawah sana.


"Faster Marlo Eeeeungghhh"


perintah Rebecca yang posisinya sekarang sedang menungging membiarkan Marlo mengambil alih akan dirinya. Mereka melepaskannya bersama. Ekspresi wajah mereka yang sangat puas terekam jelas dimata Letticia. Marlo mencium bibir Rebecca dengan lembut, tangannya memeluk tubuh Rebecca dan tersenyum. Terakhir Marlo mencium kening Rebecca. Semua terlihat jelas bahkan kehadiran Letticia yang sedaritadi disana tidak mereka sadari sangking nikmatnya peraduan mereka.


"Aaaaaa! siapa ituuu"


Rebecca kaget melihat perempuan mematung disana. Sontak Marlo menoleh dan mengambil selimut menutupi tubuh mereka, Letticia tersenyum manis dan pergi.

__ADS_1


"Sakit wanita itu! Dia sepertinya disana daritadi" Rebecca masih shock sedangkan Marlo mencari pakaiannya ingin mengejar Letticia.


__ADS_2