Terjebak Di Rumah CEO

Terjebak Di Rumah CEO
Sakit


__ADS_3

Letticia melihat jam di hp nya, sudah jam 15.15 namun berkas laporan belum ada sebagian yang ia pelajari.


"Eh mendingan lo cepet cabut deh, nanti Marlo curiga !! PR gue banyak bangeeett niihh"


Letticia memperlihatkan beberapa berkas dan tas yang penuh dengan kertas.


"Oke deh Zha, kapan-kapan kalau boleh libur kita main bareng yaaa" pamit Robby


"Jangan lupa jaga rahasia gue, bantuin gue juga yaaa" Letticia merayu kecil. Robby tersenyum dan berlalu.


"Zhaa gue juga balik ya, kalo lo boleh libur jangan lupa call kita-kita yaaa" Letticia dan Olivia berpelukan bagaikan teletubbies. Marlo sempat melirik Letticia berkali-kali sambil memperhatikan Yumi di depannya.


"Cantik juga wanita ini" batin Marlo.


Baju Yumi yang memperlihatkan belahan dadanya sedikit mencuri perhatian Marlo. Ditambah kulit Yumi yang putih seputih salju, seperti namanya Yumi keturunan jepang. Bisa bayangin kan gimana kira-kira tekstur kulit Yumi. Rambut panjangnya yang lurus terjuntai indah, perangai anggun nan lembut Yumi mengalihkan Marlo. Berkali-kali Marlo menatap Yumi dari bawah sampai atas seolah menerawang keindahan apa yang ada di balik gaun putih itu. Tentu Letticia menangkap pandangan itu. Letticia kembali konsentrasi dengan berkas-berkas yang ada di depannya. Ia menandai hal-hal yang tidak ia pahami, browsing dan mencatat apa saja yang akan ia tanyakan. Entah kepada Marlo ataupun Bu Meyla. Sementara mereka semakin intim, Yumi mulai mendekatkan dirinya seolah menyerahkan dirinya kepada pria di depannya sedangkan Marlo menatap nakal Yumi, semakin lama semakin dekat dan apa yang ditakutkan Letticia terjadi juga. Mereka berciuman. Letticia berusaha menenangkan diri.


"Tidak apa-apa Letticia calm down, mereka hanya berciuman" ucapnya salam hati.


Tiba-tiba Marlo memegang pinggang Yumi memindahkan wanita cantik itu di pangkuannya, tangan Marlo sudah mulai bermain cantik di badan bagian depan Yumi. Letticia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia segera membereskan barang-barangnya dan pergi dari Hotel itu. Sampai di Lobby ia sadar karena tidak tau jalan pulang, Letticia tidak tau alamat rumah Marlo. Letticia memutuskan untuk kembali ke kantor, mungkin ada petunjuk disana. Letticia memesan taksi online.


Setelah sampai kantor Ia kembali ke ruangannya, mengecek data di komputer dan mencari alamat Bosnya tidaklah sulit. Letticia memilih melanjutkan pekerjaannya. Mempelajari berkas satu persatu, menyambungkan beberapa teka teki di otaknya dan berkutat dengan komputer suatu hobby Gila Letticia semenjak kakak kakaknya menyuruhnya menikah. Ia memilih sekolah dan sekolah daripada disuruh cari jodoh sebelum sukses dan meraih cita-citanya. Sebenarnya lebih ke mencari jati diri yaaa, kalo dibilang belum sukses. Nama Letticia terkenal kok dulu ketika menjadi dokter di salah satu rumah sakit, terkenal galak tapi terampil dan pintar.


Handphone Letticia berbunyi, Video Call.


"Haiiii Maaa" sapa Letticia dengan girang.


"Haloo sayang, liat nii ada yang kangeeen" mama mengalihkan video kepada adik kembar Letticia.

__ADS_1


"Halooo sayang-sayang akuuuu aaaa kalian kok udah besar siiih, kakak rindu sekaliiii" manja Letticia.


"Maaa liat deh kantor baru akuu, bagus kaaannn" Letticia memperlihatkan ruangan barunya dari sudut ke sudut.


"Baik-baik dan jaga kesehatan ya nak, semangaaat anak mama pasti bisaa !! Tidak usah terlalu ngoyo yaa nak. Ingat yaa setiap proses belajar yang kamu lalui itu berharga. Ambil baik-baiknya dan tetaplah menjadi dirimu sendiri" pesan mama membuat Letticia tambah semangat.


"Makasih maaa, aku lanjut kerja dulu yaaa muaaahhh" pamit Letticia.


Tak terasa sudah jam setengah 8 malam, badannya mulai pegal-pegal kelamaan duduk di kursi, Letticia berinisiatif mandi namun tidak membawa baju


"Besok-besok harus bawa beberapa baju dan lain-lain nih kesini" Letticia membereskan beberapa berkas dan bersiap pulang. Tak lupa ia memesan taksi online. Sesampai di Lobby ia melihat mobil Marlo baru datang, Letticia sembunyi !! Beruntung taksi online Letticia cepat datang sehingga ia bisa dengan cepat melesat pergi.


Ternyata bayangan Marlo yang sedang mencumbu wanita lain terus menganggunya. Sesak rasanya, mengingat siangnya Marlo telah berjanji kepada Letticia. Semudah itukah melupakan segalanya? Padahal semua hal yang dilakukan pada Marlo adalah hal pertama bagi Letticia, ia menyesal berharap dan percaya pada pria hidung belang itu. Tak terasa air mata menetes di pipinya, semakin lama semakin deras seolah menuntut keadilan. Dadanya semakin sesak menahan sakit yang ia rasakan. Di London Letticia mencintai seorang pria bernama Johny, kalau dipikir-pikir mereka sama-sama playboy hanya saja Johny sangat menghargai dan menjagai Letticia. Ia tidak pernah melecehkan ataupun merendahkan Letticia, hal yang paling parah yang mereka lakukan adalah berpegangan tangan. Johny !! Oh dia memberikan Letticia surat! Namun sampai saat ini surat itu tak pernah dibukanya dan ya, satu-satunya surat yang belum ia baca. Apa ya bahasanya? Cinta bertepuk sebelah tangan? Tapi kan mereka belum mengungkapkan perasaan satu sama lain !! Bagaimanapun juga mencintai seseorang itu melelahkan apalagi cinta diam-diam. Sakit woy sakiit.


Letticia kembali menenangkan dirinya. Ternyata jalanan macet, bisa kali ya tidur sebentar.


Sesampainya di rumah Marlo, Letticia melirik jam di hpnya. Jam 20.46 ia langsung bergegas masuk mencari bu Meyla. Ternyata bu Meyla sedang mengobrol bersama Yumi dan Marlo di ruang tamu. Letticia berdiri bersama Pelayan disana, mereka bergunjing membicarakan perempuan yang dibawa Tuan mudanya.


"Itu perempuan yang dijodohkan? Cantik yaaa cocok sama Tuan Muda" celetuk salah satu dari mereka.


"Kelihatannya tuan muda menyukainya, daritadi mereka senyum-senyum berdua" obrolan pun saling saut menyaut.


"Iya, mereka datang bersama meskipun datang sendiri-sendiri, semoga kali ini jadi yaaaa. Biar nyonya cepat nimang cucuuu hihiii" Letticia menjadi pendengar yang baik.


"Apa tuan muda sering di jodohkan? " Letticia tiba-tiba menyaut.


"Eh kenalan dulu dong, saya Letticia Asisten Pribadi Bu Meyla" Letticia memperkenalkan diri, mereka pun membalas dengan senyuman.

__ADS_1


"Sering baget tuan muda dijodohkan, dulu pernah ada yang hampir nikah! Eh perempuannya selingkuh sama laki-laki yang lebih kaya!!" pembicaraan pun semakin seru.


"Setelah itu tuan muda misterius banget, senggol bacoklah istilahnya terus suka main perempuan, pulang malam dan gila kerja" si Bibik ceritanya makin seru.


"Emang dulunya ga suka main cewek bik? " Letticia semakin penasaran.


"Ya suka juga tapi ga separah sekarang" Letticia mengangguk anggukkan kepalanya.


" Letticia" suara bu Meyla memecah obrolan mereka, Letticia berlari mendekati Bu Meyla.


"Besok kami bertiga mau jalan ke puncak, tolong siapkan semuanya ya" perintah Bu Meyla.


"Kamu cari hotel yang bagus, suasananya harus bagus ya" Bu Meyla melirik dua pasangan di depannya tanda memberikan kode.


"Baik bu" Letticia pamit dan pergi ke belakang.


Letticia mencari dan browsing hotel dan resort terbaik disana, tiba-tiba ia teringat Robby. Perusahaan Robby bergerak di bidang perhotelan, resort dan restaurant. Pasti dia banyak kenalan. Letticia segera menghubungi Robby dan meminta bantuan, beruntung Robby dengan senang hati membantu segalanya.


"Gue pesenin satu buat lo kamar paling baguuusss biar ga stres Zha, kamarnya jauh dari kamar bos lu, jangan khawatir" tawar Robby menenangkan Letticia yang sedaritadi sedikit gelisah akan tugas pertamanya.


"Thanks ya Robb, ya ampun ga nyangka gue punya temen baik hahahha" ledek Letticia.


Setelah memastikan semua selesai, Letticia kembali ke ruang tamu. Ternyata semuanya sudah pergi, Letticia melihat hp satunya ternyata ada pesan dari Bu Meyla.


"Besok setelah sarapan, kamu siapkan barang-barang saya ya. Saya biasanya sarapan jam 7" Letticia menjawab.


"Baik Bu"

__ADS_1


Letticia lega, ia kembali ke kamarnya. Sebelum mandi memulai ritual nya yang panjang. Ia packing terlebih dahulu. Ternyata sudah ada seragam di gantung di belakang pintu, Letticia tersenyum melihat model bajunya yang sedikit lebih modern dengan warna putih tulang.


__ADS_2