
Makanan datang, Letticia tidak sabar menghabiskannya. Tingkahnya membuat Marlo tersenyum tipis dan menggelengkan kepala.
"Hmmm nyummiii, enak bgt ampuuunn!" Letticia kangen sekali dengan makanan-makanan yang biasa ia makan di jakarta.
"Tuan, setelah makan aku ingin bertanya beberapa berkas yang tidak ku mengerti"
Letticia masih menyantap makanannya dengan lahap. Marlo hanya melirik tanpa menjawab apapun. Dari kejauhan ada seorang pria menatap meja Letticia dan Marlo tanpa henti, sepertinya ia mengenal salah satu orang di meja tersebut. Marlo menangkap gerak-geriknya dan tidak merasa menal dengan pria itu. Letticia menikmati kopinya, ia memejamkan matanya dan menghirup aroma kopi berkali-kali. Akhirnya pria itu berjalan mendekati.
" Zha, apa itu kau?"
Letticia terhenyak kaget mendengar namanya dipanggil, ia menoleh.
"Itu Robby, putra kedua dari Grup Angkasa" ucapnya dalam hati.
Marlo tidak bereaksi apapun sepertinya ia tidak kenal dengan Robby. Kalau Letticia bertanya dia siapa, pasti Robby memperkenalkan diri dan memastikan siapa Zha. Aduhh gimana nih!! Letticia hanya tersenyum sambil memberi kode kepada Marlo bahwa ia pun tidak kenal dengannya.
"Mungkin kau salah orang, bro" ucap Marlo.
"Kalau tidak salah, kau Marlo bukan?? Aku baru sekali melihatmu dari kejauhan waktu di acara Orchard tahun lalu.
Robby mengingat dengan ragu. Tahun lalu ada acara apaa! OMG aku masih di London dan tidak mengikuti perkembangan perusahaan sama sekali!! Letticia mulai panik.
"Oh ya??" Marlo berjabat tangan dengan Robby
"Robby Angkasa"
Letticia hanya terdiam sambil menunduk, mereka asyik mengobrol sementara Letticia pergi teratur, masa baru satu hari identitas Letticia hampir terbongkar! Sepertinya Letticia harus lebih waspada.
Letticia duduk tidak jauh dari Robby dan Marlo, ia kembali belajar berkas-berkas yang diberikan bu Meyla.
" Zhaaaa !!!" suara wanita mengagetkannya dari belakang
"OMG my sugar bunny yum yumm"
kode bestfriend Letticia tiba-tiba menghebohkan suara ruangan itu sejenak, Marlo pun ikut melirik penasaran dengan wanita yang mebuat asisten pribadi ibunya heboh kegirangan.
__ADS_1
"Zhaa!! Lo udah baliiikk??? Ya ampun kangen bangetttt !! Gila ya lo susah banget di telepon, gue pikir ga jadi balik nungguin abang jenggot hahahha"
Olivia meledek dengan khasnyaa, Letticia belum menjawab apapun ia menggandeng Olivia sembari menyuruhnya duduk dan jangan berisik.
"Eh lo ngapain sih pake baju ginian deuuhhhh iuwhh bgtt!!! Turun jabatan lo?" rempong Olivia.
"Hushhhh!! Oncom jangan sembarangan bicara lo tuh ya liv please tolong dengan sangat hormat kecilin suara cempreng lo! Gue lagi nyamar nihh" Letticia mulai serius, Olivia paham dengan sahabatnya kalau lagi serius di ganggu kadang suka ngambek.
"Maksut lo ?? " Olivia mulai mendengarkan cerita Letticia sambil melihat laporan dan berkas yang berserakan di meja.
"Wah gila ya lo, udah enak-enak malah mau susah. Kadang tuh gue ngga ngerti sama jalan pikir lo Zha, lo tuh pinter gue tau banget!! Tapii untuk urusan beginian sama urusan cowok lo blooo'on kuadrat kuadrat ntahlah itu" Oilivia mengomel.
"Ini kesempatan gue buat belajar, please bantuin gue buat ngusir Robby, kebetulan banget kan perusahaan gue blm pernah bekerja sama dengan Sasongko"
"Untuk sekarang belum tapi kayanya segera deh, denger-denger Bokap lo mau bangun Hotel ya Zha? Nah banyak bgt tuh yg antri deketin perusahaan lo"
"Oh yaa? Gue gatau !! kalau cari tahu pasti mereka akan ambil kesempatan biar gue bergabung di perusahaan. Jadi emang gue bener-bener menghindar dua thn ini. Eh tapi liv satu tahun lalu ada pertemuan di Grup Orchard, dalam rangka apa?"
"Hmmmmm tunggu yaa gue inget-inget, duhh susah bener pertanyaan lo"
"Ayolah kalian kan ratu party, pasti ga bakal lupa kalo Grup Orchard yg ngadain" rayu Letticia.
"Bantuin gue please usir Robby, nanti kalo ditanya gue siapa bilang aja bukan gue" rengek Letticia.
"Imposible kalo gue bilang bukan lo, udah laaah gue jujur ajaa ! Robby juga pasti mau bantuin lo, nanti gue sogok deh dia. Gue aturin ngedate sama rara" keduanya pun tertawa membayangkan Rara dan Robby berkencan.
"Emang Rara mau ?? Jomblo dia?"
"Lo ga tauuu?? Si ayam sok ganteng itu selingkuhh shayy!!!" heboh Olivia membuat beberapa orang disana melirik keasyikan dua wanita cantik yang sedang mengobrol.
"Ehhhh ada Yumi!! " Olivia menaikkan nada suaranya.
"Yumita Goldi !! Lo lupa ya Zha?? Anak perempuan grup Golden yang terkenal dengan kecantikan dan keanggunannya? Denger-denger dia mau di jodohin sama anak Grup Sasongko, gue ga pernah ketemu sama anak grup Sasongko tapi katanya ganteng parah!"
Olivia semangat bangett cerita sampai tidak sadar dengan perubahan ekspresi Letticia.
__ADS_1
"Zha, lo tadi kerja di grup apa deh? Lupa lagi gue"
"Sasongko" singkat Letticia.
"Berartiiiiii itu anaknya? Itu anak grup Sasongko?" Olivia heboh menggoyangkan tubuh Letticia.
"Lo itu emang tau banyak informasi tapi lemot banget ga sembuh-sembuh! Hahahhaa" sindir Letticia. Olivia tertawa, lagi-lagi mereka tertawa bersama.
"Liv, grup Sasongko itu baru apa gimana sih? Gue baru denger" Letticia mulai penasaran.
"Udah lamaaaa keleus, tapi baru terkenal karena yang megang anaknya. Belakangan yang sering ke pertemuan anaknya. Jago banget katanya, pinter"
Olivia menghentikan celotehannya, ia fokus pada Yumita yang menuju ke arah Marlo dan Robby.
" Zha !!! Keadaan lo semakin gawat !! Beruntung lo ga pernah kenal Yumi !! Lihat itu" Olivia panik.
"Aduhh mampus gue, gimana nih kaburnya!!! " Letticia panik, membereskan berkas-berkasnya.
"Tunggu deh, liat dulu tuh si Ratu kecantikan yang lebih tepatnya sok cantik sih hahahahaa, liat dulu dia ngapain" Olivia menenangkan Letticia.
Yumi datang menyapa Marlo, sepertinya Marlo tidak kenal dengan Yumi. Tatapannya dingin, Yumi mengambil inisiatif duduk di samping Marlo. Robby mulai paham dengan situasi yang terjadi, ia pamit diri. Di tengah jalan ia sadar ada Olivia duduk bersama Letticia.
"Zha, Liv" Robby melambaikan tangan sedangkan kedua gadis itu saling tatap kebingungan.
"Lo ngapain disini Zha? Udah pulang dari London?? Kok ga ngabarin sih"
"Robby, maaf banget gue mau minta tolong nih sama lo" Letticia mulai menjelaskan mengapa ia bersama Marlo dan apa posisinya sekarang.
"Wah, bodoh aja tuh Marlo kalo ga sadar lo siapa hahahahhaa" ledek Robby.
"Cepat atau lambat Marlo pasti tau lo adalah Zha Orc, apalagi kalau ada yang sadar lo ada di Indonesia. Lo lupa Zha? Lo tuh terkenal di kalangan para pria pencari pendamping hidup hahahhaa"
ledek Robby lagi.
Olivia langsung paham dengan maksut Robby, banyak sekali pria yang berlomba-lomba mendekati Letticia. Namun Sedikit dari mereka yang tau wajah asli Letticia, mereka hanya tau dari foto Letticia ketika menjadi dokter muda. Sudah bertahun-tahun yang lalu.
__ADS_1
"Lo tuh bisa dibilang istri idaman Zha, jadi mustahil orang-orang lupa begitu saja, apalagi jadi asisten pribadi bu Sasongko dan sering bersama Marlo. Bener sih mereka gatau lo siapa, tapi cepat atau lambat mereka akan tau"
Robby mengutarakan pendapatnya. Robby termasuk teman dekat mereka, predikat pria setia kawan melekat padanya dari dulu. Kebetulan Robby selalu satu sekolah dengan Letticia. Kecuali kuliah yaaa mereka beda jurusan. Robby lebih memilih bidang keuangan. Letticia mencuri pandang ke Marlo, mereka sedang asyik mengobrol. Marlo tersenyum kepada Yumi.