
Pria itu pergi meninggalkan Letticia dan menutup kembali pintu apartement. Letticia masih tertidur pulas sampai malam. Sepertinya ia sangat lelah sampai tak mendengar telepon yang dari tadi berdering.
Sekitar jam delapan malam Letticia terbangun, ia mengecek hp dan langsung kaget melihat 23 panggilan tidak terjawab. Siapa lagi kalau bukan dari Alex dan Mamanya oh ada Kakaknya juga. Letticia menelepon Alex.
"Hai sayang, maaf aku ketiduran di apartementku"
"Lain kali jangan begini ya, sudah makan belum?"
"Belum, tapi belum terlalu lapar kok hehe"
"Nanti malam temani aku ya, temani aku sebentar berikan alamatmu nanti malam kujemput"
"Hmmm gimana ya, aku malu"
"Kalau ga mau juga gapapa kita dinner aja di mana gitu yuk"
"Heheee ayoo sayang ayoo aku temani, mau party dimana? Ada dresscode ga?"
"Ada warna hitam"
"Okey, sampai bertemu nanti sayang"
Letticia menutup telepon dan mencari baju, ia membuka lemari dan memilih beberapa baju. Pilihannya jatuh pada dress warna hitam lengan panjang, tidak ada belahan dada yang menggoda hanya dress pendek seatas paha. Letticia sedang malas berdandan ia hanya mencatok rambutnya. Make up nya sengaja dibuat bold dengan warna lipstik nude kecoklatan. Setelah merasa cukup Letticia menunggu jemputan Alex, ia menelpon Kakaknya.
"Halo, Kak Maaf tadi ketiduran heheee"
"Kamu sekarang dimana Zha?"
"Kenapa memangnya Kak?"
"Pulanglah Zha, ayo bantu Kakak sudah waktunya kau memegang beberapa cabang"
"Hehee tunggu dulu Kak, Zha mau usaha sendiri nih. Nanti kalau Zha sudah pintar, Zha kabarin Kakak ya"
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Ga ada maksud apa-apa Kak, aku cuma mau punya usaha sendiri aja"
"Perusahaan kita sebesar ini apa bukan suatu usaha Zha? Ini perusahaan besar"
"Maksudnya, Zha mau belajar hal lain dulu Kak sampai bisa sukses di atas kaki sendiri"
"Kau sudah punya dua gelar berbeda masih ingin belajar lagi Zha? Awas kalau ketemu ya. Ku nikahkan kau dengan kolega Kakak"
"Kak please! Beri Zha waktu untuk membuktikan diri! Zha ingin tau kemampuan Zha sejauh apa"
"Iya Kakak mengerti, tapi tidak dengan membuka usaha baru dan meninggalkan Orchard"
"Siapa bilang Zha meninggalkan Orchard Kak!"
"Terus apa?"
"Anggap saja Zha ingin buka cabang lain dengan usaha sendiri Kak"
"Yaudah kan tinggal balik kesini terus buka deh itu usaha apapun sesuka kamu"
"Ting nong" suara bell menandakan Alex sudah datang menjemput.
Letticia membuka pintu "Waw Letticia you are so beautifull" ucap Alex yang memperhatikan Letticia dari atas sampai bawah.
"Yuuukk nanti telat loh" Letticia mengajak Alex segera berangkat.
"Eh tunggu hape aku di dalam" Letticia masuk dengan cepat. Ternyata hp nya di meja rias.
Ada secarik kertas disana Letticia mengambil dan membacanya "I MISS YOU"
"Siapa ya yang nulis ini? Alex kan belum pernah masuk apartement ini" Letticia mengabaikannya dan segera pergi bersama Alex.
Alex sudah menunggunya di mobil, mereka segera pergi ke tempat pesta. Hanya butuh waktu 30 menit perjalanan untuk sampai kesana. Di mobil Alex menggenggam tangan Letticia dan menciumnya seperti anak abg yang sedang kasmaran. Letticia tersenyum malu melihat perlakuan Alex.
Setelah sampai mereka segera turun, Letticia dan Alex masuk dengan bergandeng tangan. Di pintu masuk mereka papasan dengan Marlo namun Alex dan Letticia tidak melihatnya. Marlo ragu ketika melihat Letticia namun ia berharap wanita yang di gandeng Alex bukanlah Letticia.
__ADS_1
Ketika sampai di dalam Alex disambut oleh teman-temannya mereka heboh melihat Alex membawa seseorang. Biasanya Alex paling cuek masalah wanita, yang ia pikirkan hanya pekerjaan dan liburan. Banyak yang mengira Alex penyuka sesama jenis karena kemanapun ia berada yang ia bawa selalu laki-laki.
"Waw Alex, ternyata lo normal ya hahahha" ledek salah satu temannya.
"Alex, gue lega ngeliat lo sama perempuan" saut teman yang lain.
Alex hanya tertawa melihat tingkah teman-temannya "Kenalin guys, ini Letticia pacar gue"
Marlo yang dari tadi hanya menyimak tiba-tiba keselek dan batuk di belakang Letticia dan Alex. Sotak Letticia menoleh dan kaget bukan main melihat Marlo di belakangnya. Ia bingung apakah harus menyapa Bossnya itu atau gimana. Letticia hanya membungkukkan badannya menyapa Marlo yang sedang heboh dengan minuman yang membuatnya tersedak.
"Wah, Marlo mana cewek lo? Tumben sendirian"
"Udah guys udah, gue duduk dulu ya. Ini minum dulu Mar lain kali hati-hati kalo minum" Alex memberikan air putih sambil menepuk pundak Marlo.
Alex pergi berlalu mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka, Letticia bingung. Niatnya membuka hati dan menyembuhkan luka yang diberikan Marlo apa bisa berhasil kalau setiap saat bertemu dengannya? Sekarang malah jadi sahabat pacarnya.
"Toilet di mana ya sayang"
"Aduh aku belum pernah ke rumah ini, kita cari saja yuk"
"Gapapa sayang, aku saja yang cari. Kamu sama temen-temen kamu saja nanti aku susul"
"Hati-hati yaa sayang" ucap Alex ketika Letticia beranjak dari kursinya.
Letticia mencari kamar mandi, memasuki beberapa ruangan yang ternyata sudah di tempati beberapa orang untuk bermesraan. Dua kamar sudah dipakai untuk bercinta, namun ia belum menemukan di mana toilet berada. Tinggal tempat di ujung sana yang belum ia jelajahi, masih sepi. Pintunya terkunci Letticia merasa ruangan itu pasti sudah dipakai orang lagi, tiba-tiba pintunya terbuka dan Letticia terdiam terpaku melihat orang yang keluar dari pintu itu. Marlo keluar dari kamar mandi seorang diri.
Mereka saling bertatapan sebentar namun Marlo pergi begitu saja tanpa sepatah kata. Sikapnya sangat dingin, ternyata hal ini membuat hati Letticia gelisah. Ia segera masuk ke kamar mandi dan berdiam di sana agak lama, ia tidak tau harus berbuat apa di luar sana. Keberadaan Marlo menggoyahkan hati Letticia lagi padahal sudah jelas Alex adalah pria baik-baik yang berusaha mencintainya.
Akhirnya Letticia memutuskan keluar dan berbaur di pesta, ia melihat Marlo duduk seorang diri sambil memperhatikan sekitarnya sedangkan Alex bersenang-senang sambil bercanda dengan beberapa temannya. Ada penari tiang di sana, Letticia memilih melihat penampilan penari itu. Gerakan-gerakan yang menggairahkan membuat beberapa orang disana pergi satu persatu bersama pasangannya, mereka mencari tempat untuk melampiaskannya. Sedangkan Letticia masih duduk anteng disana, sesekali ia menoleh ke arah Alex yang asyik mengobrol. Letticia mengambil wine dan duduk lagi, ia memutuskan untuk naik ke atas siapa tahu ada tempat yang nyaman untuk istirahat. Letticia tidak leluasa di pesta ini ia sama sekali tidak bisa menikmatinya. Letticia naik membuka ruangan satu persatu dan menemukan sebuah kamar yang masih bersih dan kosong, Letticia menguncinya agar tidak ada orang yang mengganggunya.
Hai hai kira-kira seperti ini baju yang dipakai Letticia ke party. Untuk Badannya juga kira-kira seperti ini tinggi dan berisi gitu deh hehee..
Kalau wajah dan make upnya bayangan Thor seperti di bawah ini.
__ADS_1