
Marlo mengistirahatkan badannya di kamar tamu, ya Marlo ternyata tidak kuat menyetir. Ia memutuskan untuk beristirahat di kamar tamu Tomi.
Tomi adalah sahabat Marlo dari kecil. Ia sangat paham setiap perubahan Marlo. Setiap fase kehidupan Marlo jatuh dan bangun selalu ada Tomi yang menemani Marlo. Tomi anak pertama dari grup Nusantara, pria berbadan tinggi dan manis itu kerap kali bergonta ganti pacar. Tomi selalu di manfaatkan oleh beberapa pacarnya, banyak yang mendekati Tomi untuk mengenal Marlo dan mengambil hati Marlo, beberapa wanita mendekati Tomi hanya untuk menghabiskan atau numpang hidup enak aja. Belakangan ini Tomi menjalin hubungan serius namun si cewek selingkuh! Ketangkep basah lagii enak enak di hotel. Sedih yaaaa susah emang jadi cowok tajir.
"Mar, lo gapapa? Mau gue ambilin obat?"
Tomi menghampiri Marlo di kamar tamu, melihat Marlo tertidur dengan wajah sedikit pucat Tomi memanggil Dokter. Tomi punya teman dokter namanya Rara.
Tak lama setelah di telepon Rara datang dengan beberapa perlengkapan dan obatnya.
"Temen lo gapapa, kayanya dia telat makan. Asam lambungnya naik" Rara menjelaskan sambil menjelaskan beberapa obat yang harus di minum.
"Oia gue liat ada jahitan di pinggang belakangnya, sedikit memerah, tapi gapapa nanti gue kasih salep aja yaaa" jelas Rara.
Tomi hanya menganggukan kepalanya ketika Rara panjang kali lebar menjelaskan secara detail.
"Eh lo tau ga siapa dokter yang jahit lukanya?" Rara mulai penasaran namun Tomi lagi-lagi hanya menggelengkan kepala.
"Mirip banget sama cara jait temen gue, itu teknik andalan dia. Katanya dia udah balik ke Indo tapi setau gue dia ga akan jadi dokter dulu" Rara ngoceh sendiri.
"Ra kita lagi party nih, mau gabung ga?" Rara yang saltum memandang ragu.
"Cowok semua yaaa? Kalo cowok semua ga enak ah gue " Rara menolak halus
"Lo aja ajak aja temen cewek lo yang bisa kesini"
celetuk Tomi.
"Boleh nii? Wait yaaaa"
__ADS_1
Rara langsung mengambil hp menelepon Olivia si Ratu Party sambil meminta dibawakan baju. Tomi mengajak Rara ke ruang santai sambil menunggu temannya sedangkan ia mengurus Marlo yang sedang sakit. Sekitar 35 menit Olivia datang membawa baju. Mereka berdua heboh di kamar mandi sambil siap-siap.
"Ehh lo tau ga? Kemaren gue ketemu Zha di Hotel lagi kerjaaa" celetuk Olivia.
"Iyaaa dia sekarang kerja jadi Aspri kann? Kemaren kan di grup wa heboh tuh, Letticia foto bareng sama Stuart" Rara mengingatkan bahwa ia sudah tau status Letticia saat ini.
"Iya ya gue udah bahas ya di grup, gue lupa hahahhaa. Kapan-kapan party yuk ajakin Zha!! Kasian tau diaa kemaren pas ketemu, banyak banget berkas yg harus dia pelajarin, emang ya si kutu buku satu itu,
kalo lagi Gila uhh Gila dia!! Giliran lagi waras udah kaya orang kudet cupu culun ga jelas" omel Olivia.
"Dah yuuukkkk" mereka berdua sudah siap berganti baju dan bersolek lalu keluar mencari Tomi.
Ketika keliling rumah mencari Tomi, mereka melihat-lihat rumah Tomi yang penuh dengan kaca, Tomi memilih gaya rumah Scandivanian yang penuh dengan kayu dan lighting yang cantik di setiap sudut ruangan. Interiornya sangat simple khas laki-laki banget. Tentu terlihat apik dan mewah ditambah semua tersusun rapi. Akhirnya mereka melihat suatu ruangan yang dipakai party, ruangan itu menghadap ke taman dan kolam renang. Ada bar di dalamnya, ada tv besar untuk karaoke dan sofa kulit yang panjang menyatu dengan lebar ruangan. Olivia dan Rara menghampiri mereka betapa kagetnya mereka ketika masuk ada beberapa wanita sedang berjoget ditambah ada satu wanita yang menari di tiang dengan baju yang super hott.
"Heiiii welcome girl, guys kenalin tamu dadakan kita malam ini. Ini Rara dokter yang meriksa Marlo. Ini temennya" Tomi memperkenalkan mereka ke 3 temannya.
"Ini Brian, Candra dan Damar" Tommy menunjuk teman-temannya memperkenalkan mereka.
"Wine ajaa" Olivia menjawab sambil duduk bersama mereja menikmati pole dance yang menarik perhatian mereka berdua sedaritadi. Olivia menikmati music yang ada disana, ia menggerakkan bahunya sambil menikmati minumannya. Candra mengulurkan tangannya mengajak Olivia berjoget bersamanya. Rara senyum-senyum melihat Olivia si ratu party yang selalu berhasil membuat semua orang tertuju padanya. Olivia sukaaa banget joget, badannya yang aduhai dan parasnya yang cantik selalu menarik perhatian para lelaki. Rara menyusul Olivia, menyambut kegilaan Olivia. Mereka berdua asyik dan saling bercandaaa. Tomi menyusulmendekati rara, berusaha mengimbangi Rara.
"Wuhuuuuu" teriak Olivia semakin energik. Rara hanya tersenyum sambil mengangkat tangannya menikmati dentuman demi dentuman.
"Ehhh main game yuk" tantang Olivia.
"Kan kann mulai dehhh lo" senggol Rara.
"Game apa, yuklah siapa takut" celetuk Damar.
"Mainnya pasangan ya!! Ini kan ada bunga, nah gue gantung di sini (Olivia menunjuk tali tank top) tugas lo para laki-laki mengambil bunga ini pake mulut dengan tangan terikat ke belakang!"
__ADS_1
"Yaelah gampaang banget! Yuk siapa takut!" Ucap Brian. Olivia menyusun beberapa bunga, di sekitar tanktopnya. Tangkainya sengaja ia tekuk-tekut agar susah di ambil. Bunga nya bukan bunga asli ya.
"Inget ya sampai ada bunga jatoh kalian kalah" Seru Olivia lagi.
"Yang menang dapet apa?" Tomi nyeletuk iseng.
"Dapetin pasangan masing-masing, terserah mau lo apain aja harus terima" Olivia menantang, Rara menyenggol Olivia.
"Wuuuhuuuuu" sorak para lelaki.
Games pun di mulai. Ada empat pasang jadi total ada delapan orang. Olivia berpasangan dengan Candra sedangkan Rara dengan Tomi. Olivia berdiri sedangkan para pria sibuk di sampingnya mengambil bunga mawar.
"Susah bangeett!! Ini kalo gue tarik jatoh semua" keluh Candra.
"Lo lepas dulu itu satu-satu yang nyangkut dibelakang, kan ada tangkainyaa"
Olivia memberikan clue, Candra beralih ke belakang Olivia. Bibir Candra yang menyentuh punggungnya membuat Olivia menggeliat singkat, sedangkan Candra masih asyik memikirkan cara. Olivia menahan suaranya, ia menggigit bibirnya sendiri. Ketika memastikan 1 mawar bisa terlepas Candra berpindah ke depan. Olivia masih menggigit bibirnya menahan sesuatu yang menggelitik dirinya sedaritadi. Candra melirik Olivia, namun tak memedulikannya sama sekali. Candra malah iseng mengecup leher dan punggung Olivia sambil modus membenarkan tangkai-tangkai mawar. Olivia tetap kuat hati, ia hanya menggeliat tak mengeluarkan suara apapun.
Rara dan Tomi masih berusaha bersusah payah, Tomi ke depan dan kebelakang sedangkan Letticia mulai merasa ada yang menggelitiknya, ketika Tomi mulai berhasil mengambil 1 bunga tanpa disadari lenguhan rara keluar pelan.
"Euuunghh" bagaimana tidak, jenggot tipis Tomi yang sedaritadi menyentuh bagian dadaa Rara membuatnya tak terkendali. Apalagi hembusan nafas Tomi sangat dekat dengannya, membangunkan bulu kuduk Rara.
Yeayyy!! Pemenangnya adalah Damar. 4 bunga sudah lepas dan terkumpul. Permainannpun terhenti. Mereka menutupnya dengan cheers alias minum bersama. Olivia dan Rara memutuskan untuk kembali, mereka tau semakin lama mereka disana semakin gawat hahaha.
"Kita duluaaan yaaa, udah malam banget niihh" Olivia sedikit berteriak agar di dengar semuanya.
"Gue anter yaaaa" Candra menawarkan diri.
"Kita bawa mobil kokk, santuy" Olivia dan Rara mulai mengambil tas dan barang mereka.
__ADS_1
"Ra, gue pipis dulu yaaa" Olivia menghentikan langkah mereka ketika melihat ada kamar mandi di sudut sana, sedangkan Rara mencari tempat duduk yang pewe untuk merebahkan badannya.