
Letticia membalas setiap desakan lidah Alex yang ternyata mulai membuat Letticia candu, lembut dan penuh perasaan. Ketika memastikan Letticia sudah terbiasa dengannya, ia mulai menggigit pelan sambil memeluk pinggang Letticia tangannya berdiam disana. Alex begitu hati-hati memperlakukan Letticia. Ia sangat menghargai Letticia.
Pelan tapi pasti, Alex mulai melepas ciumannya ia menatap Letticia "Lain kali jangan pakai baju begini kalau ada lak-laki asing dirumah ya, pakai daster emak-emak aja"
Ledekan Alex membuat Letticia tersipu malu, ia tidak menyangka ada pria yang baik seperti Alex. Hasratnya tidak menggebu seperti ia bertemu dengan Marlo, perasaan ini malah membuatnya nyaman dan dianggap seperti wanita seutuhnya. Letticia malah memeluk Alex, menyandarkan kepalanya di dada bidang pria yang baru ia kenal. Alex membalas pelukannya sambil mencium rambut Letticia.
Alex merapikan rambut Letticia, sehingga belahan gunung yang menyembul sedaritadi semakin jelas terlihat. Ia menatap Letticia seolah meminta ijin memastikan pemiliknya bersedia, setelah yakin Letticia menginginkannya ia mulai mencium leher Letticia. Tangannya sudah berani menerobos masuk meremas sebuah gunung yang ternyata disambut hangat oleh pemiliknya.
"Eungghhh Alex" Letticia menggeliat membuka handuk yang sedaritadi menutupi badan kekar Alex.
Alex berjalan maju menuntun Letticia pindah tempat sambil membuka satu demi satu kain yang menutupi Letticia. Mereka sampai di sofa panjang nan empuk yang berada di tengah ruangan, Letticia mengambil alih ia duduk diatas Alex mencium Alex dengan lembut sambil melekatkan badannya ditubuh Alex, membiarkan pacar barunya menikmati dua gunung indah miliknya. Alex menggigit dan memainkan lidahnya disana sesekali ia menghisap dua buah eskrim coklat vanilla di depannya membuat Letticia melenguh nikmat. Kini giliran Letticia yang mulai beraksi, ia menciumi Alex dari leher sampai bawah, menikmati setiap inci tubuh Alex dan meninggalkan beberapa jejak disana.
"Eungghh hentikan Letticia" perintah Alex.
Letticia tidak mendengarkan ia malah asyik memainkan lidahnya dibawah sana. Alex tidak mau kalah ia mendorong Letticia agar melepaskan permainannya dibawah sana lalu menggendong Letticia ke sebuah kamar. Ia menaruh Letticia di kasur dan langsung membuka kaki Letticia. Membenamkan kepalanya disana, menikmati lembah basah milik Letticia.
"Eunghh ampun Alex aku tidak tahan" Letticia bergeliat hebat meremas sprei disana, Alex sungguh Ahli bermain dibawah sana.
Alex melihat ekspresi Letticia yang membuatnya semakin bergairah, tubuh sempurna Letticia dan ekspresi Letticia adalah sebuah kolaborasi yang sangat memabukkan.
"Tahanlah sayang, ini masih hari pertama" Alex membantu Letticia memasukkan tangannya.
Letticia pasrah, ia menikmati gerakan tangan Alex yang sangat lihai dibawah sana, sampai akhirnya Letticia mencapai perlepasannya dan tak berdaya di kasur. Alex tersenyum puas melihat Letticia terkulai lemas dengan nafas tak beraturan. Ia pun ikut berbring disamping Letticia.
Tiba-tiba Letticia bangun menaiki Alex, melanjutkan permainannya yang diganggu Alex tadi "Letticia kau eungghhh"
Letticia melirik Pak Alex "Mau lanjut?"
Letticia membalas Alex yang meledeknya tadi, ia menghentikan permainannya, Alex yang sudah terlena dan menikmati miliknya dipuaskan Letticia merasa tak kuat namun ia menahan diri. Letticia naik duduk di paha Alex, menggoyangkan tubuhnya ke atas dan ke bawah sambil memegang gunung miliknya sendiri. Alex melihat Letticia dari mulai ekspresi dan gerakan tubuhnya yang begitu menggoda.
Alex bangun mengubah posisinya yang kini berada di atas Letticia. Namun Letticia berontak, ia tidak mau dengan cepat Letticia naik lagi dan memasukkan dirinya dan menyatukan irama dengan Alex.
Pelan namun dengan hentakan yang pasti adalah gerakan baru Letticia, ternyata membuatnya lebih terasa nikmat dan menggelitik.
__ADS_1
"Eungghhh Alex tahan sebentar, aku belum selesai" Letticia masih menikmati seolah tak ingin lepas dari kenikmatan duniawi itu.
Tak ada jawaban, Alex mengikuti gerakan Letticia yang semakin menggila. Suara lenguhan yang bersautan memenuhi mansion Letticia. Tak dipungkiri milik Alex yang tidak jauh beda dengan Marlo membuat Letticia hilang akal. Akhirnya mereka mencapai perlepasan bersama, Alex mencium dan memeluk Letticia.
"Terimakasih sayang" satu kecupan lagi dikening Letticia.
Letticia tersipu malu, ia memeluk Alex sambil beristirahat disampingnya.
"Tidurlah, besok kita bekerja" mereka pun tidur bersama.
************
Keesokan harinya mereka masih saling berpelukan, Alex bangun duluan. Ia melihat Letticia disampingnya, mengamati setiap inci wajah Letticia yang sangat cantik. Tak lama Letticia bangun namun kaget karena Alex melihat dirinya tanpa berkedip.
"Aku jelek ya kalau tidur" Letticia bingung.
"Kau selalu cantik meskipun tidurmu seperti banteng yang sedang ngamuk" ledek Alex membuat Letticia manyun.
"Astaga jam brp ini Pak" Letticia meloncat mengingat kerjaannya yang harus naik produksi.
"Ikut boleh?"
"Tidak"
Alex tertawa dan menunju ruang cuci, ia melihat bajunya sudah kering. Sesekali ia mencari foto namun tidak ada foto sama sekali, padahal ia penasaran siapa sahabat Letticia yang berbaik hati meminjamkan mansionnya.
Letticia selesai mandi dan melanjutkan ritual skincare dan parfumnya. Alex menunggu di ruang tengah sambil menikmati pemandangan diluar, sangat indah.
"Maaf ya, aku duluan takut dimarahin Boss"
"Bareng aja yuk ke kantornya, nanti saya balik sebentar untuk ganti baju dan mandi"
"Boleh, makasih ya Pak"
__ADS_1
"Pak supir? Mana ciuman selamat paginya" Alex bercanda menggoda Letticia.
"Sudaaahh??" Letticia mencium bibir Alex dengan cepat dan memeluknya erat.
"Sukses untuk hari ini ya sayang"
Mereka pun berjalan keluar dan naik mobil, langsung menuju kantor yang hanya 25 menit. Sesampainya di kantor, Letticia berlari kecil agar cepat sampai kantor. Namun siapa sangka ia satu lift dengan Marlo. Letticia menundukkan kepalanya sambil menbungkukkan badan menyapa Marlo.
"Pagi Pak" sapa Letticia namun hanya anggukan balasan Marlo.
"Hari ini naik produksi, jangan sampai ada kesalahan sedikitpun. Ingat itu" ucap Marlo cuek dengan suara dinginnya.
"Siap Tuan" jawab Letticia.
"Nanti tolong buatkan saya kopi seperti biasa ya"
"Baik Tuan"
Ketika sampai Letticia dan Marlo menuju tempat masing-masing. Letticia menaruh barangnya lalu pergi ke ruangan Marlo untuk bikin kopi.
Marlo duduk dengan tumpukan berkas disampingnya, ia sibuk memeriksa segala surat dan proposal yang masuk.
"Silahkan Tuan" Lettia menaruh kopinya di dekat Marlo.
"Saya permisi Tuan" Letticia meninggalkan Marlo yang masih sibuk dengan berkas.
Letticia kembali ke mejanya dan menyiapkan segala keperluannya. Setelah itu ia pergi ke tempat produksi, ternyata semua sudah disiapkan Letticia memperhatikan setiap detail pembuatan sofa proyek pertamanya. Semoga berhasil dan berjalan sesuai rencana.
Ternyata Marlo datang melihat proses pembuatan sofa sekaligus mengecek Letticia yang sedang sibuk mondar-mandi kesana kemari. Letticia bolak balik menegur masalah kerapihan namun tak ada yang mendengarkannya. Marlo yang melihat Letticia manyun, menghampiri Letticia.
"Kalau ingin komplain dan didengarkan, sampaikan pada Manager atau orang yang punya jabatan disini biasanya akan lebih di dengarkan"
"Baik Tuan, akan saya catat dan saya berikan kepada atasan disini"
__ADS_1
"Perhatikan saja, masalah detail dan segalanya. Ingatlah sebuah team harus saling percaya dan bekerja sama dengan baik"
"Baik Tuan" ucap Letticia.