Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 108


__ADS_3

Terdengar suara menelan ludah.


Theo dan yang lainnya menelan ludah mereka.


Meskipun para Master Alam Kesempurnaan bisa melakukan hal yang sama seperti Justin, mereka harus berlari agar bisa tetap bertahan di udara. Sulit untuk berjalan di udara seperti Justin. Membutuhkan setidaknya Alam Kesempurnaan tingkat puncak agar bisa berjalan di udara dengan bebas.


Mereka menyadari bahwa kekuatan Justin berada di luar imajinasi mereka.


"Master Justin!" Jihan yang tadinya berbaring, tiba-tiba berlutut di hadapan Justin dengan sangat bersemangat.


Dia tahu bahwa saat ini, dia aman.


Sesuai dugaan, Justin menjentikkan jarinya dan seutas tali setebal ibu jari yang membelenggu Jihan langsung pecah menjadi puluhan bagian. Jihan segera mendapatkan kebebasannya kembali.


"Tidak!"


Damien mengaum panjang ke arah langit. Telapak tangannya menyentuh kelopak mata Jaylen yang meninggal dengan mata terbuka lebar. Kemudian dengan perlahan, Damien bangkit berdiri.


Dia langsung menggila. Rambutnya berdiri dan matanya begitu merah hingga terlihat seperti akan meneteskan darah. Dengan marah, Damien membuka mulutnya dan berkata,


"Kamu benar-benar membuatku kesal. Aku akan membuatmu membayarnya dengan darahmu!"


Begitu selesai berbicara, Damien tiba-tiba mengangkat tangan kanannya dan udara yang terkumpul di sana, membentuk pedang dao sepanjang satu meter.


"Aku akan mencincangmu menjadi beberapa bagian!" Damien mengertakkan giginya, pembuluh darah di dahinya menonjol.


"Kamu ingin memotongku menjadi beberapa bagian menggunakan pisau sependek itu?" cibir Justin sambil melepaskan tenaga dalamnya, kemudian mengucapkan dua kata.


"Pedang, terbanglah!"


Ada suara mendesing!


Di belakang Justin, cahaya keemasan melambung tinggi ke langit. Kemudian cahaya itu berubah menjadi sebilah pedang raksasa yang panjangnya puluhan meter.


Cahaya dingin dan aura yang dipancarkan pedang itu berhasil memukau semua orang.


"Ini, ini, ini..." Damien begitu terkejut hingga bola matanya hampir melompat keluar. Dia melihat pedang di belakang Justin lalu membandingkannya dengan pedang yang digenggamnya.


Ini seperti membandingkan jarum perak dengan pilar! Senjata Damien terlihat jauh lebih lemah.


Peony dan yang lainnya juga terkejut. Bahkan orang-orang


yang menonton di tepi danau pun tercengang.


"Mundur!"

__ADS_1


Melihat pedang raksasa yang begitu menakutkan itu, Damien kehilangan seluruh keinginannya untuk bertarung dan malah berbalik untuk melarikan diri.


Tepat pada saat itu, terdengar teriakan keras.


"Habisi!"


Pedang raksasa itu menebas ke bawah.


"Tidak!"


Damien bisa merasakan bahaya telah menyelimuti seluruh tubuhnya. Mau tak mau, dia menoleh ke belakang untuk memeriksa keadaan. Matanya dipenuhi keterkejutan.


Sedetik berikutnya....


Terdengar suara yang sangat keras.


Pedang raksasa itu menebas tubuh Damien hingga menembus permukaan danau. Danau Phoenix pun langsung terbelah menjadi dua. Air danau terangkat hingga membentuk dua dinding sepanjang seratus meter. Pedang raksasa itu menyapu ke arah kanan dan kiri danau seperti pasukan dengan kemampuan tempur yang luar biasa.


Tebasan itu seperti tsunami yang kuat, mengejutkan dunia!


Semua orang ternganga.


"Lihatlah energi pedangnya. Lihat bagaimana pedang itu menghancurkan semuanya! Sangat kuat! Apa ini mahakarya Master Justin?"


Mata indah Vina berkedip-kedip, seolah-olah dia sedang melihat idolanya. Segera setelah itu, puluhan ribu orang di tepi danau kegirangan!


"Ya ampun! Betapa menakutkannya gelombang itu!"


"Hal itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan manusia! Dia menyebabkan tsunami!"


Kerumunan di sekitar danau terkejut oleh ombak-ombak besar dan melarikan diri dengan rasa takut.


Namun, beberapa orang tercengang dengan kekuatan Justin dan berdiri membatu di tepi danau.


Vina dan Jason merupakan salah satunya.


Vina membayangkan kalau Justin adalah "Master Justin".


Jason membayangkan bahwa dirinya sekuat "Master Justin".


Ketika Gilbert sudah berlari sepuluh meter jauhnya, dia tiba-tiba menyadari bahwa Vina dan Jason tidak mengikutinya. Oleh karena itu, Gilbert kembali dengan cepat.


Saat itu, sebuah ombak besar menghampiri Vina dan Jason.


"Awas!" Gilbert segera memeluk Vina dan Jason, melindungi mereka seperti perisai. Sehingga, Gilbert menjadi basah kuyup.

__ADS_1


Gilbert bisa menahan ombak karena dia berkultivasi. Namun, orang biasa tidak cukup kuat untuk melindungi diri mereka sendiri, sehingga mereka ikut terhanyut.


Semuanya kacau balau. Orang-orang berteriak panik.


"Kakek, kamu..." Vina akhirnya sadar dan heran saat melihat Gilbert terlihat berantakan.


"Kakek, ada apa? Kamu bersimbah keringat dingin," tanya Jason dengan suara pelan.


Gilbert memutar bola matanya. Dengan keadaan basah kuyup, Gilbert sedang tidak ingin marah.


"Jika aku tidak kembali untuk kalian berdua, kalian akan basah seperti mereka." Gilbert menunjuk kerumunan di sisi mereka.


Vina dan Jason melihat sekeliling, tercengang. Tampaknya badai menghantam daerah itu dan menyebabkan kerusakan parah. "Kurasa Master Justin yang melakukannya," gumam Vina kaget.


"Dari mana kamu tahu pasti kalau itu adalah Tuan Justin dan bukan para penculik yang menculik Tuan Bright, Vina?"


"Aku ... aku hanya tahu." Sesungguhnya Vina tak yakin. Meskipun demikian, insting Vina mengatakan kalau Master Justin yang melakukan ini.


"Jangan bilang itu karena Master Justin memiliki marga yang sama dengan suamimu."


Vina memiringkan kepalanya dan berkata dengan malu-malu, "Memangnya kenapa kalau iya?"


"Aku tidak menyangka kamu sangat mencintai Justin," goda Jason.


"Astaga! Itu benar-benar gila! Ternyata benar memesan kamar presidensial sebelumnya untuk menonton pertarungan. Kalau tidak, aku akan berakhir hanyut seperti para manusia ini." Wajah Corbin penuh kengerian saat dia perlahan meletakkan teropong di tangannya.


"Betul sekali! Aku merinding. Betapa menakutkannya itu!"


Dipenuhi rasa kagum dan kaget, Tommy dan yang lainnya kesulitan mengendalikan diri. Semuanya sangat senang.


"Omong-omong, Tuan Meech, menurutmu siapa yang melakukan serangan mengerikan itu, orang-orang yang diutus ayahmu atau Master Justin?" tanya Ruben dengan bingung.


Bahkan tanpa berpikir panjang, Corbin berkata, "Pasti tiga Master yang dipanggil ayahku."


Meskipun Corbin dan orang lain dapat melihatnya dengan teropong, mereka begitu jauh sehingga mereka hampir tidak dapat melihatnya dengan jelas dalam kegelapan.


"Aku setuju dengan Tuan Meech. Gelar 'Tuan' cukup meyakinkan." Tommy menoleh ke Corbin dan melanjutkan, "Benar kan, Tuan Meech?"


"Ya! Tommy memang ada benarnya. Kalian semua tahu betapa kuatnya para Master, bukan? Aku bahkan tidak tahu siapa 'Master Justin'. 'Master Justin' terdengar sangat payah. Bukankah begitu? Aku yakin tiga Master pasti menakuti 'Master Justin' itu."


Semua orang mengangguk setuju. "Jadi ... Apa Jihan sudah meninggal?" tanya Lily.


"Tak perlu dikatakan bahwa Jihan hanya sebuah jasad sekarang. Tidak bisakah kamu melihat betapa mengerikannya serangan itu? Jihan tidak cukup kuat untuk bertahan hidup," tegas Corbin.


"Baguslah!" Lily berkata dengan penuh semangat, "Begitu Jihan meninggal, Gavyn bisa mengambil alih bisnis dan wilayah Jihan. Kamu akan mengizinkan Soren dan aku mengadakan pernikahan di Kediaman No. 1 beberapa hari kemudian, kan?"

__ADS_1


Kediaman No. 1 adalah tempat paling bagus dan paling mewah untuk merayakannya di Ncoufall. Hanya orang kaya dan bangsawan yang bisa mengadakan pernikahan di Kediaman No. 1, apalagi menyewa seluruh tempat.


Bagaimanapun, biaya menyewa seluruh kediaman selama sehari lebih dari satu juta tujuh ratus ribu dolar. Jumlahnya bisa sebanyak delapan juta lima ratus ribu dolar dengan biaya dekorasi pernikahan dan jamuan makan.


__ADS_2