
"Jika aku membunuh semua serangga beracun ini, apakah kamu akan mendapatkan seperseribu hadiahku?"
"Tentu saja!"
"Baiklah, kalau begitu aku akan membuatmu menderita kerugian besar." Justin menarik udara dengan jari pedangnya dan sebuah jimat muncul di udara.
Kedua mata Aldo pun terbuka lebar. Justin menggambar jimat di udara. Apakah Justin benar-benar begitu kuat? Dengan jentikan jarinya, jimat itu berubah menjadi naga api, membakar serangga beracun.
Dalam sekejap mata, api menelan kawanan beracun, dan bau terbakar menyebar. Segera, api menghilang, dan abu ada di mana-mana. Semua serangga beracun sudah musnah.
Semua orang mulai bersemangat! Hanya Aldo yang terbengong. Jika Javier memberi Justin seratus tujuh puluh juta dolar, Aldo hanya akan mendapatkan seratus tujuh puluh ribu dolar.
Javier sudah berjanji akan memberikan Aldo tujuh belas juta dolar, namun pada akhirnya hanya akan mendapatkan seratus tujuh puluh ribu dolar.
Kerugian yang sungguh besar!
"Tuan Dirgantara, pada saat kritis, kamu memang bisa diandalkan!" kata Javier pada Justin dengan penuh semangat.
Justin melambaikan tangannya dan tersenyum. "Bukannya aku yang terbaik. Hanya saja Aldo sangat lemah. Ingatlah untuk memberinya seperseribu hadiahku nanti."
"Tentu." balas Javier mengangguk.
Aldo sudah mau menangis saja rasanya.
"Jangan, Tuan Dodge. Apa yang bisa kulakukan dengan seratus tujuh puluh ribu dolar? Setidaknya beri aku satu juta tujuh ratus ribu dolar!"
Sementara itu, sebuah suara tiba-tiba terdengar.
"Bahkan jika dia memberimu tujuh belas juta dolar, kamu tidak akan bisa menggunakan uangnya."
Semua orang mengikuti suara itu dan melihat sekelompok orang masuk.
Pria di depan mereka adalah seorang pria berjanggut berusia sekitar empat puluh tahun. Mereka bukan orang setempat.
"Kamu John?" tanya Javier menyipitkan matanya. "Ya, aku John." sahut pria berjenggot itu dengan bangga,
"Javier, bos kami memintaku untuk memberimu dua pilihan."
"Pertama, bergabunglah dengan Grup Harmer dan dunia bawah tanah Kota Silvia akan tetap menjadi milikmu. Berikan saja setengah dari pendapatan tahunanmu kepada Grup Harmer. Tentu saja, Grup Harmer akan memberimu barang untuk dijual dan membiarkanmu mendapatkan lebih banyak uang.
"Kedua, jika kamu menolak, maka aku akan mengirimmu ke neraka dan menjungkirbalikkan Kota Silvia.
__ADS_1
"Aku beri waktu sepuluh menit untuk memikirkannya. Jika kamu tidak bisa memberiku jawaban, maka aku akan membuat keputusan untukmu."
John telah mengutarakan keinginannya dengan jelas.
Javier mengangkat kepalanya.
Lalu dia mulai tertawa.
"Bergabung dengan Grup Harmer? Jangan mimpi. Jangan pernah berpikir untuk memintaku membantumu menjual barangmu. Pemerintah tidak akan mengampuniku, dan rakyat tidak akan mengampuniku. Yang menungguku bukan hanya hukuman mati tapi juga reputasi yang buruk. Anak dan cucuku semua akan malu karenaku.
"Jadi, berhentilah bermimpi. Aku tidak akan memilih salah satu dari dua pilihan yang kamu berikan padaku. Aku memilih jalanku sendiri, yaitu membunuh kalian semua. Dunia bawah tanah Kota Silvia akan damai!"
Dengan itu, Javier berseru.
"Serang!"
Namun, suasana hening.
"Serang! Tunggu apa lagi?" teriak Javier pada lantai dua rumah itu sembari mengangkat kepalanya Situasi sekarang berada di luar kendalinya. Banyak sosok aneh muncul di pandangannya. Apa yang terjadi?
Javier merobohkan kursi tempat dia duduk. Baru setelah itu dia mengerti bahwa semua penembak jitu yang disembunyikan di lantai atas telah terbunuh.
"Jalanmu tidak berhasil. Ada delapan menit lagi. Pilih salah satu dari dua jalan yang diberikan bos kami." cibir John sembari menyilangkan tangannya.
Di saat itulah, Jihan berbisik di telinga Javier, "Dengan adanya Tuan Dirgantara di sini, mereka akan mati." Ketika Javier mendengar ini, dia langsung bersemangat.
Dia masih memiliki dua kartu truf yang belum dia mainkan, dan dia masih memiliki kesempatan untuk menang.
Oleh karena itu, dia berdiri dan berkata, "Tuan Haig, sudah waktunya bagimu untuk menghabisi para musuh. Pergilah!"
"Bagaimana dengan hadiahnya?" Aldo tahu bahwa sudah waktunya untuk berbicara tentang uang. Jika tidak, dia tidak akan mempertaruhkan nyawanya seharga seratus tujuh puluh ribu dolar.
"Aku akan memberimu tujuh belas juta dolar. Cepat pergi!"
"Baiklah!"
Orang akan melakukan apa saja demi uang. Dengan motivasi sebesar tujuh belas juta dolar, Aldo berjalan ke arah John Anderson dengan tangan di belakang punggung. "Beraninya kamu membuat masalah terhadap Tuan Dodge? Apakah kamu bertanya sudah meminta ijin dariku terlebih dahulu?"
"Kamu?" John melirik Aldo dan tertawa jijik, "Kamu pikir kamu siapa?"
"Sial!" Aldo langsung geram dan meninju habis-habisan.
__ADS_1
"Kamu mempertaruhkan nyawamu!" Tatapan John menjadi dingin saat dia meninju. Dua pukulan telak itu beradu di udara. Suara keras terdengar. Mereka berdua kuat. Setelahnya, mereka berdua mundur selangkah.
"Aku tidak menyangka kamu juga berada di tingkat penyelesaian Alam Tenaga Dalam." Ucap Aldo dan John di waktu yang hampir bersamaan.
Baru setelah itu dia tahu bahwa mereka berada di level yang sama.
John langsung maju selangkah dan menyerang Aldo terlebih dahulu. Mereka saling pandang satu sama lain.
Kemudian, mereka mulai bertarung lagi.
Setelah beberapa saat, pukulan John mendarat di dada Aldo karena dia kelelahan, dan kemudian terpental ke belakang, menghantam dinding kayu dan memuntahkan darah.
"Pak Haig!" Ekspresi Javier berubah seketika.
"Tuan Dodge, barusan aku menghabiskan terlalu banyak energi. Kalau tidak, dia pasti sudah mati!" kata Aldo kesakitan sembari menutupi dadanya.
Javier tidak punya waktu untuk mendengarkan penjelasannya. Dia menoleh ke arah Justin dan berkata, "Tuan Dirgantara, tolong lawan dia!"
"Ya sudah." jawab Justin yang berdiri dari kursi dan perlahan berjalan ke tengah aula.
"Tuan Dodge, dia adalah seorang kultivator sihir. Dia tidak bisa mengalahkan John ..."
"Diam kamu!" bentak Javier. Ketika John sadar bahwa Justin adalah seorang pemuda berusia dua puluhan, dia tak kuasa menahan tawa terbahak-bahak.
"Javier, sepertinya kamu sudah kehabisan akal. Kamu bahkan mengirim pemuda seperti ini. Apa kamu ingin pemuda tampan ini merayuku? Aku bukan wanita!"
"Kamu tidak akan bisa berjalan lagi." Justin mengangkat tangannya perlahan sambil tersenyum.
"Apa? Apa kamu benar-benar mencoba merayuku?" cibir John.
Begitu selesai berbicara, dia melihat sebilah pisau tajam tiba-tiba muncul di tangan Justin. Pisau itu tumbuh dengan kecepatan sepuluh sentimeter per detik.
"Kamu adalah seorang ahli!" Mata John hampir keluar, dan dia sangat terkejut.
Justin mengubah kekuatan miliknya menjadi parang. Ini adalah mahakarya seorang ahli di Alam Kesempurnaan! Aldo sama terkejutnya dengan John. Saat itu, matanya membelalak, dan mulutnya menganga lebar.
"Cepat lari!"
Seseorang berseru dan melarikan diri. Hanya John yang tertegun di tempat dan terintimidasi oleh kekuatan Justin.
"Apa kamu ingin lari? Jangan harap."
__ADS_1
Mata Justin menjadi dingin. Dia mengibaskan parang di tangannya. Itu adalah serangan yang sangat kuat.