Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 113


__ADS_3

Selain Justin, semua orang segera menoleh untuk melihat TV. Terlihat, ada Jihan di layar TV. Jihan merupakan sosok yang jarang muncul di depan umum di Weston.


Kerumunan itu kegirangan.


"Harus kuakui, Tuan Bright terlihat sangat perkasa. Dia baru muncul dan aku langsung ketakutan. Jika aku melihatnya secara langsung, aku tidak akan bisa berdiri dengan tegak."


"Dia adalah orang hebat. Dia tidak akan bisa menjinakkan begitu banyak bawahannya jika dia tidak terlihat segarang itu. Terlebih, dia juga tidak akan bisa menjaga dunia bawah Weston."


"Aku sangat iri dengan Tuan Bright. Dia terlihat begitu kuat."


"Ngomong-ngomong, apa kalian sudah mendengar tentang apa yang terjadi di Danau Phoenix semalam?" tanya Agustin penasaran ketika dia mendengar Jihan menyebut Master Justin di TV.


Semua orang mengangguk.


"Aku sudah menonton videonya. Awalnya, kupikir itu hasil editan dari gabungan beberapa drama TV. Setelah menonton berita pagi ini, aku baru tahu bahwa kejadian semalam itu benar adanya. Begitu mengejutkan!" kata Darren dengan sangat bersemangat.


"Aku juga menonton video yang diunggah temanku. Sangat mengejutkan. Aku bahkan bertanya-tanya apakah Master Justin ini memiliki kekuatan magis."


"Aku sangat iri dengan Tuan Bright. Dia bisa meminta pertolongan Master Justin jika dia terluka. Dokter Justin akan menyembuhkan lukanya. Enak sekali hidupnya!"


Orang-orang di kerumunan itu tidak bisa berhenti berbicara.


Agustin menepuk bahu Justin dan menggodanya, "Dokter Justin dan Master Justin sama-sama memiliki nama keluarga yang sama denganmu. Kenapa kamu begitu biasa-biasa saja sementara mereka berdua luar biasa berprestasi?"


Justin menyeringai lalu menjawab, "Setiap orang memiliki kesempatannya sendiri untuk menggunakan bakatnya masing-masing. Pelayan, bawakan aku dua botol anggur merah terbaikmu."


"Jadi ..." Pelayan itu ragu-ragu. Dia tidak berani mendengarkan Justin. Dia sudah mendengarkan semua yang orang-orang di kamar pribadi ini katakan. Jelas, dia perlu menunggu perintah Agustin. Bagaimanapun juga, harga satu botol anggur merah terbaik sedikitnya mencapai puluhan ribu dolar.


Agustin juga ikut tercengang.


Dia bertanya-tanya, apa yang baru saja Justin katakan? Bahkan jika kamu menjual rumahmu yang berada di daerah kumuh itu, kamu tetap tidak akan mampu membeli dua botol anggur terbaik di sini.


"Apa!"


teriak seseorang tiba-tiba.


"Ada apa?" tanya Agustin yang baru saja kembali tersadar.


"Agustin, lihat! Apa itu Justin?" seru seseorang seraya


menunjuk layar TV.


Agustin langsung menengok.


Dia membatu saat melihat TV.


Seisi ruangan menjadi sunyi.


Satu-satunya suara di ruangan itu, berasal dari TV yang menyala.


"Dokter Justin, dengan keterampilan medis Anda yang brilian, Klinik Medis Terpercaya sudah dipadati pasien selama beberapa hari terakhir sejak pertama kali dibuka. Saya ingin tahu apakah Anda berniat untuk membuka lebih banyak klinik di tempat lain di negara ini sehingga lebih banyak orang bisa memperoleh manfaatnya," tanya reporter cantik itu.

__ADS_1


"Ini pertanyaan bagus. Saya memang memiliki rencana seperti ini. Setelah menikah, saya akan fokus mengembangkan Klinik Medis Terpercaya. Saya bisa menjamin bahwa Klinik Medis Terpercaya akan membuka banyak cabang di kota-kota besar di negara ini dalam waktu kurang dari setahun," jawab Justin.


"Lantas berapa banyak cabang yang rencananya akan Anda buka?"


"Saya berencana untuk menginvestasikan tiga ratus empat puluh juta dolar untuk membuka dua ratus toko sebagai permulaan. Di masa depan, kami secara bertahap akan memperluas skala cakupan dan membuka lebih banyak klinik di kota hingga desa dalam kurun waktu lima tahun."


"Wow! Investasi senilai tiga ratus empat puluh juta dolar! Apakah Anda sudah menemukan seorang investor, Dokter Justin?"


"Tidak, saya tidak perlu melakukan itu. Saya cukup ambisius dan ingin memiliki kendali penuh atas klinik-klinik tersebut. Saya akan meminjam uang dari orang lain. Jihan adalah orang kaya. Saya bisa meminjam darinya."


"Tidak masalah." Jihan menepuk dadanya bangga.


"Aku akan meminjam dari bank dan meminta Jihan untuk menjadi jaminanku. Bolehkah?"


"Tentu saja!" Jihan kembali menepuk dadanya.


"Sekarang, saya memiliki cukup uang untuk diinvestasikan." kata Justin sambil menyeringai kepada reporter cantik itu.


Reporter cantik itu segera mengacungkan jempolnya, "Dokter Justin, Anda tidak hanya berbakat dalam bidang kedokteran, tetapi juga tahu cara berbisnis. Saya doakan agar Anda jauh lebih sukses dari sebelumnya."


"Terima kasih."


Kemudian acara berita itu mulai menyiarkan berita internasional.


Agustin dan yang lainnya segera mengalihkan pandangan mereka dari layar TV ke arah Justin. Mereka semua menatapnya kaget. Bukan hanya ada keterkejutan di mata mereka, tapi juga bercampur dengan ketidakpercayaan. Apa yang baru saja mereka ketahui membuat mereka merasa tidak tenang.


Mereka berpikir, Justin adalah Dokter Justin.


Mereka hanya bisa meraung di dalam hati karena mereka begitu terkejut hingga tidak bisa berkata-kata.


"Pelayan, pergi dan ambil dua botol anggur merah terbaikmu untuk menenangkan mereka," kata Justin seraya menoleh ke arah pelayan tadi.


"Baik." Pelayan itu segera tersadar. Kali ini, dia tidak lagi menunggu perkataan Agustin dan langsung berlari keluar dari kamar pribadi itu.


Pria itu adalah Dokter Justin. Tentu saja, pelayan itu tidak lagi merasa ragu apakah pria itu mampu membayar wine yang dipesannya atau tidak.


Justin melihat semua orang masih tercengang. Dia berusaha mencairkan suasana sambil tersenyum getir, "Ayo makan. Kenapa kalian semua membeku di sana? Jika kalian tidak memakannya, aku akan menghabiskan semuanya."


"Justin!" Agustin tiba-tiba menangis.


"Ada apa?"


"Biarkan aku bekerja untukmu." Agustin memeluk paha Justin dan menempelkan wajahnya ke lutut Justin.


"Tolong jangan menolakku."


Justin kehabisan kata-kata.


Dia berpikir, apa sekarang kamu tidak ingin menjadikanku asistenmu lagi?


"Justin! Biarkan aku bekerja untukmu!"

__ADS_1


"Aku juga!"


"Aku juga mau!"


Semua orang di sana berdiri dan berteriak dengan keras.


Hanya Norah yang masih terduduk dengan linglung, menatap Justin dengan mata indahnya.


Dia tidak pernah menyangka bahwa Justin yang tidak berguna di matanya, ternyata adalah Dokter Justin yang terkenal selama beberapa hari terakhir ini.


Norah menghela napas dan berkata dalam hatinya, baru lewat beberapa hari dan dia sudah banyak berubah!


Tiba-tiba, Norah menyadari bahwa Justin bukannya tidak berguna, sebab dia bisa menikahi anak perempuan dari keluarga terkaya di Weston.


"Baiklah, kalian semua bisa bekerja di Klinik Medis Terpercaya milikku. Begitu aku membuka klinik baru, aku akan mempromosikan kalian sebagai manajer cabang." Justin tidak menolak karena dia memang membutuhkan banyak bantuan.


"Terima kasih, Justin! Aku sangat senang!"


Semua orang merasa gembira.


Justin melihat ke Norah dan berkata, "Norah, bergabunglah di Klinik Medis Terpercaya. Aku akan membiarkanmu mengelolanya."


"Aku?" Norah merasa tersanjung dan berkata, "Aku harus mulai sebagai karyawan biasa."


Justin mengangguk setuju. Dia menganggap perkataan Norah itu merupakan ide bagus.


"Pelayan, sajikan wine-nya. Mari bersulang untuk Dokter Justin!" teriak Agustin begitu melihat si pelayan membawa dua botol anggur merah masuk.


"Baik, Tuan." kata pelayan itu sambil tersenyum dan mengangguk.


"Justin! Datang dan selamatkan aku!"


Tiba-tiba terdengar suara jeritan samar-samar.


"Sial! Istriku berada dalam bahaya!" Justin mengubah ekspresi wajahnya dan bergegas keluar dari kamar pribadi itu.


Apa?


Justin punya istri?


Sesuatu terjadi pada istrinya?


Kepala Agustin dan yang lainnya dipenuhi pertanyaan.


Sebab istri teman mereka berada dalam bahaya, mereka harus datang untuk membantunya.


Oleh karena itu, sekelompok orang juga bergegas keluar dari kamar pribadi itu.


"Tuan Justin, ada apa?" tanya Jihan, Tiger, dan belasan orang lainnya sedang merokok di lobi hotel. Mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya ketika melihat Justin bergegas keluar.


"Sesuatu terjadi pada Vina."

__ADS_1


"Apa?" Jihan kaget.


__ADS_2