Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 46


__ADS_3

"Apa? Dokter Dirgantara berhutang pada Tuan Meech uang 1,7 juta dolar?" ucapnya.


"Kenapa dia bisa berhutang banyak sekali?"


"Apakah dia meminjam uang dari Tuan Meech untuk membuka klinik?"


Kerumunan yang tidak tahu menahu itu segera membahas masalah tersebut.


"Kamu berhutang 1,7 juta dolar padanya?" tanya Vina pada Justin. Jika benar, dia bisa membantu Justin membayarnya kembali, agar pria itu tidak dipukuli Corbin dan anak buahnya.


Para bajingan ini akan melakukan apa saja sesuka mereka hanya karena keluarga mereka kaya dan berkuasa.


Justin menyangkalnya lalu berteriak pada Corbin, "Sejak kapan aku berhutang 1,7 juta dolar? Jangan bicara omong kosong."


"Beraninya kamu menyangkalnya? Kamu menjual skuter padaku seharga 1,7 juta dolar. Jika tidak dikembalikan, aku pasti akan membunuhmu" kata Corbin penuh amarah.


Semua orang yang hadir tercengang mendengar pernyataannya.


Sebuah skuter bisa dijual hingga seharga 1,7 juta dolar. Justin begitu luar biasa dan Corbin jadi seperti orang bodoh.


"Apa kalian semua mendengarnya? Dia menghabiskan 1,7 juta dolar untuk membeli skuterku. Itu adalah sebuah kesepakatan. Kenapa aku bisa berhutang 1,7 juta dolar padanya?" jelas Justin.


"Ya, ya benar." Banyak orang setuju bahwa itu adalah sebuah kesepakatan.


Vina tertawa terbahak-bahak.


Dia menyahut, "Justin, apakah Corbin benar-benar menghabiskan uang 1,7 juta dolar untuk membeli skutermu?"


"Iya." jawab Justin sambil mengangguk, "Si idiot ini menyukai skuterku dan ingin membelinya seharga 1,7 juta dolar. Aku tidak bisa menghentikannya, akhirnya kujual skuter itu. Nona Webster, bukankah dia sangat bodoh?"


"Aku setuju sekali." kata Vina sambil tertawa. Dia tahu kalau Justin sedang membantunya untuk mempermalukan Corbin.


"Jika begitu permasalahannya, berarti Tuan Meech memang benar-benar bodoh."


"Apa dia sudah gila?"


"Membeli skuter seharga 1,7 juta dolar, betapa bodohnya dia!" Mendengar ejekan yang bertubi-tubi, Corbin menjadi sangat marah.


Menurutnya, dirinya adalah korban. Bukannya bersimpati, orang-orang ini malah menertawakannya.

__ADS_1


Jason tidak akan melepaskan kesempatan ini. Dia ikut mengejek, "Corbin, aku memang tidak berguna. Namun, aku tahu bahwa aku bisa membeli dua puluh ribu skuter dengan uang 1,7 juta dolar. Kamu sangat bodoh jika membeli satu skuter seharga 1,7 juta dolar. Bahkan, mungkin babi saja bisa lebih pintar darimu."


"Sialan kamu..." umpat Corbin yang tidak bisa membantah.


Dia akhirnya mengerti mengapa ayahnya tidak membiarkan Corbin mengambil kembali uang 1,7 juta dolar itu. Dia benar-benar tidak ingin kehilangan muka.


"Kecepatan skuter itu lebih dari 300 kilometer per jam. Jadi, Tuan Meech tadinya akan membayar seharga 10 juta. Namun, kamu menjualnya begitu saja dan tidak mengajari cara mengendarainya. Jadi, sekarang Tuan Meech ingin mengembalikannya," kata Tommy tiba-tiba.


"Betul sekali!" jawab Corbin setuju.


Justin mengangkat bahu sambil menjawab, "Ini dia si idiot lain. Nona Webster, kamu sangat berpengetahuan, 'kan. Pernahkah kamu melihat skuter dengan kecepatan yang melebihi 300 kilometer per jam?"


"Kecepatan maksimum skuter adalah 80 kilometer per jam. Tidak ada skuter di dunia yang bisa mencapai 300 kilometer per jam. Jika mesinnya dibuat oleh alien, lupakan saja." kata Vina sambil menahan tawanya.


Gelombang ejekan lain mengarah ke Corbin dan Tommy.


"Diam kalian semua!" teriak Corbin tidak tahan lagi. Dia pun meneriaki Justin, "Aku peringatkan untuk terakhir kalinya. Kembalikan uang 1,7 juta dolar itu?"


"Kembalikan skuterku tanpa kerusakan apapun, maka aku akan mengembalikan uang 1,7 juta dolar itu. Namun jika ada goresan sedikit saja, kesepakatannya batal." Justin tahu bahwa Corbin akan melampiaskan amarahnya pada skuter itu ketika dia tahu telah rugi. Jadi, tidak mungkin skuter itu masih baik-baik saja.


Bahkan, sebenarnya ayah Corbin telah menendang skuter itu sampai rusak.


Dengan segera, 4 pengawal, selusin ahli bela diri muda, serta Soren dan Arya pun mengikutinya.


Orang-orang yang menonton pertunjukan itu semuanya menghindar. Mereka takut akan terkena masalah.


"Corbin, jangan bertindak gegabah!" teriak Vina yang buru-buru menghadangnya dari hadapan Justin. Ketika Vina masih kecil, dia berlatih seni bela diri dengan kakeknya. Semua orang ini tidak akan bisa menandinginya.


Corbin mencibir. Dia berjalan ke depan lalu berkata, "Aku sarankan kamu tidak ikut campur. Keempat pengawalku itu belajar tinju. Jika kamu bersikeras mencampuri masalah ini, pengawalku akan secara tidak sengaja meninju dan menendangmu. Bahkan jika kakekmu datang ke sini, aku tidak akan bertanggung jawab apa-apa."


Vina melirik keempat pengawal itu.


Mereka semua memang sangat tinggi dan kuat. Vina tidak bisa menandingi mereka.


"Vina, cepat minggir." kata Jason kaget. Dia cepat-cepat menarik Vina menjauh.


"Justin!" Teriak Vina.


"Tidak masalah. Aku akan mengurus mereka." Pungkas Justin memotong ucapan Vina.

__ADS_1


Melihatnya terlihat begitu tenang, Vina merasa lega.


Justin sangat misterius. Lusa kemarin ketika Brett muncul, Justin tetap tenang dari awal sampai akhir. Padahal kakek Vina yang seorang ahli bela diri saja ketakutan dibuatnya. Brett bahkan meninggal karena Justin menggunakan alat spesialnya.


Oleh karena itu, dia pikir Justin pasti bisa menghadapi orang-orang ini.


Lily tidak bisa menahan tawanya. "Kamu itu seorang sampah yang akan bunuh diri dengan minum obat-obatan. Memangnya kamu bisa menghadapi kami? Membual saja terus!"


Vina mengepalkan tinjunya.


Keinginannya untuk menampar Lily sungguh kuat.


Vina pikir Justin pasti sudah buta karena pernah jatuh cinta pada wanita ****** seperti dia. Lily sudah sangat keterlaluan.


Justin yang terlihat tenang pun berkata, "Minta suamimu untuk datang dan bertarung. Ayo kita lihat siapa yang sampah."


Soren tertawa kencang.


"Kamu yakin ingin menantang suamiku?" tanya Lily mencibir.


"Tanyakan apakah dia berani atau tidak," kata Justin.


"Kenapa aku tidak berani?" cibir Soren, "Kamu mungkin tidak tahu, tapi aku pernah berlatih Taekwondo. Aku bisa mengalahkan empat bahkan lima sampah sepertimu. Berhubung kamu sudah berani menantangku, aku akan memberimu pelajaran hari ini."


Dia melangkah ke arah Justin.


"Sudah terlambat bagimu untuk mundur. Suamiku akan membantu Tuan Meech untuk menghajarmu! Kecuali kamu berlutut padanya." kata Lily berbangga diri.


Orang-orang yang tahu Justin adalah mantan suami Lily menggelengkan kepala tak habis pikir.


Lily memang benar-benar kejam dan bengis.


Soren segera mendatangi Justin. Dengan berkacak pinggang dia berkata, "Berlutut lalu merangkak di bawah selangkanganku. Aku akan membuat lukamu jadi lebih ringan."


"Apa kamu tidak takut kemaluanmu kuserang?" Justin tersenyum.


Soren yang sadar akan bahaya pun mundur dengan cepat. Menyebabkan orang-orang di sekitar tertawa geli.


"Untung kamu mengingatkanku. Sekarang, kamu tidak akan punya kesempatan seperti itu lagi."

__ADS_1


__ADS_2