Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 82


__ADS_3

"Tuan Justin?"


Semua orang menatap Justin dengan ngeri.


Collin sangat takut sampai-sampai dia jatuh ke lantai dengan wajahnya yang memucat.


Meski Callum tidak terlalu kaya di Weston, dia terkenal karena dia merupakan master bela diri terkuat di Weston Banyak orang kaya yang mendatanginya untuk bertanya mengenai bela diri.


Sementara itu, kakak Callum yang bernama Aldo tidak berada di Weston sepanjang tahun. Meskipun Aldo tidak terkenal, siapa pun yang mengenalnya akan menghormatinya.


Aldo adalah Master Setengah Langkah yang menakutkan. Namun, Aldo yang begitu kuat dan menakutkan justru merendah di hadapan Justin. Artinya, Justin lebih menakutkan daripada Aldo.


Vina juga tercengang. Kakeknya pernah mengatakan bahwa hanya ada satu orang yang bisa mengalahkannya di Weston dan orang itu adalah Aldo. Namun, Aldo sepertinya takut pada Justin. Apa yang sedang terjadi?


Callum pun bereaksi. Dia menampar Collin dengan keras, lalu menyeretnya ke hadapan Justin. Callum mencampakkan anaknya begitu saja ke lantai tanpa memikirkan perasaan Collin sama sekali.


"Tuan Justin, saya minta maaf bahwa anak saya sangat kasar kepada Anda. Tolong beri dia pelajaran." Callum tak punya pilihan. Bagaimanapun juga, dia tak bisa mempermalukan Justin. Dia berusaha untuk mendapatkan pengampunan Justin.


Callum yakin bahwa Tuan Justin adalah pria mengerikan yang pernah disebutkan oleh Aldo. "Patahkan saja kakinya yang lain," kata Justin enteng.


"Baiklah!" Tanpa ragu-ragu, Callum menginjak lutut Collin yang lainnya hingga mematahkan tulang anaknya itu.


Collin pun berteriak kesakitan, lalu pingsan. Semua orang yang hadir pun bergidik. Callum terlalu kejam! Namun, mereka tahu bahwa Callum berusaha menyelamatkan putranya. Kaki Collin akan pulih jika ia beristirahat selama beberapa bulan, tetapi Callum tak bisa melakukan apa-apa kalau putranya tiada.


Justin menunjuk Jared seraya berujar, "Aku akan memberimu kesempatan untuk menebusnya, Aldo. Dia berutang padaku sebesar tujuh belas juta dolar dan tidak mau mengembalikannya. Aku akan memberimu kesempatan untuk mendapatkan uang itu kembali untukku. Kalau dia tak mau membayar utangnya, bunuh saja dia."


"Baik, Tuan Justin. Saya merasa terhormat karena Anda menugaskan saya!" Aldo menerima perintah Justin, lalu menghampiri Jared.


Tiba-tiba, dia berhenti. Lalu dia menghentakkan kakinya. Ada aura kuat yang muncul. Semburan Kekuatan pun menyeruak dan langsung membunuh semua ayam petarung di kelab. Para orang kaya itu begitu ketakutan. Mereka merasa bahwa Aldo sangat mengerikan!


"Aku tak peduli siapa dirimu. Kembalikan uang Tuan Justin. Kalau tidak, kamu akan berakhir sama seperti ayam-ayam yang mati itu," ujar Aldo dengan bengis pada Jared.


Jared sangat ketakutan. Dia cepat-cepat menjawab, "Aku ... aku akan mengembalikan uangnya. Aku akan langsung menyuruh seseorang untuk mentransfer uang itu kepada Tuan Justin."


Tak lama kemudian, Vina menerima pesan singkat yang berisi notifikasi bahwa dia sudah menerima uang sebesar tujuh belas juta dolar.


"Namamu Jared, 'kan? Kalau kamu berani macam-macam dengan Jason lagi, aku akan menyuruh Callum untuk melenyapkanmu," ucap Justin, lalu pergi bersama Vina dan Jason.


"Tidak! Aku tidak akan mengulanginya!" Jared ketakutan. Dia tak tahu seberapa berpengaruhnya Justin, tapi dia tahu bahwa Justin bukanlah seseorang yang bisa dia singgung.


"Kalau kamu terus-menerus menipu orang untuk menjebak mereka, aku akan melaporkannya pada Justin!" ujar Jason memperingatkan Jared, lalu menyusul Justin.


"Sialan..." Jared berang. Dia bisa menerima kalau Justin yang memperingatkannya, tapi berani-beraninya Jason yang bukan siapa-siapa ikut memperingatkannya.


Pada akhirnya, dia dengan marah dan berkata, "Tidak ada yang boleh menyebarkan kejadian hari ini. Jika menyebarkannya, jangan salahkan aku kalau aku bersikap kejam pada kalian."


"Tuan Justin, bisa aku berbicara empat mata dengan Anda sebentar?" tanya Aldo saat sedang berjalan menuju parkiran.


"Aku ingin pulang ke rumah bersama istriku untuk makan malam. Tunggu aku di Klinik Medis Terpercaya," ucap Justin seraya merangkul bahu Vina.


Vina tak menolaknya. Tiba-tiba saja dia terasa menikmati kebersamaannya dengan Justin. Rasanya sangat mendebarkan, mengasyikkan, dan seru.


"Wah, apa dia istri Anda?" Aldo terkejut.


"Iya, apa dia cantik?"

__ADS_1


"Ya, sangat menawan. Hanya wanita secantik itu yang layak untuk menjadi istri Tuan Justin."


Vina senang mendengarnya sehingga dia tersenyum sangat cerah.


Dalam perjalanan pulang, Vina bertanya, "Mengapa Aldo begitu takut padamu?"


"Aku bertemu Javier beberapa hari yang lalu saat aku ke Kota Silvia. Aku dan Javier berteman baik, jadi Aldo takut padaku," kata Justin.


Vina pun tertegun dibuatnya.


Dia sudah memikirkan banyak kemungkinan, tapi tidak pernah menyangka akan seperti ini.


Namun, bagi orang berpengaruh seperti Javier, ahli bela diri yang belum mencapai Tingkat Master haruslah menghormatinya. Kalau tidak, mereka bisa saja langsung dibinasakan.


Gilbert juga seorang Master Setengah Langkah dan dia juga menghormati Javier.


Ketika Justin dan Vina kembali ke kediaman Keluarga Webster, Gilbert bertanya dengan penasaran, "Bagaimana caranya kalian membawa Jason kembali?"


"Sebab Kakek tidak mau mengeluarkan uang, jadi Justin meracuni Jared. Lalu, Jason dibawa pulang." Vina cemberut. Dia sudah berdiskusi dengan Justin tentang cara untuk menjelaskannya pada Gilbert dan itu adalah penjelasan yang terbaik. Gilbert akan sangat marah kalau tahu bahwa mereka sudah memenangkan sabung ayam.


Seperti yang diduga, Gilbert pun langsung memandang Justin dengan berbeda. Gilbert berpikir, dia lebih mementingkan keluarga daripada uang. Baguslah, aku tak perlu khawatir bahwa dia akan menyerang Keluarga Webster saat aku tiada.


Dia sangat senang dengan cara Justin mengurus persoalan itu. Gilbert berdiri seraya berujar, "Gunakanlah uang sebanyak yang kamu mau. Carilah Jared dan ambil mobilmu kembali. Bagaimanapun juga, mobil itu pemberian Javier."


Gilbert hanya ingin menguji Justin. Gilbert bisa melihat karakter seseorang melalui hal-hal sepele. Dia tidak peduli jika kehilangan uangnya saat dia mencapai tujuannya.


Tentu saja, Gilbert akan terus menguji Justin kalau ada kesempatan lain.


Justin pun pergi ke Klinik Medis Terpercaya di sore hari. Aldo ingin menjadi muridnya, tapi Justin menolaknya. Dia meminta Aldo untuk mengerjakan berbagai tugas untuknya. Lalu, Aldo bisa menjadi petugas keamanan untuk kedua orang tua Justin. Paling buruknya, Justin bisa memberi pil kepada Aldo untuk membuat terobosan dalam kultivasi seni bela diri pria paruh baya itu.


Saat Justin masuk ke kamar Vina, wanita itu sudah berganti pakaian dengan setelan pelaut. Istrinya itu berbaring di atas tempat tidur sembari bersandar di kepala ranjang dengan memakan keripik dan membaca buku. Kedua kaki Vina yang panjang dan cantik pun terlihat, membuat Justin terpesona.


Justin pun menelan salivanya lamat-lamat.


Justin duduk di tepi ranjang sambil berpikir, setelah mengonsumsi Pil Energi, kaki Vina lebih indah daripada saat aku melihatnya di kantor tempo hari. Kemudian, Justin mengusap kaki Vina dan rasanya fantastis.


"Dasar bajingan! Apa aku mengizinkanmu untuk menyentuh kakiku?" Vina yang sedang asyik membaca merasakan seseorang mengusap kakinya pun langsung sadar, lalu menendang Justin.


Sayangnya, Justin meraih pergelangan kaki Vina.


Bagaimanapun juga, Justin bisa mengintip dalaman Vina sembari memegang pergelangan kaki Vina dengan ringan.


"Sebab itu sangat lucu."


"Dasar bajingan! Jangan melihatnya! Lepaskan aku!" Vina tersipu. Dia langsung mencengkeram seprai dan berusaha menyingkirkan Justin.


Justin terkekeh, lalu melepaskan pegangannya, "Sebelum kita menjadi suami istri, kamu memintaku untuk sekamar denganmu di sebuah hotel. Sekarang kita sudah menikah, jadi kita harus melakukan yang biasanya dilakukan oleh pasangan."


Justin mengangkat seprai itu.


"Pergilah kamu ke neraka!" Vina memelototinya sambil berkata, "Pergilah ke kamar mandi dan cuci pakaian yang tadi kugunakan. Sebagai suamiku, kamu harus mendengarkanku. Kalau tidak, aku tidak akan membiarkanmu menyentuhku."


Justin terdiam.


Vina sangat mendominasi.

__ADS_1


"Baiklah." Justin menurut, lalu masuk ke kamar mandi sembari berpikir bahwa dia harus membuat Vina patuh.


Di kamar mandi, Justin pun segera berujar,


"Baiklah, haruskah aku memisahkan dalamanmu dengan kaos kakimu?"


"Tentu saja."


"Kamu ingin aku mencucinya dengan tanganku atau kumasukkan ke mesin cuci saja?"


"Cuci pakai tangan."


"Oh, haruskah aku menggunakan detergen?"


"Ya."


"Berapa banyak yang harus kugunakan?"


"Terserah."


"Haruskah aku menguceknya?"


"Ya."


"Berapa kali aku harus menguceknya?"


"Sialan! Aku akan mencucinya sendiri!"


Vina melempar bukunya dengan marah, lalu menyeret Justin keluar dari kamar mandi.


"Memintamu untuk mencuci bajuku sangat merepotkan." Vina memelototi Justin, lalu mencuci bajunya sendiri.


Justin sedang bersenandung pelan, lalu berbaring di ranjang Vina sembari memakan keripik kentangnya.


Saat Vina keluar dari kamar mandi, dia mendapati Justin sudah menghabiskan keripik kentangnya. Wanita itu sangat marah sehingga dia meraih sapu, lalu menghampiri Justin.


"Kamu tidak membantuku mencuci pakaian, tapi kamu justru menghabiskan keripik kentangku. Berani-beraninya kamu!"


"Oh, sayangku. Ini hanya sebungkus keripik kentang. Jangan terlalu pelit. Jangan pukul aku, kumohon."


Vina mengejar Justin ke seluruh penjuru kamar, lalu pria itu berlari ke luar kamar.


"Hei, ada apa dengan kalian?" Jason sedang mencari Justin, tapi kemudian tersenyum saat melihat Vina memukuli kakak iparnya itu.


Justin dengan cepat meraih Jason sebagai tamengnya dan hal itu membuat Vina berhenti.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Vina memelototi Jason. Untungnya, Vina dan Justin tidak sedang bermesraan. Kalau tidak, mereka akan terganggu.


Jason terkekeh, lalu berujar kepada Justin, "Corbin, Soren, dan lainnya akan menawar Wine sang Ratu yang dibuat oleh Peony malam ini. Apakah Kak Justin mau ikut dengan kami? Lily juga akan ke sana."


Mendengar Lily dan suaminya akan ada di sana juga, Justin pun tertarik. "Bagus! Aku akan mengajakmu bersenang-senang dan memberi mereka pelajaran."


"Aku akan pergi denganmu. Tunggu aku, aku akan berganti pakaian." Vina suka pergi dengan Justin. Dia tahu bahwa pergi keluar bersama Justin pasti mendebarkan dan menyenangkan.


Selain itu, Vina suka saat melihat Justin memberi Lily pelajaran.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian, sebuah mobil Mercedez-Benz G-Class keluar dari kediaman Keluarga Webster dan langsung menuju Kelab Keabadian.


__ADS_2