
Soren mengamuk, "Apa maksudmu?! Aku tidak membutuhkanmu untuk menjaga istriku! Urus saja urusanmu sendiri! Kamu dalam masalah sekarang."
Benar saja, tampak belasan pemuda pun marah.
"Siapa yang kamu sebut sebagai binatang buas?"
"Berani-beraninya kamu mengatakan itu! Aku akan mencabik-cabikmu."
"Jangan berpikir bahwa kami tidak akan menghajarmu hanya karena Vina mendukungmu! Kalau kamu punya nyali, katakan sekali lagi!"
Justin tidak takut menghadapi para pria yang marah itu. Dia tersenyum sambil berkata, "Antah berkumpul sama antah, beras berkumpul sama beras. Orang-orang yang memiliki kesamaan cenderung bersama. Sebab kamu bergaul dengan Corbin, maka kamu seperti binatang buas."
"Persetan denganmu!" Corbin tidak tahan lagi.
Vina tertawa terbahak-bahak. Dia tahu bahwa Justin bukan hanya ahli dalam pengobatan, tapi pandai berdebat. Pria itu masih menguasai medan perang, bahkan saat berdebat dengan belasan orang.
Jason mengacungkan jempol pada Justin.
Para pria kaya dan berkuasa itu tercengang.
Justin bahkan berani menyinggung Corbin dan sekelompok pria kaya raya di Weston hanya dengan
dukungan Vina. Pria itu mencari masalah.
Lily dengan dingin berujar, "Bersikaplah realistis. Vina bukanlah wanita yang bisa kamu dekati. Kakeknya sudah mencarikannya seorang pemuda dari keluarga kelas atas. Kalau pria itu tahu bahwa kamu dekat dengan Vina, dia pasti akan membunuhmu!"
"Itu bukan urusanmu!" ujar Vina ketus, "Memangnya mengapa kalau aku dekat dengan Justin?"
Vina mendekatkan dirinya pada Justin karena ingin mempermalukan Lily.
"Aku juga ingin mendekati Vina." Justin merangkul bahu Vina.
"Kamu ... "Lily tercengang. "Aku akan memberitahukan pada suami Vina mengenai perbuatanmu pada wanita itu di saat pesta pernikahan Vina nanti!"
"Lakukan saja," kata Vina dengan angkuh, lalu mencium pipi Justin.
Justin pun mengecup pipi Vina.
Semua orang terkejut, mereka tidak memercayai yang mereka lihat.
Vina yang merupakan wanita tercantik di Weston, mencium seorang pria miskin.
Itu mengejutkan!
__ADS_1
"Kamu tampaknya dingin dan agung, Vina. Namun, kamu hanyalah seorang perempuan ******! Aku sudah mengambil fotomu bermesraan dengan Justin. Ketika kamu menikah, aku akan menunjukkan ini kepada suamimu dan membuatnya melihat betapa tidak tahu malunya dirimu! Suamimu pasti akan menamparmu!" ujar Corbin sambil mengangkat ponselnya.
"Hapus!" Vina pura-pura marah.
"Hapus? Tidak mungkin! Aku akan merusak reputasimu!" Corbin tertawa keras.
Tiba-tiba, terdengar sebuah suara.
"Peony datang!"
Seorang wanita bergaun putih yang dikelilingi oleh lebih dari selusin pengawal sedang berjalan santai memasuki kelab.
Begitu banyak pria bersorak-sorai.
"Dia sangat cantik malam ini!" Corbin menatap Justin sambil berkata, "Kita akan mulai menawar Wine sang Ratu. Jangan kecewakan aku!"
Justin menjawab,
"Tunggu saja. Aku berjanji akan membuatmu menderita!"
"Kamu merendahkanku? Aku jamin bahwa aku akan melumpuhkanmu!"
Ucapan itu begitu keras dan jelas sehingga langsung menarik perhatian lebih dari setengah pengunjung kelab. Peony juga penasaran sampai-sampai dia menengok untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Siapa yang berani mengucapkan perkataan kasar seperti itu kepada Corbin yang merupakan hedonis nomor satu di Ncoufall?
Pria itu bukan kenalannya dan pria itu memakai pakaian murah. Paling-paling, keluarga pria itu hanya memiliki aset yang bernilai jutaan dolar.
Peony menilai Justin setelah meliriknya.
Peony sudah sering melihat berbagai orang kaya, jadi dia pandai membaca orang. Dia bisa mengetahui karakter seseorang hanya dengan memandangnya sekilas.
Oleh karena itu, kesan pertama Justin bagi Peony bahwa pria itu hanya pandai membual. Namun, akan menciut saat lelang berlangsung.
Peony berpikir, Namun, wanita di sampingnya sangat cantik. Kalau wanita itu adalah kekasihnya, dia benar-benar penakluk wanita.
"Aku akan duduk manis sembari menunggumu! Kalau kamu tidak berani melakukannya, berarti kamu pecundang!" Corbin membuat gerakan jempol ke bawah.
"Jika kamu tidak bisa menang, kamu akan menjadi sampah," kata Justin dengan ringan.
"Baiklah! Kita lihat siapa yang pria sejati." Corbin tertawa terbahak-bahak, lalu duduk.
"Ini hanya segelas wine. Apa kamu benar-benar akan bertempur habis-habisan dengan Corbin?" tanya Vina.
__ADS_1
"Ya, apa gunanya aku datang ke sini kalau aku melepaskannya?" Justin tersenyum. Vina terdiam seribu bahasa. Apakah layak memberikan harga setinggi itu untuk segelas wine?
Namun, Vina tidak banyak berbicara karena Justin bersikeras. Bagaimanapun juga, Justin sudah berhasil mendapatkan tujuh belas juta dolar dari Jared hari ini. Jadi, bagi Justin bisa memenangkan pertempuran saja sudah cukup. Bagian terburuknya, Vina bisa membayar wine itu sendiri.
"Kak Justin keren." Jason sekali lagi mengacungkan jempolnya pada Justin. Jason tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tak lama kemudian, Peony mencapai meja bar di depan lemari wine sembari disaksikan oleh para penonton yang tampak bersemangat. Lalu, dia menghadap ke para pengunjung.
Tubuh sintal Peony semakin terpapar karena wanita itu mengenakan kaos hitam ketat dengan belahan rendah dan hal itu menyebabkan banyak pemuda kaya menelan ludah lamat-lamat sembari memandangnya. Mereka bahkan ingin membenturkan diri mereka pada Peony.
"Sangat besar!" celetuk Jason sambil menatap Peony dengan saksama.
Vina memutar bola matanya. Dia ingin memukul adiknya karena Jason sangat memalukan!
Tiba-tiba, dia mendapati bahwa Justin juga menikmati buah dada Peony. Dia menjadi marah seketika dan mencubit paha Justin. Vina bergumam, "Terus saja pandangi wanita itu, tapi jangan tidur denganku malam ini!"
Justin terkekeh sembari berujar, "Jason mengatakan bahwa Peony sangat cantik. Aku hanya ingin melihat apakah dia secantik dirimu."
"Kalau begitu, katakan padaku siapa yang lebih cantik?" Vina cemberut. Dia benar-benar ingin mengetahui jawabannya.
"Tentu saja, kamu! Di luar buah dadanya yang lebih besar daripada milikmu, dia tak sebagus dirimu dalam aspek lainnya, terutama kakinya." Justin menyeringai.
"Enyah kamu!" dengus Vina. Dia sangat bangga dengan kakinya. Kedua kakinya benar-benar seksi. Namun, buah dadanya tidaklah kecil, oke?
Vina tampak marah, tapi sebenarya dia diam-diam senang. Seorang wanita suka kalau dipuji lebih cantik daripada wanita lain oleh suaminya.
"Harap tenang! Harap tenang!"
Peony berteriak sambil mengangkat tangannya.
Para pengunjung pun terdiam seketika, bahkan alunan musik pun berhenti.
Jadi, Peony melanjutkan, "Kalian mengerti aturannya. Kalau kalian tidak punya uang, jangan menaikkan tawaran orang lain atau kalian akan bernasib buruk. Bagaimanapun juga, aku tak akan melepaskan kalian dengan mudah karena kalian tak mampu membeli Wine sang Ratu. Aku jamin aku akan menendang kalian keluar dari Kelab Keabadian."
"Lelang Wine sang Ratu dibuka, harganya dimulai dari sepuluh ribu dolar. Mari kita mulai!"
"Tiga belas ribu dolar!"
"Tujuh belas ribu dolar!"
"Delapan belas ribu dolar!"
Mereka terus-menerus menawar.
__ADS_1
Penawaran yang sengit pun secara resmi dimulai.
"Siapa yang masih ingat harga tertinggi Wine sang Ratu?" tanya Corbin sambil bersandar di sofa.