
Mendengar kata-kata Justin, orang-orang tertawa terbahak-bahak lagi. Bahkan Soren dan Lily pun ikut tertawa.
"Orang miskin ini benar-benar gila. Dia bilang sepupuku tidak berguna dan dia orang yang berharga. Aku hampir percaya omong kosongnya."
Corbin tertawa sangat keras.
Dia berpikir itu konyol.
Mereka menarik perhatian banyak orang karena tidak bisa berhenti tertawa. Setelah bertanya apa yang sedang terjadi, semua orang ikut mentertawakan Justin yang gila.
"Kalau dia pengantin prianya, seharusnya dia mempersiapkan upacara pernikahan sekarang. Bagaimana dia bisa membual di depan kita?" ejek seseorang.
"Benar. Kalau kamu pengantin prianya, kenapa tidak memakai baju pengantin? Kalau kamu pengantin prianya, seharusnya kamu berdandan. Bagaimanapun juga, kamu hanyalah menantu matrilokal yang harus menunggu pengantin wanita memegang tanganmu di upacara pernikahan. Bagaimana kamu bisa berdiri di sini dan membual di depan kami?" Corbin tertawa keras sampai perutnya sakit.
Dia lebih percaya keberadaan hantu di dunia ini daripada Justin sebagai pengantin pria.
Orang yang tidak bodoh tahu kalau Gilbert ingin mencari pendukung yang kuat untuk Keluarga Webster supaya mereka selamat dari badai dan tidak terjatuh.
Justin berasal dari daerah kumuh. Setengah bulan yang lalu, dia diusir dari rumah dan minum obat untuk bunuh diri. Bagaimana Gilbert bisa menemukan orang seperti itu sebagai pendukung? Gilbert tidak gila. Kalau Keluarga Webster tidak menolak, semua orang di keluarga itu akan jadi gila.
Tentu saja tidak ada seorang pun di Keluarga Webster yang gila. Sebab itu, Justin tidak mungkin menjadi pengantin pria. Dia terlalu biasa saja. Selain kemampuan medisnya, dia tidak berguna.
Apakah Keluarga Webster akan memilih seorang dokter sebagai pendukung?
Itu tidak mungkin, kecuali kalau Gilbert ingin Keluarga Webster jatuh, tapi apakah dia akan menginginkannya?
Tentu saja tidak!
"Tuan Meech, apa yang membuatmu bahagia? Aku bisa mendengar suara tawamu dari jauh."
Pada saat itu, beberapa pemuda dengan pakaian mewah berjalan mendekat. Pemuda yang berjalan paling depan bertanya sambil tersenyum.
"Tuan Dorsey! Kalian semua, cepat beri jalan untuk Tuan Dorsey. Tommy, atur meja untuk Tuan Dorsey dan teman-temannya."
Corbin mengusir semua wanita di mejanya kecuali Lily. Mereka hanya model-model muda rendahan. Saat Corbin ingin bersenang-senang, dia akan bermain dengan wanita-wanita itu. Saat Corbin tidak menginginkan mereka, dia akan mengusirnya.
"Baik, Tuan Meech." Tommy berdiri dan meninggalkan meja.
Jared dan dua pemuda yang gagah duduk di meja Corbin dengan cepat. Pemuda kaya yang mengikuti Jared berdiri di belakangnya.
"Tuan Dorsey, lihatlah," Corbin menunjuk Justin dan berkata, "Si idiot itu bilang kalau dia adalah pengantin prianya. Itu konyol sekali."
__ADS_1
"Benarkah? Aku ingin melihat si idiot itu."
Jared menengok. Saat melihat Justin, senyumnya terhenti. Namun, dia merasa ada api berkobar seperti gunung berapi meletus di dadanya.
"Sial! Ternyata kamu! Aku mencarimu akhir-akhir ini!" Mata Jared memerah. Dia tidak lupa kalau Justin pernah menendangnya di Pusat Semarak.
"Kamu ternyata! Dasar bodoh." Justin tersenyum.
"Sialan..." Jared berdiri dengan marah. Ini pernikahan Vina, jadi ada banyak tamu penting. Kalau tidak, dia sudah memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Justin.
Vina ada di sana hari itu, dan Aldo juga datang. Kalau tidak, dia tidak akan membiarkan Justin meninggalkan Pusat Semarak.
Melihat semua itu, Corbin bertanya dengan penasaran, "Ada apa? Apakah kamu juga punya dendam dengan orang miskin ini?"
Jared mengangguk dan menceritakan apa yang terjadi di Pusat Semarak.
"Aku mengerti!" Corbin dan yang lainnya tahu apa yang telah terjadi.
"Kurang ajar kamu. Setelah membuka Klinik Medis Terpercaya dan bertemu Vina dan kakaknya, kamu sudah menyinggung banyak orang yang bahkan tidak sepatutnya kamu singgung. Setelah pernikahan Vina, sepertinya tidak akan ada tempat untukmu di Weston!" Lily berteriak pada Justin dengan suara dinginnya.
"Mereka hanyalan orang-orang idiot. Kenapa aku tidak bisa menyinggung mereka?" Justin membuka tangannya dan tersenyum. "Salah satu dari mereka menghabiskan satu juta tujuh ratus ribu dolar untuk membeli skuterku,
dan yang lainnya menghabiskan lima juta dolar untuk membeli ayam dariku. Aku tidak pernah melihat orang sebodoh itu. Aku sangat kagum dengan kebodohan mereka."
"Tentu saja. Sejujurnya, aku setuju denganmu!" Jared menyetujui.
Dalam sekejap, semua orang melihat Justin seperti melihat seseorang yang dijatuhi hukuman mati.
"Anak ini sudah menyinggung dua pemuda paling berkuasa di Weston. Tidak ada tempat untuknya di Weston. Aku tidak tahu apakah dia masih bisa hidup," kata seseorang yang menonton.
Menyinggung salah satu dari mereka saja sudah berbahaya, tetapi dia menyinggung keduanya. Orang biasa tidak akan bisa menahan keinginan balas dendam mereka.
"Hei miskin, apa kamu berani keluar dan melawan kami satu lawan satu?" Corbin menunjuk Justin dengan arogan.
"Hanya kalian berdua?" Justin mengerutkan bibirnya. "Kalian berdua sangat lemah. Kalian bukan tandinganku."
"Bagaimana denganku!" Soren berdiri.
"Masih belum cukup kuat." Justin menyilangkan tangan di
"Sialan kamu!" Corbin dan Jared langsung marah. depan dada dan menggeleng sambil tersenyum.
__ADS_1
"Bagaimana denganku?" Ruben pun berdiri.
"Masih belum cukup." Justin menggeleng lagi.
"Bagaimana denganku?"
"Bagaimana denganku?"
"Bagaimana denganku?"
"Bagaimana denganku?"
Banyak orang yang berdiri. Tommy dan pemuda-pemuda lainnya berdiri. Mereka menatap Justin seperti seorang musuh.
"Sial! Dia meremehkan lebih dari setengah pemuda kaya di Weston." Kata beberapa orang dengan terkejut. Namun, Justin menggeleng dan berkata.
"Masih belum cukup."
Apa? Orang-orang yang menonton semua itu tersentak heran. Mereka merasa Justin sedang menggertak. Tiba-tiba, sebuah suara terdengar dari aula.
"Benar-benar sombong! Bagaimana denganku?" Semua orang menengok dan melihat seorang pemuda dengan gaya rambut super keren. Dia mengenakan setelan jas dan memasukkan tangannya di saku. Dia dikelilingi lebih dari selusin pemuda lainnya.
Dalam sekejap, dia menarik perhatian semua orang. "Siapa pemuda itu? Kenapa aku tidak pernah melihatnya di Weston?"
"Aku tidak tahu, tapi dia terlihat sangat mengagumkan."
"Apakah dia dari Kota Silvia? Apakah dia kerabat dari pengantin pria?"
"Sepertinya dia dari Kota Saydol." Orang-orang berbisik membicarakannya. Mereka semua penasaran dengan identitas pemuda itu. Mereka tahu dia memiliki latar belakang yang hebat. Itu terlihat dari pakaian dan cara berjalannya.
"Corbin, kamu tahu siapa pemuda itu? Dia sangat tampan." Kata Lily dengan cahaya bersinar di matanya. Soren langsung cemburu.
"Kenapa kamu kehilangan kontrol saat melihat pria tampan?" Soren berkata dengan tidak senang.
"Bukannya kamu juga begitu kalau melihat perempuan cantik?" Lily mendengkus. Soren kehilangan kata-kata.
Inilah sifat asli pria. Selain itu, keluarga Soren lebih kaya daripada keluarga Lily, jadi Soren punya keuntungan. Sebagai istri Soren, Lily harus bersikap baik. Dia tidak boleh membuat Soren cemburu.
Tentu saja Soren hanya akan mengatakan itu saat pulang ke rumah. Lagi pula, dia akan mempermalukan dirinya sendiri kalau mengatakannya.
"Aku tidak tahu. Dia bukan dari Weston. Aku belum pernah melihatnya di Weston." Corbin menggeleng.
__ADS_1
Apa?
Jared tampak memikirkan sesuatu. Dia tersentak takjub dan berkata, "Dia pasti Henry Wadman, putra bungsu orang terkaya di Kota Saydol. Empat tahun lalu, ayahku mengajakku ke rumah keluarga Wadman untuk menghadiri ulang tahun Richard Wadman yang kelima puluh. Aku pernah bertemu Henry."