Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 94


__ADS_3

"Jihan?" Corbin mencibir dan melambaikan tangannya untuk mengusir para gadis. Corbin berkata dengan sombongnya, "Aku takut Jihan akan benar-benar menghilang dari Weston dalam beberapa hari."


Apa?


Ketika Corbin selesai berbicara, semua orang di ruangan itu menghela napas.


"Corbin, apa maksudmu?" tanya Soren.


Corbin melambaikan tangannya dan mengumpulkan semua orang. Dia berkata dengan suara rendah, "Jihan


melanggar janji yang dia buat kepada ayahku dan membantu Keluarga Webster. Dia membuat ayahku kesal.


"Tamat sudah riwayatnya."


"Ayahmu mau menghabisi Jihan?" Raut muka Ruben


berubah drastis saat dia bertanya dengan tidak percaya.


Corbin tersenyum. "Tentu saja, ayahku tidak punya kekuatan untuk melakukan itu sendiri. Namun, ada pihak kuat yang bisa membantu kita menghadapi Jihan. Ayahku diam-diam sudah berhubungan dengan pihak kuat ini."


"Siapa?" Semua orang menjadi penasaran.


Corbin mengacungkan jempolnya dan melontarkan dua kata.


"Grup Harmer."


"Grup Harmer?"


Semua orang terkaget-kaget!


Grup Harmer itu salah satu kekuatan terbesar di luar negeri. Selain Rigna, Grup Harmer hampir ada di semua negara lain di dunia. Grup ini sangatlah kuat dan itu membuat seseorang gemetar.


"Bagaimana ayahmu bisa berhubungan dengan Grup Harmer?" tanya Ruben dengan penasaran.

__ADS_1


Corbin menjawab, "Grup Harmer mau menyusup ke Weston beberapa tahun yang lalu. Mereka menggunakan Weston sebagai titik awal untuk mengembangkan kekuatan mereka, jadi mereka berbicara dengan Jihan. Namun, Jihan menolak mereka, jadi mereka menghubungi ayahku. Mereka mau bekerja sama dengan ayahku untuk membunuh Jihan dan membiarkan ayahku memimpin Weston."


"Awalnya, ayahku mau berbisnis dengan stabil dan tidak ingin menyentuh orang yang bisa menghabisinya kapan saja. Namun, kondisinya sudah berubah sekarang dan ayahku tidak punya pilihan selain mengambil risiko."


"Ayahku bergabung dengan Jihan, Keluarga Gomez, dan banyak keluarga kaya lainnya. Mereka telah menekan Keluarga Webster sampai-sampai mengandalkan menantu untuk menghidupi keluarga. Begitu Keluarga Webster bangkit, mereka pasti akan menyerang Keluarga Meech. Oleh karena itu, ayahku harus mengambil kesempatan untuk mengekang perkembangan Keluarga Webster dan menghindari serangan balik Keluarga Webster. Dia harus bekerja sama dengan Grup Harmer."


Ruben sedikit kebingungan dan bertanya, "Ayahmu ingin bekerja sama dengan Grup Harmer untuk menghancurkan Keluarga Webster. Kenapa dia mau berurusan dengan Jihan?"


"Apa kamu bodoh?" Corbin melirik Ruben dan berkata, "Tujuan kerja sama antara Grup Harmer dan ayahku itu untuk membunuh Jihan dan membiarkan ayahku mengambil alih Weston lalu membantu Grup Harmer mengembangkan kekuatan mereka. Jika mereka tidak membunuh Jihan, apa ayahku bisa memimpin Weston?


"Saat Jihan meninggal, ayahku akan mengendalikan kekuatan bawah tanah Weston dan memperkuat dirinya. Dengan bantuan Grup Harmer, tidak sulit untuk menghancurkan Keluarga Webster."


"Kamu mungkin tidak tahu bahwa ada banyak Master di Grup Harmer. Master yang bertanggung jawab mengurus Econa saja sudah cukup untuk mengalahkan setengah dari ahli bela diri di Rigna. Itu sangat menakutkan. Jihan tidak bisa dibandingkan dengan Grup Harmer. Dia akan mati!"


Mendengar ini, semua orang menjadi bersemangat.


"Kalau Jihan meninggal dan ayahmu memimpin Weston, tidak ada yang berani menyinggung Tuan Meech!"


"Tuan Meech, jangan lupakan kami saat itu terjadi!"


Lily kegirangan dan berkata, "Kalau Jihan mati dan Justin kehilangan dukungannya, bukannya kita bisa menginjak-injak dan mempermalukannya?"


"Tentu saja!" Corbin bersemangat dan berkata, "Kita akan menekannya dengan keras ke tanah dan memukulinya. Saat aku menyiksanya setengah mati, kalian juga bisa menendangnya!"


"Bagus!" Lily sangat bersemangat sampai-sampai dia hampir mau mencium Corbin.


"Huh!" Saat ini, Corbin mendengus dingin dan berkata dengan wajah penuh kebencian, "Vina, wanita ****** itu, berani menamparku. Hari di mana Keluarga Meech menghancurkan Keluarga Webster, aku akan mengikatnya dan melemparkannya ke tempat tidur. Aku akan menghancurkan *********** dan membiarkannya menyesal."


"Tuan Meech, jangan lupa membiarkan saya mencicipi Vina juga saat hari itu tiba." Tommy hampir saja meneteskan air liurnya.


Corbin tersenyum. "Setelah aku tidur dengannya, kamu juga bisa tidur dengan Vina selama kamu mau. Aku mau wanita itu mati!"


"Tentu saja, Tuan Meech sangat murah hati!" Semua pria mengungkapkan pendapat mereka satu per satu dan pria kaya terkemuka seperti Ruben bahkan tidak menolak.

__ADS_1


Soren juga mau mengatakan kalau dia mau, tetapi karena Lily, dia tidak mengungkapkan pendapatnya. Soren mengira kalau dia bisa diam-diam bergabung.


"Baiklah, jika di antara kalian ada yang membocorkan ini, aku tidak segan-segan membunuh kalian," ancam Corbin. Jika berita tersebar, Corbin takut ayahnya akan menjadi orang pertama yang membunuhnya.


"Saya berjanji akan tutup mulut dan tidak pernah mengungkapkan sepatah kata pun!" Mereka semua mengangkat tangan dan mengungkapkan janji mereka.


"Aku percaya pada kalian." Corbin melambaikan tangannya dan berkata, "Panggil gadis-gadis itu masuk. Bersenang-senanglah malam ini. Jangan biarkan bajingan itu merusak suasana hati kita. Weston akan berubah lima hari lagi dan itu waktunya bagi kita menghilangkan rasa malu kita!"


Keesokan harinya, matahari musim panas sangatlah panas dan sinarnya menembus kamar tidur, melumuri lapisan cahaya keemasan pada dua tubuh yang kelelahan di tempat tidur.


Mungkin karena merasakan panas di kulitnya, Vina dengan malas membuka mata indahnya dan tanpa sadar meraih benda di belakangnya.


"Kamu mau membantuku?" tanya Justin yang bangun pagi memeluk Vina sembari menyeringai.


"Huh." Vina meninju Justin dan cemberut, "Siapa yang mau membantumu? Mimpi kamu! Aku tidak mau."


"Benar." Wanita itu tiba-tiba berkata, "Pulang dan beri tahu orang tuamu nanti. Sore nanti, orang tuaku akan mengunjungi orang tuamu dengan hadiah pertunangan."


"Secepat itu?" tanya Justin.


"Tentu saja, Keluarga Webster-ku selalu efisien. Kita akan memindahkan semua perabotan ke vila pagi ini dan sorenya kita bisa pindah," kata Vina dengan bangga.


"Luar biasa." Justin mengacungkan jempol dan tersenyum jahat. "Kalau begitu, aku akan menyelesaikan ini terlebih dahulu, lalu aku akan memberitahu orang tuaku."


"Kamu ... Kamu mau lagi ..."


Setelah sarapan, Justin melihat Vina yang diantar ke perusahaan dan pergi ke garasi Keluarga Webster.


Gilbert pernah mengatakan kalau Justin bisa memilih mobil apa pun di garasi. Justin tidak diperbolehkan mengendarai sepeda motor murah dan mempermalukan mereka.


Garasi Keluarga Webster ini kaya. Mobil-mobil di sini semuanya mahal dan banyak mobil sport yang tertutup debu.


Justin berpikir kalau mobil-mobil sport berdebu ini pasti milik iparnya yang tidak berguna.

__ADS_1


Justin lalu memilih sebuah sepeda motor.


Setelah pengenalan administrator garasi, Justin tahu kalau sepeda motor ini adalah Harley-Davidson. Nilai motornya satu juta dolar. Jason, si anak boros, membelinya ketika dia masih kuliah. Konon, tidak kurang dari sepuluh gadis yang kehilangan keperawananya karena sepeda motor ini. Bisa dikatakan kalau sepeda motor ini cukup berdarah.


__ADS_2