Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 86


__ADS_3

"Sialan kamu! Berani sekali kamu ini!"


"Tunggu saja. Kamu tidak akan bisa selamat malam ini!"


"Karena kamu sudah berani memprovokasi kami, kami akan membuatmu membayar mahal!"


Awalnya, Ruben dan yang lainnya tidak ingin terlibat dalam perselisihan ini. Lagi pula, itu hanya segelas wine. Tidak akan ada yang mau menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak perlu.


Jika Corbin tidak membual, dia tidak akan berani menawar hingga sebesar enam juta enam ratus ribu dolar.


Selain itu, uang saku Ruben dan lainnya tidak sebanyak Corbin. Namun, mereka memiliki setidaknya lima ratus ribu dolar. Beberapa dari mereka bahkan memiliki lebih dari satu juta tujuh ratus ribu dolar. Namun, kenapa mereka harus menggunakan uang mereka untuk membantu Corbin tanpa mengetahui balasan apa yang akan mereka dapatkan? Bagaimanapun juga, Corbin yang dipermalukan, bukan mereka.


Namun, situasinya kini sudah berubah. Justin mengatakan akan menghajar mereka semua. Itu sebuah tantangan. Jika mereka tetap berdiam diri, mereka akan merasa malu. Jika para pemuda kaya terkemuka ini ketakutan hanya karena satu orang miskin, itu akan membuat orang lain menertawakan mereka.


Akibatnya, para pemuda kaya yang sedang marah ini pun berkumpul untuk berdiskusi dengan Corbin. Di saat yang sama, kata-kata Justin membuat bar itu menjadi bahan pembicaraan banyak orang.


"Ini benar-benar gila! Menghajar selusin pemuda kaya terkemuka Weston sendirian? Berapa banyak uang yang dimilikinya hingga berani mengucapkan kata-kata kasar seperti itu?"


"Orang ini adalah orang paling sombong sekaligus paling mengagumkan yang pernah kulihat!"


"Corbin dan teman-temannya terkena masalah hari ini!"

__ADS_1


Vina tertegun dan menatap Justin, tidak percaya. Dia membuka bibir merah mudanya yang kering untuk berkata, "Justin, kamu keterlaluan. Uang saku orang-orang ini lebih dari tujuh belas juta dolar."


"Jangan khawatir." Justin menghibur Vina sambil tersenyum, "Mereka tidak b*doh. Mereka tidak akan membantu Corbin dan menghabiskan semua uang mereka. Palingan, mereka hanya akan memberikan sebagian kecil dari uang mereka."


"Namun jika masing-masing dari mereka mengeluarkan tiga ratus empat puluh ribu dollar, dari lima belas orang saja sudah terkumpul sekitar lima juta dollar. Kalau kamu mau menang, kamu harus membayar berkali-kali lipat lebih banyak." Vina mulai merasa tertekan. Apakah sepadan untuk menghabiskan seluruh uangnya demi segelas wine?


Vina tahu Justin ingin membuat Lily dan yang lainnya menyesali apa yang baru saja mereka katakan. Justin juga ingin memberi Jason kesempatan untuk menekan Corbin serta memperjuangkan kehormatannya. Memikirkan hal tersebut, Vina urung meluapkan kemarahannya. Jika Justin menghabiskan begitu banyak uang hanya untuk minum segelas wine dan melihat belahan dada wanita itu dari jarak dekat, Vina akan mematahkan kaki suaminya tersebut.


Vina tak akan membiarkan suaminya tergoda oleh wanita lain, apalagi belahan dada mereka. Hal itu merupakan sebuah penghinaan bagi Vina.


"Jangan khawatir. Aku punya uang di rekening bankku. Kamu bisa menyimpan tujuh belas juta dolar itu untuk membeli camilan. Ingatlah untuk membeli beberapa bungkus keripik kentang lain kali. Kalau tidak, kamu akan memukuliku lagi jika aku menghabiskan setengah bungkus nanti," bisik Justin kepada Vina.


Vina tidak bisa mengatakan apa pun. Dia tidak tahu harus berkata apa. Apa uang saku Justin begitu besar?


Vina membiarkan Justin mencuci ****** ******** karena Justin adalah suaminya. Kalau orang lain, Vina tidak akan membiarkan mereka menyentuh ****** ********.


Saat Vina memikirkan ini, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersipu malu. Sikap malu-malunya ini seperti seorang gadis pemalu yang baru saja jatuh cinta, terlihat menawan.


"Justin, apa kamu benar-benar bisa mengalahkan mereka sendiri?" tanya Jason dengan suara pelan sembari mendekat. Jika Justin bisa melakukannya, maka dia bisa bersikap arogan di depan Corbin.


"Aku tidak takut akan apa pun. Hanya butuh waktu sebentar untuk menghajar orang-orang ini," kata Justin dengan santainya.

__ADS_1


Vina tidak tahu harus berkata apa. Tidakkah perkataan Justin ini terdengar seperti dia sedang membual?


Dengan tatapan kagum, Jason berkata, "Kamu pandai membual dan aku memilih untuk mempercayainya." Justin tertawa terbahak-bahak.


Pemandangan ini dilihat oleh Lily. Wajahnya segera menjadi muram dan dia berteriak dengan tidak suka, "Hei, sampah sialan! Jangan sombong dulu. Kamu pikir kamu bisa melakukan apa pun yang kamu mau hanya karena Vina bersedia membayarkannya untukmu? Jika dia tidak bersedia, kamu pikir kamu ini bisa apa? Kusarankan sebaiknya kamu berhenti sebelum kamu melangkah terlalu jauh dan biarkan Tuan Meech menamparmu. Kalau tidak, jika kamu terlalu percaya diri, kamu akan berakhir bangkrut agar bisa membayar kembali Vina!"


Justin menanggapi kata-kata Ayana sembari tersenyum, "Apa karena suamimu, yang bahkan lebih tidak berguna dariku, bersedia menggunakan uangnya untuk membantu si idiot Corbin, kamu jadi merasa sakit hati?"


"Sialan!" Lily tercekat dan menatap Justin dengan penuh kebencian.


Perkataan Justin memang benar adanya. Lily baru saja mendengar bahwa Soren dan teman-temannya akan mengeluarkan masing-masing tiga ratus empat puluh ribu dolar untuk membantu Corbin agar dia bisa menang.


Bagaimana mungkin Lily tidak merasa menyesal ketika dia sudah kehilangan tiga ratus empat puluh ribu dolar tanpa alasan?


Lily berpikir lebih baik jika uang itu dipakai untuk membelikannya perhiasan.


Ini semua salah Justin. Jika dia tidak membuat masalah, Soren tidak akan kehilangan tiga ratus empat puluh ribu dolar dengan percuma.


Seakan bisa membaca pikiran Lily, Justin pun berkata dengan jahat, "Bagaimana kalau kamu datang kemari dan menjilat sepatu hak tinggi yang dipakai sayangku, Vina, hingga bersih? Aku akan membayar jasamu seharga uang yang dihabiskan suamimu yang tidak berguna itu. Bagaimana?"


"Pergilah ... pergilah ... pergilah ke neraka!" Lily merasa sangat marah. Dia menggertakkan giginya dan memarahi Justin lagi, "Aku pernah bertemu orang yang menjijikkan, tapi aku belum pernah bertemu orang yang semenjijikkan dirimu. Sayangku, Vina? Apa kamu pantas memanggilnya seperti itu? Kamu sendiri tidak tahu apa Vina punya suami atau tidak. Meskipun tidak, kamu tidak pantas mendekatinya!"

__ADS_1


"Kalau aku mendekatinya, lalu kenapa? Apa kamu tidak terima? Apa kamu mau rujuk denganku? Mustahil! Ini karena aku memandang tinggi dirimu, maka dari itu aku membiarkanmu menjilat sepatu hak tinggi yang dipakai sayangku, Vina," kata Justin sembari memeluk pinggang Vina.


Lily hanya terdiam seribu bahasa. Vina sama sekali tidak menghindari tangan-tangan kotor Justin. Lily berpikir, Vina dan Justin sengaja membuat sandiwara yang bagus untuk membuatnya kesal. "Kamu pikir kamu bisa membuatku marah? Kecuali kamu menikahinya, aku tidak akan marah."


__ADS_2