Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 24


__ADS_3

Kemudian Justin berjalan melewati pemilik toko itu dan langsung keluar dari toko giok tersebut. Setelah itu Justin dan Norah memasuki toko giok yang ada di seberangnya.


"Beberapa juta dolar?" Pemilik toko itu tercengang. Pakaian Justin biasa saja, tetapi bagaimana jika dia adalah orang kaya sederhana?


"Jika dia benar-benar mampu membeli batu giok lebih dari dua juta dolar, lihat bagaimana aku akan membereskanmu!"


Pemilik toko tersebut memelototi beberapa pelayannya dan dengan cepat berlari ke toko itu.


Beberapa pelanggan mengikuti Justin untuk menyaksikan pertunjukan.


"Bos kita terlalu terobsesi dengan uang. Bagaimana orang seperti dia bisa membeli lebih dari tiga ratus ribu dolar?"


"Dia bahkan mengatakan bahwa kita sombong. Aku bahkan ragu dia memiliki dua puluh ribu dolar."


"Aku bahkan tidak berani menunjukkan giok semahal itu kepadanya. Aku takut dia akan kabur membawa giok itu."


Begitu bos wanita itu pergi, para pelayan tersebut mulai bergosip dengan nada meremehkan.


"Seharusnya dia tidak datang ke tempat seperti itu tanpa uang. Seharusnya dia tidak berpura-pura. Dia hanya mempermalukan dirinya sendiri dengan melakukan semua itu." Bennett tertawa terbahak-bahak.


"Tepat sekali!" kata Alivia sambil mencibir. "Mengapa kita tidak pergi untuk melihat dia yang terus membodohi dirinya sendiri? Lagi pula kamu belum menerima uang dari temanmu."


"Oke. Ayo pergi. Kita akan kembali dan membelinya nanti." Bennett memeluk Alivia dan menuju ke toko itu.


"Si idiot itu cukup lucu. Aku juga akan pergi untuk melihatnya."


Pelayan wanita yang melayani Bennett dan Alivia berkata kepada pelayan lainnya dan berlari ke toko itu.


Mereka datang ke toko giok itu.


"Tuan Dirgantara, kamu punya selera yang bagus. Kalung platinum ini adalah pilihan yang bagus untuk pacarmu. Dia akan terlihat lebih anggun saat memakainya."


Ketika Bennett dan Alivia tiba di toko itu, mereka melihat seorang pelayan wanita sedang berbicara dengan Justin sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya. Justin memegang liontin giok yang jauh lebih cemerlang dari yang sebelumnya.


"Liontin itu sangat indah!" Alivia hanya melirik, dan matanya berbinar.


"Dia tidak mampu membelinya seindah apa pun itu. Aku jamin dia akan kembali membuat alasan untuk pergi. Justin akan mengatakan bahwa dirinya akan mencari ke tempat lain," kata Bennett.


Alivia setuju dengannya.


Detik berikutnya, Justin berkata, "Gesek kartuku untuk membayarnya."


Tak lama kemudian pelayan itu memanggil kasir untuk datang membawa mesin pembayaran.


"Apa dia benar-benar membelinya?" Ekspresi Alivia berubah saat melihat Justin menggesekkan kartu itu.


"Tunggu saja. Aku yakin saldonya tidak akan mencukupi." Bennett tersenyum.


"Dia tidak mungkin lebih kaya dariku."

__ADS_1


"Jatah bulananku sebanding dengan penghasilannya selama beberapa tahun."


Bennett terus berkata.


"Pembayarannya berhasil. Tuan Dirgantara, tolong tanda tangani dengan namamu."


Kasir merobek tanda terima dan menyerahkannya kepada Justin dengan hormat.


Orang-orang yang hadir menjadi terkejut.


"Ya ampun! Pembayarannya berhasil. Itu pembelian besar."


"Ini hanya kasus 'jangan menilai buku dari sampulnya'. Kamu tidak tahu kapan kamu akan bertemu taipan sederhana."


"Pelayan wanita di toko itu pasti buta. Dia memperlakukan orang kaya seperti itu dengan buruk. Dia mungkin akan dipecat."


Pelanggan yang datang untuk menyaksikan pertunjukan itu menjadi gempar.


Bennett dan Alivia tercengang.


Pemilik toko dan pelayan wanita itu tercengang, mata mereka dipenuhi dengan keterkejutan, kengerian, ketidakpercayaan, penyesalan...


Kemudian...


"Itu tidak mungkin! Bagaimana dia bisa membeli perhiasan semahal itu?"


Pembayarannya senilai empat ratus sembilan puluh ribu dolar.


Bennett adalah pemegang kartu.


Bennett membaca struk itu dengan mata terbuka lebar dan wajah murung.


Alivia meraih tanda terima itu dari Bennett, membacanya, dan tertegun di tempat.


Harganya seratus sepuluh ribu dolar lebih tinggi dari yang sebelumnya!


Namun Justin membayarnya!


Namun, apa yang dikatakan Justin selanjutnya mengejutkan Bennett, Alivia, dan yang lainnya.


"Aku suka pelayananmu. Aku sudah memutuskan untuk membeli satu lagi."


Untuk membeli yang lain lagi?


Bennett dan Alivia tercengang.


Pemilik toko tadi tampak marah dan sepertinya dia sudah berpikir untuk memberhentikan staf itu.


Pegawai yang baru saja melayani Bennett dan Alivia menatap sepasang sejoli itu dengan kesal.

__ADS_1


Pegawai itu berpikir, bukankah katamu dia miskin? Mengapa dia lebih kaya darimu?


Kalau bukan karena bualanmu, mana mungkin kami akan merendahkannya?


Saat itulah, Justin menunjuk gelang giok berwarna hijau yang ada di dalam lemari kaca sembari berujar, "Berikan gelang ini padaku. Aku akan membayarnya dengan kartu debit."


Harga gelang itu sebesar delapan ratus delapan puluh ribu dolar.


Semua orang menjadi heboh saat mengetahui harganya.


"Ya ampun! Harganya delapan ratus delapan puluh ribu dolar. Dia orang kaya!"


"Apakah dia berusaha mempermalukan toko itu?"


"Inilah akibatnya kalau menyinggung orang kaya. Pria itu hanya menghambur-hamburkan uangnya demi membuat orang lain iri."


"Sudah selesai, Tuan." Pramuniaga cantik itu menyerahkan nota kepada Justin dengan bersemangat, lalu mengemas gelang giok yang dibeli Justin.


Bennett dan Alivia sangat terkejut sampai-sampai mereka tidak percaya.


"Justin menghabiskan uang lebih dari satu juta tiga ratus ribu dolar sekaligus. Apakah dia masih orang miskin?"


"Dia jauh lebih royal dari ayahku!"


Bennett diam-diam berang. Meskipun keluarganya memiliki aset puluhan juta, dia hanya punya uang tunai sebesar satu juta tiga ratus ribu dolar. Ayahnya tertekan selama beberapa hari ketika dia membeli Mercedes-Benz G-Class yang harganya lebih dari tiga ratus ribu dolar. Namun, Justin langsung menghambur-hamburkan uang lebih dari satu juta tiga ratus ribu dolar sekaligus.


Lily yang mantan istri Justin saja, bahkan tidak akan mampu menghambur-hamburkan uang seenaknya seperti itu!


Norah juga berkeringat dingin.


Berapa banyak yang Jihan berikan pada Justin sehingga membuat Justin bisa menghambur-hamburkan uang seperti ini?


Namun, Norah tidak tahu bahwa Vespa Justin sudah terjual seharga satu juta tujuh ratus ribu dolar dan uang yang dihambur-hamburkan Justin untuk membeli perhiasan adalah uang hasil penjualan Vespa itu.


Justin langsung mengambil gelang giok itu, lalu memberikan kalung platinum berliontin giok kepada Norah. "Ini untukmu, sedangkan gelangnya untuk ibuku."


Orang-orang bertepuk tangan saat Justin usai mengucapkannya.


Semua orang menatap Norah dengan iri.


Namun, Norah justru terpaku.


Apakah dia memberiku liontin seharga lebih dari tiga ratus ribu dolar?


Apakah ini kenyataan?


Bukankah dia benalu? Norah kebingungan.


Akhirnya, Justin memasangkan kalung berliontin giok ke leher Norah diiringi dengan tatapan iri banyak orang. Lionton berwarna hijau yang memesona itu menggantung di antara belahan dada wanita itu, bahkan sinar liontin itu menyilaukan orang-orang sombong tadi.

__ADS_1


__ADS_2