Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 63


__ADS_3

Besok adalah hari dimana sayembara pencarian menantu dilaksanakan. Hal itu menimbulkan kehebohan di seluruh kalangan kelas atas di Weston.


"Malam ini, keluarga Webster akan memilih seorang suami untuk Vina. Entah pria seperti apa yang akan dipilih Tuan Webster untuk Vina, perempuan paling cantik di Weston."


"Aku sangat menantikannya. Pria beruntung mana yang akan menjadi suami Nona Webster? Sosoknya sangat sempurna. Pria yang akan menikahinya pasti akan sangat bahagia."


"Kalau saja aku berasal dari keluarga kaya raya kelas atas, aku pasti juga bisa ikut serta dalam sayembara itu. Aku bahkan rela menukar sepuluh tahun hidupku untuk menjadi suami Vina." Semua pemuda kelas atas di Weston membahas topik ini tanpa terkecuali.


"Aku benar-benar iri pada Vina. Dia begitu cantik dan memiliki keluarga yang kaya raya dan berkuasa. Sekarang, kakeknya akan memilih seorang pemuda kaya raya dan berkuasa juga. Bagaimana dia bisa mengambil semua hal yang baik? Hidup ini terlalu tidak adil untuk kita!"


"Katanya, ada lima orang yang akan berpartisipasi dalam kompetisi itu. Tiga dari Ibu Kota, dan dua dari Kota Silvia. Aset mereka semua di atas 8 miliar dolar. Salah satunya bahkan memiliki aset 17 miliar dolar. Mereka adalah para pria terkaya."


"Aku jadi cemburu dan benci di saat yang sama. Kenapa aku bukan Vina, sih? Kalau aku jadi dia, aku bahkan akan terbangun sambil tertawa dalam mimpiku. Aku akan menjadi orang kaya dan begitu juga dengan suamiku. Berapa banyak perbuatan baik yang harus kulakukan di kehidupan sebelumnya agar aku bisa menjadi seberuntung itu?"


Para wanita muda dari kalangan kelas atas di Weston juga hanyut dalam topik ini. Mereka membicarakannya tanpa henti.


Di kamar tidur sebuah vila, Lily sedang bersandar pada kepala ranjang tanpa busana, menelusuri momen yang dibagikan oleh teman-temannya di Line. Sosoknya yang kecil begitu menarik hingga mampu membuat darah seseorang mendidih karena bergairah.


"Soren! Soren!" Lily tiba-tiba mengguncang Soren, yang sedang tidur nyenyak di sampingnya.


"Ada apa?" Soren membuka matanya, masih dalam keadaan linglung. Dia dan Lily telah mencari kesenangan tadi malam dan tidak tidur sampai jam tiga pagi. Sekarang, dirinya masih setengah sadar, sampai sulit untuk membuka mata.


"Beritanya ada diseluruh momen di Line. Gilbert akan memilih seorang suami untuk Vina malam ini," kata Lily dengan tatapan penuh ajakan untuk bergosip.

__ADS_1


"Apa? Kenapa kamu membangunkanku untuk masalah sepele macam ini? Kita melakukannya tiga kali semalam! Astaga! Aku sangat lelah." Soren sangat kesal begitu mendengar penjelasan Lily.


"Aku bahkan belum mengeluh. Kenapa kamu berteriak? Cepat bangun." Lily menarik Soren agar pria itu terbangun.


"Apa maumu?" tanya Soren dengan getir.


"Apa kamu sudah tahu tentang ini? Ceritakan padaku," pinta Lily.


"Sepupuku membahas hal ini denganku kemarin. Tunggu. Apa hubungannya ini denganmu? Gilbert bukan mencari seorang suami untukmu."


"Aku hanya penasaran." Lily melotot kearah Soren lalu bertanya, "Apakah kamu tahu siapa saja yang berpartisipasi dalam sayembara ini?"


"Lima tuan muda terkemuka dari Ibu Kota dan Kota Silvia."


"Mereka semua memiliki aset lebih dari 8 miliar dolar."


"Astaga! Semuanya memiliki aset di atas 8 miliar?" Lily menutup mulutnya karena terkejut. Matanya dipenuhi oleh rasa iri dan cemburu. "Kalau aku menjadi Vina, pasti akan sangat menyenangkan kalau kamu mengikuti sayembara ini. Dengan begitu, aku akan memilihmu. Aset kedua keluarga jika digabungkan maka akan bernilai lebih dari 17 miliar dolar. Hidup kita akan sangat indah kalau begitu!"


Soren memutar matanya dan tidak menjawab. Dia berpikir, Lily sama seperti ayahnya. Perempuan ini gila uang. "Omong-omong, apakah kelima kandidat itu tampan?" tanya Lily seperti orang bodoh yang sedang jatuh cinta.


"Tampan?" Soren rasanya ingin tertawa. "Mereka sudah kaya. Kalaupun mereka setampan aku, apa kamu pikir mereka sudi tinggal bersama keluarga mempelai wanita?"


"Biar kuberitahu. Pamanku punya informasi tentang kelima orang itu. Sepupuku bahkan sudah melihatnya. Dia bilang kalau mereka semua berpenampilan biasa. Salah satunya memiliki berat badan 140 kilogram. Itu dua kali lipat beratku. Dia akan membuat Vina muntah darah kalau dia menindih Vina. Menurutmu, apa sekarang Vina akan senang? Kurasa dia mungkin sedang menangis di sudut ruangan."

__ADS_1


"Vina sangat cantik, dan keluarganya sangat kaya. Apa menurutmu dia rela menikah dengan pria yang jelek?"


"Tidak perlu iri padanya. Jika kamu jadi dia, aku pikir kamu akan menangis sampai mati. Kamu harusnya puas bisa menikah denganku, pria tampan dan kaya raya."


"Kalau begitu, Vina sepertinya cukup sengsara." Lily tiba-tiba merasa lebih baik. Lagi lagi dia berkata, "Sudah waktunya dia mengalami beberapa pengalaman kejam. Lagi pula, dia tidak boleh hanya menerima semua hal yang baik. Itu sangat tidak adil, 'kan?"


"Aku senang kamu mengetahuinya." Soren menghela nafas lega. Dia akhirnya berhasil meyakinkan Lily agar dia tidak berpikir bahwa menikah dengannya adalah sebuah kesalahan. Dia tidak sekaya mereka yang berpartisipasi dalam sayembara pencarian menantu itu.


Soren pikir, aku tidak sekaya para kandidat itu, tapi aku tampan dan manis. Yang terpenting adalah aku sangat pandai di atas ranjang. Lily, bisakah kamu mencari pria yang lebih baik dariku dalam segala aspek?


Di dalam hatinya, Soren begitu congkak. "Soren, bagaimana kalau kita menyelinap kedalam keluarga Webster nanti malam dan melihat siapa yang pada akhirnya akan menjadi suami Vina? Aku ingin melihat seperti apa Vina saat pria gendut itu menang. Pasti menarik!" Lily menutup mulutnya dan tertawa. Wajahnya dipenuhi dengan rasa penasaran dan pengharapan.


Soren berkata dengan kecewa, "Aku harap, aku juga bisa pergi. Tapi sepupuku yang serba tahu itu bilang kalau malam ini adalah pesta ulang tahun Gilbert yang keenam puluh delapan, jadi dia mengundang beberapa pejabat Weston dan beberapa pengusaha yang berteman baik dengan keluarga Webster. Orang lain tidak diizinkan pergi ke sana, jadi kita tidak memiliki kesempatan untuk menontonnya."


"Begitukah?" Raut wajah Lily terlihat kecewa. "Jangan khawatir. Dengan kemampuan sepupuku, dia akan tahu siapa pemenangnya tepat setelah kompetisi berakhir." kata Soren, menghibur istrinya itu.


"Ya sudah, kamu harus memberitahuku begitu kamu mendapatkan informasi dari sepupumu. Minta dia untuk mengirim foto agar aku bisa tahu bagaimana raut Vina."


"Baiklah, jika ada kabar, aku akan segera memberitahumu. Ayo kembali tidur." Soren kembali berbaring.


Tanpa diduga, bibir Lily menghampirinya begitu dia berbaring, lalu tangannya yang kecil menggerayang pada sela kakinya. Soren terkejut. "Dasar iblis kecil. Apakah kamu masih menginginkannya? Kamu membuatku lelah sampai mati!"


"Aku menginginkannya."

__ADS_1


"Ya sudah. Ayo kita lakukan." Setelah beberapa hari berkultivasi, Justin telah mencapai tingkat penyelesaian Alam Penahan Energi. Kekuatannya pun melonjak.


__ADS_2