Ternyata Crazy Rich

Ternyata Crazy Rich
Bab 128


__ADS_3

"Apa? Anak dari Richard Wadman?" Semua orang terkejut.


Orang-orang ini adalah anak dari kalangan kelas atas. Meskipun mereka berada di Weston, Kota Saydol adalah ibu kota Sungai Selatan, jadi mereka tahu tentang Richard, orang terkaya di Kota Saydol.


"Kabarnya orang terkaya itu berasal dari bagian Keluarga Wadman di Ibu Kota. Keluarga Wadman di Ibu Kota memiliki kekayaan bersih lebih dari delapan puluh lima miliar dolar, dan latar belakang keluarga mereka sangat kuat. Mereka sangat berkuasa di Ibu Kota, dan kepala Keluarga Wadman adalah pamannya Richard. Benar 'kan?" Ruben bertanya pada Jared dengan perlahan.


"Benar," Jared menganggukkan kepalanya dan berkata, "Keluarga Richard memang bagian dari Keluarga Wadman di Ibu Kota. Tiga puluh tahun yang lalu, dia pergi sendirian ke Faleran dan bekerja dengan keras. Sampai pada akhirnya dia menetap di Kota Saydol. Dia sendiri yang membangun keluarga kaya di Kota Saydol. Sekarang, Keluarga Wadman di Kota Saydol memiliki lebih dari tiga belas miliar dolar. Selain itu, pendukung Keluarga Wadman adalah Keluarga Wadman di Ibu Kota. Di Sungai Selatan, Keluarga Wadman seperti ini." Jared mengacungkan jempolnya.


"Dia tidak hanya kaya, tapi juga memiliki latar belakang yang kuat. Kamu benar." Corbin ikut mengacungkan jempolnya.


"Tapi, kenapa dia bergabung dengan kita dan ikut melawan Justin satu lawan satu?" tanya Tommy pelan.


"Kamu serius? Justin pasti pernah menyinggung Tuan Wadman," Corbin menatap tajam Justin, "Benar 'kan, Justin?"


"Kurasa aku tidak menyinggungnya. Hanya saja beberapa hari yang lalu dia pergi dengan ketakutan karena aku membuatnya marah." Justin menyadari pemuda itu adalah Henry, yang berencana melamar Vina di depan gedung Grup Webster beberapa hari yang lalu. Justin merusak rencana Henry hari itu.


Apa?


Saat dia mengatakan ini, semua orang tertawa terbahak-bahak.


"Sial! Justin sangat gila, dia bilang kalau dia pernah membuat Tuan Wadman marah. Dia sudah gila."


"Aku kagum padanya sekarang. Aku tidak bisa membayangkan betapa beraninya dia."


"Pantas saja Tuan Wadman mau melawan dia. Kalau aku jadi Tuan Wadman, aku akan menjatuhkan dan menginjak wajahnya."


Henry dan yang lainnya langsung menghampiri Justin.


"Kamu Henry, anak orang terkaya, 'kan?" Jared berdiri dan bertanya dengan pelan.


"Ya, dan kamu..." Henry mengerutkan keningnya.


"Aku dari Keluarga Dorsey di Weston. Ayahku adalah William Dorsey."


"Jadi kamu anak Tuan Dorsey. Aku mengenalnya. Dia punya hubungan bisnis yang baik dengan ayahku," kata Henry sambil tersenyum.


"Iya. Ayahku sukses di Weston karena Tuan Wadman." Jared menyanjung Henry. Henry sangat senang mendengar ini dan dia tertawa sepenuh hati.


"Tuan Wadman, aku dari Keluarga Meech di Weston. Ayahku adalah Gavyn Meech."


"Tuan Wadman, aku dari Keluarga Gomez di Weston. Ayahku adalah..."


"Tuan Wadman!"


"Tuan Wadman!"

__ADS_1


"Tuan Wadman!"


Para pemuda dari Weston memperkenalkan diri dan menyapa Henry satu per satu. Mereka ingin menjadi akrab dan berteman dengan Henry.


"Aku pernah mendengar tentang Jared, Corbin, Ruben, dan adik Vina, Jason. Kalian adalah pemuda paling terkenal di Weston. Kalian juga terkenal di kalangan orang kelas atas Kota Saydol," sambung Henry.


Jared, Corbin, dan Ruben pernah mendengar tentang Henry, jadi mereka merasa sangat bangga.


"Omong-omong, Tuan Wadman, apakah orang miskin itu juga pernah menyinggungmu?" Corbin menunjuk ke arah Justin sambil bertanya.


"Ya," kata Henry, "Beberapa hari yang lalu, aku datang ke Weston dan dengan hati-hati kuatur acara lamaran pernikahan untuk Vina di depan gedung Grup Webster. Pada akhirnya, rencanaku dirusak oleh bajingan itu. Dia hampir menabrakku dengan mobil. Demi Vina, aku tidak berdebat dengannya. Baru saja aku lihat dia berlagak sangat sombong, aku jadi ingin memukulinya."


Para pemuda kaya di Weston langsung saling memandang dengan penuh rasa cemas. Henry mengenal Vina dan bahkan pernah melamarnya.


Astaga! Henry itu musuh atau teman? Mereka semua menentang Jason. Henry mengenal Vina dan menyukainya. Jika Henry membantu Jason, nantinya mereka tidak akan bisa melawannya.


Namun, jika pengantin prianya bukan Henry, dan Vina menikah dengan pria lain, Henry akan membencinya. Mereka merasa lega. Apalagi mereka akan memiliki pendukung yang kuat. Ini hal yang bagus.


"Tuan Wadman, apakah kamu ke sini untuk menghadiri pernikahan Vina? Apakah kamu akan membawa pengantin wanita pergi?" tanya Jared dengan pelan.


"Kita lihat saja dulu siapa pengantin prianya. Kalau dia adalah anak dari keluarga bangsawan di Ibu Kota, maka aku akan menakutinya dengan bilang kalau kakekku adalah Tayden. Lalu aku akan memakai jas pengantin dan menikahi Vina." Henry berkata dengan percaya diri.


Saat Corbin dan yang lainnya mendengar ini, mereka tahu ada yang tidak beres.


Jika Henry menjadi kakak ipar Jason, bukankah nantinya mereka harus merendahkan diri di depan Jason? Hal itu akan menjadi penghinaan yang besar untuk mereka.


Namun, Justin ingin tertawa. Dia tidak menyangka kalau Henry adalah cucu Tayden. Henry ingin menikahi Vina. Itu bagus sekali. Tayden bilang akan menghadiri pernikahan Justin.


"Omong-omong, Tuan Wadman, orang miskin ini bilang kalau dia adalah pengantin prianya. Bagaimana menurutmu?" tanya Jared.


"Apa?" Henry tak bisa berhenti tertawa. "Dia itu supir Vina. Berani-beraninya dia bilang kalau dia pengantin prianya?"


"Tuan Wadman, ada yang tidak kamu ketahui. Dia bukanlah supir Vina. Dia itu orang miskin dari daerah kumuh. Dia membuka klinik. Kemampuan medisnya bagus. Aku tidak tahu apakah dia sudah pernah merawat Vina atau belum. Akhir-akhir ini, dia sangat dekat dengan Vina. Beberapa waktu lalu, aku melihatnya mencium dan memeluk Vina di kelab. Aku merekam mereka. Tuan Wadman, apa kamu mau melihatnya?" tanya Corbin sambil mengeluarkan ponselnya.


"Coba aku lihat." Ekspresi Henry berubah menjadi murung.


Corbin kemudian memutar video Vina dan Justin yang saling berpelukan di bar malam itu.


"Sial!" Henry sangat marah setelah menonton video itu. Dia menunjuk hidung Justin dan berkata dengan kasar, "Aku akan membunuhmu! Bisa-bisanya kamu meletakkan tangan kotormu pada Vina?"


Corbin dan yang lainnya mendengarnya.


Mereka semua tertawa terbahak-bahak.


"Kamu?" Justin menyipitkan mata, "Tayden saja harus hormat di depanku. Beraninya kamu kasar padaku?"

__ADS_1


Semua orang di sana sangat marah mendengarnya.


"Justin, apa katamu? Kamu pikir kamu itu siapa? Tuan Wadman bisa dengan mudah menghancurkanmu. Kenapa dia harus hormat di depanmu?" Corbin orang pertama yang berbicara.


"Benar. Aku tidak pernah melihat orang yang tidak tahu malu sebelumnya. Kenapa kamu tidak bilang kalau Bumi ini milikmu?" Jared tampak kesal.


"Si*lan! Sepertinya kamu memang benar-benar gila. Berani-beraninya kamu membual seperti ini? Kamu tidak takut terekspos?" cibir Lily.


Henry mengepalkan tangannya, dan wajahnya berubah menjadi sangat murung.


"Si*lan! Tidak seharusnya kamu mempermalukan


pamanku!" kata Henry sambil menggertakkan gigi dan


hendak menyerang Justin.


Sementara itu, aula utama tiba-tiba menjadi ramai.


"Lihat! Orang-orang terkemuka masuk!"


"Astaga! Banyak sekali orang terkemuka hari ini!"


"Tuan Bright juga ada di antara mereka. Siapa pria tinggi dan kurus di sampingnya itu? Sepertinya Tuan Bright sangat menghormatinya!"


"Pernikahan Vina ini terlalu megah! Dia perempuan paling cantik nomor satu di Weston. Aku penasaran siapa pengantin prianya sampai bisa menarik begitu banyak orang terkemuka."


Orang-orang bercelatuk.


Suara berisik itu seperti baskom air dingin yang disiramkan ke Henry, menghancurkan amarahnya.


"Si*lan!"


Henry hendak memukul Justin, tetapi dia membatalkannya. Corbin dan yang lainnya merasa kecewa. Mengapa orang-orang terkemuka itu datang begitu awal?


Mereka seharusnya tidak datang secepat ini supaya mereka bisa memukul orang miskin ini.


"Kamu beruntung hari ini, tapi tunggu dan lihat saja. Aku akan mengingatmu!" Henry dengan keras memperingatkan Justin.


Justin mencibir dan berkata, "Kamu yang harus menunggu dan melihat. Akulah yang tidak bisa kamu sakiti."


Justin melihat jam dan hanya tersisa setengah jam sebelum upacara pernikahan. Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan melangkah pergi.


"Karena para tamu terhormat sudah datang, aku harus mengganti pakaianku dan bersiap menikahi istriku, Vina."


"Karena para tamu terhormat sudah datang, aku harus

__ADS_1


mengganti pakaianku dan bersiap menikahi istriku, Vina."


__ADS_2